UIN Siber Cirebon – Di tengah suksesnya pelaksanaan hari pertama Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Tahun 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan ruang dialog yang informatif dan inspiratif melalui podcast khusus yang membahas berbagai aspek pelaksanaan seleksi nasional berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Computer Based Test (CBT).
Podcast tersebut menghadirkan Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., serta Kepala UPT Admisi dan Promosi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Basiran, M.A. sebagai narasumber utama.
Dalam suasana santai namun penuh substansi, ketiga narasumber membahas kesiapan kampus, pelaksanaan ujian hari pertama, layanan bagi peserta, hingga komitmen UIN Siber Cirebon dalam menghadirkan proses seleksi yang profesional, inklusif, dan berbasis teknologi digital.
Hari Pertama UM-PTKIN Berjalan Lancar dan Kondusif
Mengawali podcast, Kepala UPT Admisi dan Promosi, Basiran, M.A., menjelaskan bahwa pelaksanaan hari pertama UM-PTKIN 2026 di Panitia Lokal UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Menurutnya, seluruh infrastruktur teknologi mulai dari server, jaringan internet, perangkat komputer, hingga sistem SSE telah dipersiapkan secara matang jauh sebelum pelaksanaan ujian berlangsung.
“Alhamdulillah, hari pertama berjalan dengan baik. Peserta hadir tepat waktu, sistem berjalan stabil, dan seluruh panitia bekerja sesuai tugasnya masing-masing. Ini hasil dari koordinasi dan persiapan yang telah dilakukan secara intensif sejak beberapa bulan terakhir,” jelas Basiran.
Ia juga menyampaikan bahwa Panlok UIN Siber Cirebon terus melakukan evaluasi harian untuk memastikan setiap sesi ujian berjalan semakin baik.
UM-PTKIN Bukan Sekadar Seleksi, Tetapi Gerbang Masa Depan
Wakil Rektor III, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., menegaskan bahwa UM-PTKIN bukan hanya proses seleksi akademik semata, melainkan pintu masuk bagi generasi muda yang akan menjadi calon pemimpin masa depan.
Menurutnya, setiap peserta yang mengikuti ujian membawa harapan besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih cita-cita.
“Kami melihat peserta UM-PTKIN bukan sekadar nomor ujian. Mereka adalah generasi masa depan bangsa yang sedang berjuang meraih mimpi. Karena itu, tugas kampus adalah memastikan mereka mendapatkan pelayanan terbaik sejak pertama kali datang ke lingkungan UIN Siber Cirebon,” ungkap Prof. Hajam.
Ia juga mengapresiasi semangat para peserta, termasuk peserta dari luar daerah dan peserta berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian dengan penuh optimisme.
Teknologi dan Pelayanan Harus Berjalan Beriringan
Sementara itu, Wakil Rektor II, Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag., menjelaskan bahwa transformasi digital dalam pelaksanaan UM-PTKIN harus diimbangi dengan kualitas pelayanan yang humanis.
Menurutnya, keberhasilan sistem berbasis teknologi tidak hanya diukur dari kelancaran perangkat dan jaringan, tetapi juga dari kenyamanan peserta selama mengikuti ujian.
“Teknologi adalah alat, tetapi pelayanan adalah wajah institusi. Karena itu kami memastikan seluruh fasilitas, sarana pendukung, petugas keamanan, cleaning service, hingga panitia memberikan layanan terbaik kepada peserta dan orang tua yang hadir di kampus,” jelas Prof. Jamali.
Ia menambahkan bahwa UIN Siber Cirebon terus berkomitmen menghadirkan tata kelola layanan yang modern, profesional, dan berorientasi pada kepuasan pengguna layanan pendidikan.
Kampus Ramah Peserta dan Ramah Difabel
Salah satu topik yang mendapat perhatian khusus dalam podcast tersebut adalah komitmen UIN Siber Cirebon dalam menghadirkan layanan yang ramah peserta dan ramah difabel.
Para narasumber menjelaskan bahwa seluruh peserta memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses pendidikan tinggi yang berkualitas tanpa diskriminasi.
Pelayanan khusus bagi peserta penyandang disabilitas menjadi salah satu bukti nyata komitmen kampus dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
“Kami ingin seluruh peserta merasa diterima dan dihargai. Inilah nilai yang terus kami bangun sebagai kampus siber yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan,” ujar Prof. Hajam.
Menjadi Wajah Transformasi UIN Siber Cirebon
Podcast yang diselenggarakan di sela pelaksanaan UM-PTKIN 2026 tersebut tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat mengenai proses seleksi masuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.
Melalui dialog yang terbuka dan inspiratif, publik dapat melihat secara langsung bagaimana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mempersiapkan dan melaksanakan UM-PTKIN secara profesional dengan dukungan teknologi digital, sumber daya manusia yang kompeten, serta semangat pelayanan prima.
Sebagai PTKIN Siber pertama di Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang modern, inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Podcast ini menjadi refleksi bahwa di balik layar pelaksanaan UM-PTKIN, terdapat kerja keras, dedikasi, dan semangat kolaborasi seluruh sivitas akademika untuk memastikan setiap peserta mendapatkan pengalaman terbaik dalam menapaki langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah.








