UIN Siber Cirebon – Enam mahasiswi Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) semester 7 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon resmi memulai Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cirebon pada Senin, 7 September 2026. Kegiatan PPL yang berlangsung selama satu bulan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan akademik sekaligus belajar memahami proses pembinaan warga binaan secara langsung.
Kegiatan pembukaan dihadiri Kepala Rutan Kelas I Cirebon Jonson Manurung, A.Md.IP., S.H., M.Si., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Eha Julaeha, M.Ag., Kepala Sub Seksi BHPT Fuad Hasan, S.H., M.H., serta sejumlah pihak Rutan. Enam mahasiswa yang mengikuti PPL terdiri atas Sabrinaryne Choirunnisya, Vivi Nur Amaliyah, Tiara Roichah, Ade Zulfa Hidayati, Pepi Haryani, dan Siti Fadillah.
Rutan Buka Ruang Belajar dan Kontribusi Mahasiswa
Kepala Rutan Kelas I Cirebon, Jonson Manurung, menyampaikan keterbukaan pihak Rutan dalam menerima mahasiswa untuk belajar sekaligus mengikuti berbagai kegiatan pembinaan yang berlangsung di lingkungan Rutan.
“Ade-ade kami terima dengan terbuka di sini, santai saja, jangan takut, silakan belajar, ikuti kegiatan-kegiatan kami, dan apabila ada yang perlu dibantu silakan komunikasikan,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan pemasyarakatan. Bagi mahasiswa BKI, pengalaman di Rutan menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan observasi, komunikasi, empati, sekaligus keterampilan memberikan layanan bimbingan dan konseling secara profesional.
PPL Tidak Sekadar Praktik Teori
DPL Eha Julaeha, M.Ag., turut memberikan penguatan agar mahasiswa menjadikan PPL sebagai proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan akademik, tetapi juga pembentukan sikap dan karakter calon konselor.
“PPL di Rutan Kelas 1 Cirebon bukan hanya mempraktikkan teori yang didapat di bangku kuliah saja, tapi latihan untuk diri sendiri, terutama hati. Sabar, jaga sikap dan harus disiplin. Terutama jaga etika, jaga nama baik almamater. Sukses untuk kita semua,” tuturnya.
Penguatan tersebut menempatkan PPL sebagai proses pembelajaran yang menyatukan kompetensi akademik dengan kemampuan interpersonal. Mahasiswa dituntut mampu menjaga etika, kedisiplinan, serta sikap profesional ketika berinteraksi dengan warga binaan maupun seluruh pihak di lingkungan Rutan.
Tujuh Target Layanan Bimbingan dan Konseling
Selama satu bulan, mahasiswa BKI telah menyiapkan tujuh target layanan sebagai arah pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Rangkaian tersebut diawali dengan need assessment untuk mengidentifikasi kebutuhan, kondisi, permasalahan, dan potensi warga binaan.
Hasil assessment akan menjadi dasar penyusunan action plan, kemudian dilanjutkan dengan bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan konseling individu sesuai kebutuhan. Mahasiswa juga merancang pengembangan media layanan digital sebagai inovasi dalam penyampaian informasi dan edukasi.
Dengan pendekatan tersebut, kehadiran mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan observasi, tetapi dapat memberikan kontribusi yang terarah dan mendukung proses pembinaan warga binaan.
Mengenal Keberagaman Kegiatan Pembinaan
Sebelum memberikan layanan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi terhadap berbagai kegiatan pembinaan yang telah berjalan di Rutan Kelas I Cirebon. Pada hari kedua, mahasiswa mengikuti bimbingan mental Muslimah, pembelajaran Bahasa Inggris, serta pembelajaran membaca, menulis, dan berhitung (calistung) bagi warga binaan yang mengalami buta huruf.
Bimbingan mental Muslimah diikuti 24 warga binaan perempuan dengan materi mengenai doa memohon kesehatan, keberkahan, dan husnul khatimah. Sementara itu, pembelajaran Bahasa Inggris diikuti 16 warga binaan laki-laki melalui kegiatan memahami dan menyanyikan lagu I Finally Feel at Home. Pembelajaran calistung diikuti 15 warga binaan dengan materi pengenalan huruf, latihan menulis identitas pribadi, dan mengenal nama-nama hari.
Pada hari ketiga, mahasiswa kembali mengobservasi kegiatan pembinaan, antara lain bimbingan mental Nasrani, kelas Bahasa Mandarin, dan pembelajaran calistung. Rangkaian observasi tersebut membantu mahasiswa memahami karakteristik, kebutuhan, serta keberagaman aktivitas pembinaan sebelum merancang layanan yang sesuai.
Menumbuhkan Harapan melalui Pengalaman PPL
Melalui tujuh target layanan yang telah dirancang, mahasiswa BKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berupaya menghadirkan layanan yang berangkat dari kebutuhan warga binaan. Selama satu bulan ke depan, mahasiswa akan terus belajar, mengobservasi, merancang, dan melaksanakan kegiatan layanan di bawah arahan pihak Rutan dan DPL.
Kegiatan ini sekaligus mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pengalaman pembelajaran mahasiswa di lingkungan nyata serta pengembangan kompetensi calon konselor. Di sisi lain, pelaksanaan PPL juga menjadi bentuk pembelajaran inklusif yang membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami keberagaman kebutuhan manusia dan berkontribusi dalam proses pembinaan.
Dengan demikian, PPL di Rutan Kelas I Cirebon diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi pengalaman untuk menumbuhkan empati, menguatkan diri, dan menghadirkan layanan yang dapat membantu warga binaan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.




