Cirebon — Kementerian Agama Republik Indonesia menorehkan babak baru dalam ekosistem kehumasan nasional dengan digelarnya pengukuhan pengurus cabang Ikatan Pranata Humas (IPRAHUMAS) Kementerian Agama yang pertama. Acara sakral yang dirangkaikan dengan agenda Pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) Kehumasan ini dilangsungkan secara hibrida pada Kamis, 17 September 2026 (17/09/2026).
Agenda penting ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan, Komunikasi Publik dan Sumber Daya Manusia, Dr. Isma’il Cawidu, Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hubungan Kelembagaan, Prof. Dr. Iswani Suwarputra, serta Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik selaku Dewan Pengarah IPRAHUMAS Cabang Kemenag RI, Dr. Thobib Al-Asyhar. Turut hadir pula ribuan insan humas dari pusat, Kanwil, Kankemenag, PTKN, hingga unit KUA dan madrasah melalui platform Zoom Meeting.
Tonggak Sejarah dan Kekuatan Mega Jejaring 5.6 Ribu SDM Kehumasan
Dalam laporan sambutannya, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik, Dr. Thobib Al-Asyhar, menyampaikan bahwa pendirian dan pengukuhan pengurus Cabang IPRAHUMAS Kementerian Agama hari ini merupakan yang pertama di lingkungan Kementerian Agama. Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru agar ekosistem kehumasan memiliki wadah profesi yang resmi, mandiri, solid, dan terstruktur.
“Berdasarkan data terkini, Kementerian Agama diperkuat lebih dari 5.000 SDM kehumasan yang tersebar di seluruh pelosok nusantara, yang terdiri dari 1.266 pejabat fungsional pranata humas dan 4.375 pengelola kehumasan… Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan mega jejaring komunikasi publik pemerintah yang memiliki kemampuan nasional dalam membangun dan mengawal strategi komunikasi keagamaan dan kebangsaan,” ungkap Thobib.
Kekuatan jejaring masif ini terbukti membawa berbagai capaian dan apresiasi di tingkat nasional, termasuk raihan penghargaan Government Public Relations (GPR) Award 2026 serta apresiasi dalam ajang Anugerah Humas Indonesia. Guna menjaga kesinambungan mutu, Biro Humas Kemenag juga terus menggencarkan program pembinaan berkelanjutan melalui seri level-up, seperti Humas Level Up, HKP Level Up, Madrasah Level Up, KUA Level Up, hingga program koordinasi rutin Humas Weekly Insight yang dimulai hari ini.
Pesan Sekjen Kemenag: Humas Harus Proaktif dan Sebarkan Kabar Baik
Dalam arahannya usai mengukuhkan pengurus secara resmi, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, memberikan apresiasi sekaligus harapan besar kepada para pengurus yang baru dilantik. Sekjen menegaskan bahwa kementerian ini mengemban amanah besar di bidang pendidikan dan keagamaan, sehingga citra institusi sangat bergantung pada kinerja profesional para insan kehumasan sebagai garda terdepan.
“Kita berharap IPRAHUMAS Kementerian Agama ini tidak hanya reaktif terhadap peristiwa yang sedang terjadi, tapi harus proaktif menyampaikan informasi, berita-berita positif, dan praktik-praktik baik yang sudah dilaksanakan oleh Kementerian Agama,” tegas Kamaruddin Amin.
Mengutip teladan risalah tentang penyampaian informasi yang menyejukkan, Sekjen mengingatkan para pranata humas agar senantiasa menghadirkan informasi yang berkualitas, proporsional, serta langsung berdampak positif bagi masyarakat. Kehadiran IPRAHUMAS diharapkan mampu menjadi game changer dalam mengawal transformasi menuju Indonesia Emas 2045.
Pembekalan Strategis dari Pakar Komunikasi
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pembinaan teknis yang menghadirkan narasumber-narasumber kompeten di bidangnya, antara lain:
-
Dr. Drs. Ismail Cawidu, M.Si memaparkan materi mengenai Strategi Komunikasi Kementerian Agama.
-
Prof. Dr. H. Iswandi Syahputra, M.Si mengupas tuntas tentang Strategi Pembentukan Opini Publik.
-
Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si memberikan pembekalan terkait Protokol Komunikasi Krisis Pemerintah.
Melalui pengukuhan dan pembinaan intensif ini, seluruh insan kehumasan Kementerian Agama diharapkan semakin adaptif, mahir merancang komunikasi yang impactful, serta mampu membangun reputasi kementerian yang semakin terpercaya di mata publik.


