UIN Siber Cirebon (Kedah, Malaysia) — Mahasiswa Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi (Tapsi) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional di Maahad Al-Iman Li Ulumil Quran, Kuala Ketil, Kedah, Malaysia, pada 14–26 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengalaman akademik di lingkungan internasional sekaligus menerapkan ilmu Tasawuf dan Psikoterapi dalam kehidupan pendidikan Islam.
Tidak hanya belajar di ruang kelas, mahasiswa juga berinteraksi langsung dengan santri dan pendidik. Pengalaman tersebut membuka wawasan tentang praktik pendidikan Islam di Malaysia sekaligus memperkuat jejaring akademik antara Indonesia dan Malaysia.
Mengajarkan Tasawuf dan Psikoterapi kepada Santri
Salah satu kegiatan yang menarik adalah bincang santai bersama santri mengenai Tasawuf dan Psikoterapi. Mahasiswa mengajak para santri memahami hubungan antara pembinaan spiritual, kesehatan mental, ketenangan batin, dan pembentukan akhlak.
Pembahasan juga menyentuh persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, seperti pengelolaan stres, komunikasi yang sehat, serta pentingnya membangun pertemanan yang positif.
Mahasiswa menekankan bahwa setiap orang memiliki karakter dan pengalaman yang berbeda. Karena itu, saling memahami, menghargai, dan memberikan dukungan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pertemanan yang sehat.
Kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bahwa ilmu Tasawuf dan Psikoterapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun keseimbangan antara kesehatan spiritual, emosional, dan sosial.
Belajar Bahasa Arab untuk Memperdalam Ibadah
Pengalaman internasional mahasiswa Tapsi juga diperkuat melalui kegiatan kuliah umum yang menghadirkan pengajar dari Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu’adzam Shah (UniSHAMS), Kedah, Malaysia.
Syekh Dr. Ebrahim Mohammed Ahmad Eldesoky menyampaikan materi bertema “Bahasa Arab: Kunci Kehidupan dan Keutamaan Belajar Bahasa Arab dalam Beribadah.”
Menurutnya, memahami bahasa Arab bukan hanya berkaitan dengan kemampuan berbahasa. Penguasaan bahasa Arab juga dapat membantu seseorang memahami makna Al-Qur’an dan bacaan dalam ibadah secara lebih mendalam.
Pemahaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan penghayatan spiritual sehingga ibadah dilakukan dengan lebih sadar dan khusyuk.
Materi tersebut juga menguatkan pesan Tasawuf tentang pentingnya pembinaan diri, pengendalian diri, penyucian jiwa, dan pembentukan akhlak.
DPL Dampingi Mahasiswa hingga Malaysia
Kegiatan KKN-PPL Internasional ini mendapat pendampingan langsung dari Ketua Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Dr. H. Debi Fajrin Habibi, yang sekaligus bertugas sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Dr. Debi bahkan mengantar langsung mahasiswa dari Indonesia ke Malaysia. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari komitmen akademik untuk memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman internasional secara terarah dan bertanggung jawab.
“Mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus, tetapi juga belajar berinteraksi, berkomunikasi, dan memahami praktik pendidikan Islam dalam konteks internasional. Pengalaman ini diharapkan dapat memperkuat wawasan, kemandirian, dan kompetensi mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi,” ujarnya.
Dari Cirebon ke Malaysia, Membuka Wawasan Global
KKN-PPL Internasional Tapsi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di Malaysia menjadi pengalaman yang lebih dari sekadar kegiatan akademik.
Mahasiswa belajar menerapkan keilmuan, memahami budaya pendidikan yang berbeda, membangun komunikasi lintas negara, sekaligus memperluas wawasan tentang kehidupan masyarakat Muslim di Malaysia.
Program ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring pendidikan Islam Indonesia-Malaysia.
Pengalaman yang diperoleh selama berada di Malaysia diharapkan dapat dibawa pulang dan dikembangkan dalam kegiatan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.
Dari Cirebon ke Kedah, mahasiswa Tapsi belajar bahwa ilmu tidak mengenal batas negara. Pengalaman internasional menjadi bekal untuk membentuk generasi yang berwawasan global, berkarakter Islami, mandiri, dan mampu menghadirkan nilai Tasawuf dan Psikoterapi dalam kehidupan masyarakat.





