UIN Siber Cirebon — Mahasiswa KKN Kelompok 76 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan inovasi literasi melalui program Pojok Literasi Ceria (Cinta Edukasi, Rajin, dan Ingat Aksara) di SDN 1 Getrakmoyan. Program yang dilaksanakan pada 29 Juli 2026 di perpustakaan SDN 1 Getrakmoyan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa menghidupkan kembali fungsi perpustakaan sekaligus menumbuhkan minat baca siswa sejak dini.
Sebelum direvitalisasi, ruang perpustakaan SDN 1 Getrakmoyan sudah cukup lama tidak dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ruangan yang kurang tertata membuat perpustakaan belum menjadi ruang belajar yang menarik bagi siswa. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 76 berinisiatif mengubah ruang perpustakaan menjadi tempat literasi yang lebih bersih, nyaman, menarik, dan ramah bagi anak-anak.
Program Pojok Literasi Ceria tidak hanya berfokus pada perubahan fisik ruang perpustakaan, tetapi juga menghadirkan berbagai aktivitas yang mendorong siswa untuk lebih dekat dengan buku. Melalui pendekatan belajar sambil bermain, mahasiswa berupaya menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan dan tidak monoton.
Revitalisasi Perpustakaan Menjadi Ruang Literasi yang Nyaman
Proses revitalisasi dilakukan melalui pembersihan ruangan, penataan kembali rak buku, pengelompokan koleksi bacaan, penambahan dekorasi edukatif, serta penyediaan area membaca yang lebih nyaman.
Mahasiswa juga menghadirkan konsep reading corner dengan karpet dan buku-buku bergambar. Area tersebut dirancang agar siswa dapat membaca dengan suasana yang lebih santai sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu luang.
Kehadiran Pojok Literasi Ceria diharapkan dapat mengubah pandangan siswa terhadap perpustakaan. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan koleksi buku, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk belajar, bercerita, berimajinasi, dan mengembangkan kreativitas.
Membaca dan Bercerita dengan Cara yang Menyenangkan
Untuk memperkuat budaya membaca, mahasiswa KKN Kelompok 76 menyusun sejumlah kegiatan literasi yang dapat dilakukan secara rutin. Salah satunya adalah read aloud atau kegiatan membaca nyaring dan mendongeng yang dibawakan langsung oleh mahasiswa KKN.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mendengarkan cerita, memahami isi bacaan, serta berinteraksi dengan mahasiswa pendamping. Metode ini diharapkan dapat membantu anak-anak menikmati kegiatan membaca sekaligus memperkaya kosakata dan kemampuan memahami cerita.
Mahasiswa juga memperkenalkan tantangan membaca mingguan. Dalam kegiatan ini, siswa diajak membaca satu buku kemudian menceritakan kembali isi atau pesan yang diperoleh dari bacaan tersebut.
Aktivitas tersebut tidak hanya mendorong siswa untuk membaca, tetapi juga melatih kemampuan memahami informasi, mengingat isi bacaan, dan menyampaikan gagasan dengan percaya diri.
Selain itu, terdapat program pojok buku bergilir, yakni kegiatan pertukaran buku antarsiswa maupun antarkelas. Dengan sistem tersebut, koleksi bacaan dapat digunakan secara lebih luas sehingga siswa memiliki kesempatan untuk membaca berbagai jenis buku.
Pojok Literasi Ceria, Cinta Edukasi dan Ingat Aksara
Nama Pojok Literasi Ceria merupakan akronim dari Cinta Edukasi, Rajin, dan Ingat Aksara. Nama tersebut merepresentasikan harapan mahasiswa agar siswa memiliki kecintaan terhadap pendidikan, rajin belajar, serta menjadikan kemampuan membaca dan menulis sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Konsep yang diusung tidak hanya menekankan kemampuan membaca secara teknis, tetapi juga membangun pengalaman literasi yang menyenangkan. Membaca, mendengarkan dongeng, menceritakan kembali buku, hingga bertukar bacaan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan literasi melalui aktivitas yang dekat dengan dunia anak.
Dengan suasana yang lebih nyaman dan kegiatan yang beragam, siswa diharapkan semakin tertarik untuk mengunjungi perpustakaan dan menjadikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan.
Lengkapi Literasi Fisik dengan Media Digital
Tidak berhenti pada revitalisasi ruang perpustakaan, mahasiswa KKN Kelompok 76 juga membuat Website Pojok Literasi Ceria sebagai bagian dari pengembangan literasi digital.
Website tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendokumentasikan kegiatan, membagikan informasi, serta menyediakan konten edukatif bagi guru, siswa, dan masyarakat. Kehadiran website menjadi pelengkap bagi ruang literasi fisik sehingga akses terhadap informasi dan konten pembelajaran dapat diperluas melalui pemanfaatan teknologi.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penguatan budaya literasi dapat dilakukan dengan memadukan sumber belajar konvensional berupa buku dengan teknologi digital yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.
Sekolah Apresiasi Program Pojok Literasi Ceria
Program Pojok Literasi Ceria mendapat dukungan dari pihak SDN 1 Getrakmoyan. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, kepala sekolah, dan guru menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya membaca di sekolah.
Ibu Kepala SDN 1 Getrakmoyan menyampaikan apresiasinya terhadap program yang dilaksanakan mahasiswa.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini karena mampu menumbuhkan semangat belajar siswa dengan cara yang berbeda. Anak-anak jadi lebih antusias membaca ketika prosesnya dibuat menyenangkan.”
Apresiasi tersebut menjadi dorongan agar Pojok Literasi Ceria dapat terus dimanfaatkan setelah masa pelaksanaan KKN berakhir. Keberlanjutan program diharapkan dapat dilakukan melalui keterlibatan pihak sekolah dalam menjaga ruang baca, merawat koleksi, serta melanjutkan kegiatan literasi bersama siswa.
Dorong Budaya Literasi yang Berkelanjutan
Ketua KKN Kelompok 76, Toriq Janneti, bersama anggota kelompok berupaya menjadikan Pojok Literasi Ceria sebagai salah satu warisan program yang dapat terus memberikan manfaat bagi SDN 1 Getrakmoyan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Yusuf, M.Pd., turut mendampingi pelaksanaan kegiatan, sementara Junandi selaku Kepala Desa Getrakmoyan menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan pengabdian mahasiswa di wilayah desa.
Melalui program ini, KKN Kelompok 76 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap siswa semakin dekat dengan buku, memiliki minat baca yang lebih tinggi, serta mampu mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri melalui berbagai aktivitas literasi.
Pojok Literasi Ceria diharapkan tidak berhenti sebagai ruang yang baru selesai ditata, tetapi dapat terus hidup melalui kebiasaan membaca, kegiatan mendongeng, tantangan membaca, pertukaran buku, dan pemanfaatan media digital.
Pada akhirnya, revitalisasi perpustakaan ini menjadi langkah sederhana untuk membuka akses yang lebih luas terhadap pengetahuan. Sebab, ketika anak-anak menemukan pengalaman membaca yang menyenangkan, perpustakaan dapat berubah menjadi ruang untuk membuka imajinasi, memperluas wawasan, dan menumbuhkan mimpi.
Selaras dengan SDGs
Program Pojok Literasi Ceria sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung tersedianya lingkungan belajar yang nyaman serta penguatan kemampuan literasi anak. Pemanfaatan website sebagai media literasi digital juga menjadi langkah untuk memperluas akses terhadap sumber belajar berbasis teknologi.
Jangan lupa, UIN Siber Cirebon — terus menghadirkan pengabdian yang berdampak melalui penguatan literasi, pendidikan, dan pemanfaatan teknologi di tengah masyarakat.


