UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 75 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon meresmikan Pojok Baca sekaligus melaksanakan sosialisasi literasi di SD Negeri 2 Ender, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menghidupkan kembali fungsi perpustakaan sekolah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan selama kurang lebih tiga tahun.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala SD Negeri 2 Ender, dewan guru, mahasiswa KKN, serta siswa kelas 1–3 yang menjadi sasaran utama program literasi. Peresmian Pojok Baca ditandai dengan prosesi pengguntingan pita oleh Inayatul Maula, S.Pd.SD, selaku Kepala SD Negeri 2 Ender, sebagai simbol dibukanya kembali ruang perpustakaan untuk dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan membaca bagi warga sekolah.
Revitalisasi perpustakaan menjadi langkah awal yang dilakukan mahasiswa KKN sebelum program Pojok Baca diresmikan. Mahasiswa melakukan pembersihan dan penataan ruang secara menyeluruh, mulai dari menyusun kembali koleksi buku, menata ruang baca, hingga menghadirkan mural serta berbagai dekorasi agar suasana perpustakaan lebih menarik dan ramah bagi anak-anak.
Mengubah Perpustakaan Menjadi Ruang Belajar yang Menyenangkan
Revitalisasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kebersihan dan kerapian, tetapi juga bagaimana perpustakaan dapat menjadi ruang yang membuat siswa merasa nyaman untuk membaca dan belajar. Penataan koleksi buku dilakukan agar lebih mudah dimanfaatkan, sementara dekorasi dan mural ditambahkan untuk menciptakan suasana yang lebih ceria.
Setelah prosesi peresmian, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan dengan sosialisasi Pojok Baca kepada para siswa. Dalam sesi tersebut, siswa diperkenalkan dengan fungsi perpustakaan, manfaat membaca, tata cara memanfaatkan fasilitas Pojok Baca, serta pentingnya membangun kebiasaan membaca setiap hari.
Mahasiswa juga mengajak siswa untuk menjadikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan. Dengan adanya ruang yang lebih nyaman dan koleksi bacaan yang dapat diakses, siswa diharapkan semakin tertarik untuk datang ke perpustakaan dan memanfaatkannya dalam mendukung proses pembelajaran.
Sekolah Apresiasi Revitalisasi Perpustakaan
Kehadiran Pojok Baca mendapat apresiasi dari pihak SD Negeri 2 Ender. Inayatul Maula, S.Pd.SD, selaku Kepala Sekolah, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKN memberikan manfaat nyata bagi sekolah, khususnya dalam menghidupkan kembali perpustakaan yang sebelumnya kurang terawat.
“Alhamdulillah, kami kedatangan kakak-kakak mahasiswa yang luar biasa. Kehadiran mereka membawa banyak manfaat bagi sekolah ini. Perpustakaan yang sebelumnya kurang terawat kini menjadi bersih, rapi, dan sangat nyaman. Kami berharap pojok baca ini menjadi tempat yang membuat anak-anak semakin rajin membaca dan mencintai buku.”
Ia juga berharap perubahan yang dilakukan mahasiswa dapat terus dirasakan manfaatnya oleh warga sekolah meskipun program KKN telah selesai.
“Apa yang dilakukan kakak-kakak mahasiswa akan menjadi kenangan yang sangat berarti bagi sekolah ini. Perubahan perpustakaan benar-benar dirasakan oleh guru dan siswa, dan semoga menjadi amal jariyah bagi semua yang telah berkontribusi.”
Membangun Budaya Literasi dari Lingkungan Sekolah
Program Pojok Baca KKN Kelompok 75 tidak hanya diarahkan untuk menyediakan ruang membaca, tetapi juga membangun kebiasaan literasi yang dapat berlangsung secara berkelanjutan. Sasaran utama program adalah siswa kelas 1–3 yang berada pada tahap penting dalam pembentukan kebiasaan membaca.
Dengan perpustakaan yang lebih bersih, tertata, dan menarik, siswa memiliki ruang yang dapat digunakan untuk membaca, belajar, serta mengeksplorasi berbagai pengetahuan melalui buku. Keberadaan Pojok Baca juga diharapkan dapat mendukung guru dalam menciptakan aktivitas pembelajaran yang lebih variatif.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 75, revitalisasi perpustakaan menjadi salah satu bentuk kontribusi sederhana yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah. Pengelolaan dan pemanfaatan ruang tersebut selanjutnya dapat diteruskan oleh pihak sekolah dan siswa sehingga budaya membaca tetap tumbuh setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.
Revitalisasi Perpustakaan untuk Pendidikan Berkelanjutan
Pelaksanaan program Pojok Baca sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung tersedianya lingkungan dan fasilitas belajar yang dapat dimanfaatkan siswa. Revitalisasi perpustakaan menjadi bagian dari upaya menciptakan akses terhadap sumber belajar sekaligus membangun budaya literasi di lingkungan sekolah.
Melalui program ini, KKN Kelompok 75 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap Pojok Baca tidak berhenti sebagai fasilitas baru, tetapi benar-benar menjadi ruang yang hidup dan dimanfaatkan secara aktif oleh siswa, guru, serta seluruh warga SD Negeri 2 Ender.
Dari Perpustakaan yang Vakum Menjadi Ruang Literasi yang Hidup
Program Pojok Baca menjadi langkah nyata KKN Kelompok 75 dalam menghidupkan kembali perpustakaan SD Negeri 2 Ender yang kurang dimanfaatkan selama kurang lebih tiga tahun. Revitalisasi dilakukan secara menyeluruh melalui pembersihan, penataan buku, dekorasi ruang, dan pembuatan mural sehingga perpustakaan berubah menjadi ruang yang lebih nyaman dan menarik bagi siswa.
Sosialisasi yang menyertai peresmian juga menjadi bagian penting dalam memastikan siswa memahami cara memanfaatkan Pojok Baca. Melalui pengenalan fungsi perpustakaan, manfaat membaca, serta ajakan membangun kebiasaan membaca setiap hari, program ini diarahkan untuk memperkuat budaya literasi sejak usia sekolah.
Apresiasi dari pihak sekolah menunjukkan bahwa program tersebut memberikan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh guru dan siswa. Ke depan, keberlanjutan pemanfaatan Pojok Baca diharapkan dapat menjadi tanggung jawab bersama sehingga ruang tersebut terus berfungsi sebagai pusat belajar, membaca, dan pengembangan wawasan bagi warga sekolah.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Hizqil Akmalul Fauzi selaku Ketua KKN dan Siti Nurajijah selaku Sekretaris, di bawah pendampingan Dr. Hj. Anisatun Muthi’ah, M.Ag. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta melibatkan Iwan Sovwan selaku Kuwu dan Yeyet Haryanti selaku Ibu Kuwu.


