Panen Perdana Padi Pancasona di Lahan Wakaf Al-Bahjah Jadi Bukti Harmoni Teknologi, Syariah, dan Kearifan Lokal untuk Ketahanan Pangan Indonesia
UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menghadirkan inovasi inspiratif melalui penelitian bertajuk Transformasi Pertanian Purba Berbasis Syariah Melalui Smart Farming yang dilaksanakan di lahan wakaf Pondok Pesantren Al-Bahjah, sejak akhir Januari 2026.

Kolaborasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Ponpes Al-Bahjah Hadirkan Inovasi Pertanian Purba Berbasis Syariah dan Smart Farming
Penelitian tersebut menjadi kolaborasi strategis antara Tim MoRa The Air Funds UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama sejumlah perguruan tinggi lainnya dengan lokasi penelitian di kawasan wakaf pertanian Pondok Pesantren Al-Bahjah Pancalang, Kuningan, yang dipimpin ulama kharismatik Buya Yahya.
Menghidupkan Kembali Pertanian Leluhur yang Ramah Lingkungan
Di tengah pesatnya modernisasi pertanian yang kerap mengabaikan keseimbangan alam, penelitian ini justru menghadirkan pendekatan berbeda dengan menghidupkan kembali konsep pertanian purba berbasis syariah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Metode pertanian purba mengedepankan keharmonisan dengan alam melalui pemanfaatan pupuk alami dan tanpa penggunaan bahan kimia berbahaya seperti pestisida sintetis.
Deden Lesmana, anggota Tim MoRa sekaligus praktisi pertanian purba, menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan mengembalikan semangat pertanian lestari sebagaimana diwariskan para leluhur.
“Kami ingin menghadirkan kembali semangat pertanian lestari seperti yang dipraktikkan oleh para leluhur kami, yakni pertanian yang tidak merusak alam, sehat bagi manusia, dan berkelanjutan untuk masa depan,” ujarnya.
Smart Farming Jadi Kunci Efisiensi dan Produktivitas
Meski berbasis metode tradisional, penelitian ini tetap mengadopsi teknologi modern melalui penerapan smart farming untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pertanian.
Tim peneliti memanfaatkan sensor digital dan sistem irigasi cerdas guna memantau kondisi tanah, kelembaban, dan kebutuhan air secara real-time. Teknologi tersebut memungkinkan penggunaan air lebih efisien sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Integrasi teknologi dan nilai syariah ini menjadi contoh nyata bahwa inovasi modern dapat berjalan selaras dengan kearifan lokal dan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Panen Perdana Padi Pancasona Jadi Momentum Bersejarah
Perjuangan panjang Tim MoRa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang diketuai oleh Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag., akhirnya membuahkan hasil manis.
Pada Kamis, 7 Mei 2026, panen perdana padi pancasona berhasil dilaksanakan dengan sukses di lahan wakaf Pondok Pesantren Al-Bahjah Pancalang Kuningan.
Momentum tersebut dihadiri langsung oleh Buya Yahya, tim peneliti, tokoh masyarakat, para petani, dan santri yang bersama-sama merayakan keberhasilan awal penelitian pertanian berbasis syariah tersebut.
Keberhasilan panen perdana menjadi simbol bahwa kolaborasi antara pesantren, perguruan tinggi, teknologi, dan masyarakat mampu melahirkan inovasi pertanian yang berdampak nyata.
Uji Coba Kedua dengan Padi Basmati Seluas 4.000 Meter Persegi
Tidak berhenti pada panen perdana, penelitian terus dikembangkan melalui pembukaan lahan baru untuk uji coba kedua menggunakan varietas padi basmati.
Lahan seluas 4.000 meter persegi tersebut berada di samping area penelitian pertama seluas 750 meter persegi. Langkah ini menunjukkan keseriusan tim peneliti dalam memperluas implementasi pertanian purba berbasis syariah dan smart farming.
Pengembangan tersebut diharapkan mampu menjadi model pertanian masa depan yang efisien, sehat, dan berdaya saing tinggi.
Inspirasi Ketahanan Pangan dan Generasi Muda
Penelitian ini juga menjadi harapan baru bagi penguatan ketahanan pangan nasional berbasis keberlanjutan. Melalui pendekatan pertanian alami yang dipadukan dengan teknologi modern, Indonesia diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia.
Selain itu, inovasi ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda agar kembali tertarik menekuni sektor pertanian yang selama ini dianggap kurang menjanjikan.
Dengan pendekatan modern, digital, dan berbasis nilai syariah, dunia pertanian kini tampil lebih adaptif, inovatif, dan memiliki prospek besar di masa depan.
Harmoni Syariah dan Teknologi untuk Masa Depan Pertanian Indonesia
Kolaborasi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Pondok Pesantren Al-Bahjah menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai syariah dapat bersinergi dengan teknologi modern dalam menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat.
Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan, penelitian ini diharapkan mampu menjadi inspirasi nasional dalam membangun sistem pertanian yang sehat, mandiri, berkeadilan, dan ramah lingkungan.
Komitmen untuk terus mengembangkan penelitian dan berbagi ilmu kepada masyarakat luas menjadi bagian penting dari langkah besar menuju masa depan pertanian Indonesia yang lebih hijau, mandiri, dan berkelanjutan.




