UIN Siber Cirebon – UPT Ma’had Al-Jami’ah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon resmi menutup Workshop Telaah Substansi Modul Ma’had Al-Jami’ah untuk Penguatan Mutu Akademik di Grand Tryas Hotel Cirebon, Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi langkah strategis dalam menyempurnakan modul pembelajaran, memperkuat standar akademik, serta mendukung transformasi digital melalui integrasi modul ke dalam Aplikasi Sahaja.
Penutupan kegiatan dilaksanakan oleh Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Muhsin Riyadi, M.A., setelah rangkaian pleno hasil telaah dan penyampaian arahan akhir dari narasumber Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Prof. Dr. Ria Yulia Gloria, M.Pd., dan H. Toheri, S.Si., M.Pd. Sebanyak 13 tutor terpilih mengikuti kegiatan ini untuk meninjau dan menyempurnakan substansi modul sesuai dengan standar akademik yang ditetapkan.
LPM Tekankan Kualitas Substansi dan Standar Penulisan Modul
Dalam arahan akhirnya, Prof. Ria Yulia Gloria menegaskan pentingnya keterbacaan, ketepatan bahasa, dan konsistensi penyajian dalam penyusunan modul pembelajaran. Visual seperti gambar, bagan, dan diagram harus disajikan secara jelas, dilengkapi nomor serta judul, dan ditempatkan sesuai kaidah penulisan akademik.

“Satu hal yang dinilai dalam validasi adalah keterbacaan. Kalau gambar atau bagan tidak terbaca, maka tidak ada manfaatnya. Setiap gambar harus diberi nomor dan judul gambar di bawah posisi tengah dengan cetak tebal,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar penggunaan bahasa dalam modul mengacu pada kaidah bahasa Indonesia yang baku, komunikatif, dan mudah dipahami. Penyusun perlu menghindari istilah yang tidak sesuai dengan standar bahasa Indonesia serta memastikan gaya penulisan tetap akademik dan tidak menyerupai naskah ceramah. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk penyuntingan dapat dilakukan secara terarah dengan tetap memeriksa ketepatan hasilnya.
Sementara itu, H. Toheri menyoroti kelengkapan administrasi dan peluang pengembangan modul dalam berbagai format. Lembar pengesahan modul, menurutnya, perlu memuat lima unsur, yaitu penulis, pemeriksa, pengesah atau penyetuju, penetap, dan pengendali.

Ia juga mendorong pengembangan modul dalam format flipbook, audio, dan video agar materi pembelajaran lebih mudah diakses oleh beragam kalangan, termasuk mahasiswa dengan hambatan penglihatan.
“Ke depan, pengayaan dalam bentuk audio modul atau video sangat penting. Ketika mahasiswa tidak bisa membaca atau memiliki keterbatasan penglihatan (disabilitas), mereka tetap bisa belajar lewat pendengaran,” ungkapnya.
Selain memperluas akses pembelajaran, modul juga diharapkan dapat dibuka untuk masyarakat di luar lingkungan kampus sehingga manfaatnya menjangkau lebih banyak pembelajar.
Selaras dengan SDGs melalui Pendidikan Inklusif dan Transformasi Digital
Penyusunan modul yang bermutu dan mudah diakses turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas. Melalui standardisasi materi dan pengembangan sumber belajar digital, UPT Ma’had Al-Jami’ah berupaya memperkuat kualitas pembelajaran serta memperluas akses terhadap materi yang terstruktur dan mudah dipelajari.

Pengembangan modul dalam format audio, video, dan flipbook juga sejalan dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, terutama melalui upaya mengurangi hambatan akses belajar bagi mahasiswa dengan disabilitas. Sementara itu, integrasi modul ke dalam Aplikasi Sahaja mencerminkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung ekosistem pembelajaran digital, yang relevan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Dengan demikian, digitalisasi modul tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan efisiensi layanan akademik, tetapi juga untuk mendorong pembelajaran yang lebih inklusif dan memperluas pemanfaatan sumber pengetahuan.
Dukung Roadmap Digitalisasi Ma’had
Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Dr. Muhsin Riyadi, M.A., menyampaikan apresiasi kepada narasumber, pengelola Ma’had, dan seluruh tutor yang telah berkontribusi dalam proses telaah modul. Ia menegaskan bahwa penyusunan modul merupakan bagian dari peta jalan pengembangan Ma’had untuk lima tahun ke depan, sekaligus upaya mendukung visi kampus digital yang mengedepankan pemanfaatan teknologi dan budaya kerja paperless.

“Penyusunan modul ini adalah bagian dari ijtihad dan roadmap kerja Ma’had untuk lima tahun ke depan. Kita berkomitmen mendukung amanah Pak Menteri dan Pak Rektor untuk menjadikan kampus kita sebagai kampus digital yang paperless. Modul-modul ini akan diunggah ke Aplikasi Sahaja dan kita daftarkan ISBN-nya agar terdaftar secara resmi di negara serta dapat menunjang karir akademik para tutor,” tuturnya.
Ia juga menekankan perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap standar kompetensi tutor, khususnya dalam pembelajaran Kitab Kuning yang membutuhkan kedalaman pemahaman, ketelitian membaca, dan kemampuan menafsirkan isi secara komprehensif.

Melalui workshop ini, UPT Ma’had Al-Jami’ah UIN Siber Cirebon berharap dapat menghasilkan modul pembelajaran yang bermutu, terstandar, dan siap dikembangkan dalam ekosistem digital. Upaya tersebut diharapkan memperkuat kualitas pembelajaran Ma’had sekaligus memperluas akses terhadap sumber belajar yang inklusif dan berkelanjutan.


