UIN Siber Cirebon (Malaysia) – Delegasi dosen dan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Siber Cirebon menghadiri Festival Turath Islami Malaysia dan Pameran Busana Muslim Nusantara yang berlangsung di Masjid Putra, Putrajaya, Malaysia, Rabu (16/9/2026).
Keikutsertaan delegasi FDKI menjadi bagian dari rangkaian program Internship dan Joint Practicum bersama Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk memperluas wawasan keislaman global serta memperoleh pengalaman akademik dalam konteks internasional.
Perluas Wawasan Keislaman melalui Forum Internasional
Delegasi FDKI terdiri atas Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., selaku Wakil Dekan II sekaligus Dosen Pembimbing, serta mahasiswa dari sejumlah program studi, yaitu Gina Nurani dari Komunikasi dan Penyiaran Islam, Alisiah dari Pengembangan Masyarakat Islam, Nayla Nathania Zahra Hisyam dari Bimbingan dan Konseling Islam, serta Ahmad Fadhaillah Nabhan Al-Hamadi dari Sosiologi Agama.

Festival Turath Islami menjadi forum yang mempertemukan ulama, akademisi, dan budayawan Islam dari berbagai negara untuk mengkaji khazanah turath, yakni warisan intelektual Islam klasik, serta relevansinya dengan perkembangan kehidupan kontemporer.
Pada penyelenggaraan tahun ini, festival menghadirkan sejumlah ulama dan tokoh dari berbagai negara, di antaranya Syekh Prof. Dr. Ali Jum’at (Mantan Mufti Agung Mesir), Rektor University al-Qarawiyyin Akhyar Institut Indonesia), Ustadz Dr. Adi Hidayat (Indonesia), Dr. Syuhadak bin Mahmud Al-Ja’fari (Malaysia), Ustadzah Noraine binti Abu Mudurah (Malaysia), Baba Haji Ghazali Ahmad Al-Fathani (Malaysia), Ahmad Fauwaz Fadzhil (Malaysia) dan Ustadz Wadi Anuar (Malaysia). Rangkaian kegiatan dikemas melalui seminar ilmiah, diskusi panel, dan halaqah turath di ruang utama Masjid Putra.
Busana Muslim sebagai Media Dakwah Kultural
Selain forum keilmuan, festival turut menghadirkan Pameran Busana Muslim Nusantara yang menampilkan koleksi busana muslim tradisional dan kontemporer dari Malaysia. Pameran tersebut memperlihatkan bagaimana identitas keislaman dapat hadir melalui ekspresi budaya dan karya seni yang dekat dengan masyarakat.

Mahasiswa FDKI memanfaatkan kegiatan tersebut untuk melakukan observasi partisipatif terhadap strategi komunikasi dakwah melalui pendekatan seni, budaya, dan fashion. Pengalaman ini relevan dengan kajian mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam serta Sosiologi Agama, khususnya dalam memahami bentuk-bentuk dakwah yang berkembang dalam masyarakat multikultural.
Pengalaman Akademik untuk Penguatan Kompetensi Global
Dekan FDKI UIN Siber Cirebon, Dr. Naila Farah, M.Ag., menilai partisipasi dalam festival memiliki relevansi dengan profil lulusan FDKI.
“Festival Turath Islami memberikan pengalaman akademik langsung bagi mahasiswa untuk memahami Islam sebagai warisan intelektual global. Mahasiswa tidak hanya belajar dari teks, tetapi berguru langsung dengan ulama-ulama besar dari berbagai negara. Ini adalah model pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang sangat penting untuk penguatan kompetensi dakwah lintas budaya,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., menilai kegiatan tersebut turut memperkaya wawasan mahasiswa mengenai diplomasi budaya Islam.
“Melalui Masjid Putra sebagai pusat kegiatan, mahasiswa dapat melihat bagaimana Malaysia mengelola masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai pusat peradaban, edukasi, dan promosi turath Islam. Pameran busana Nusantara juga menjadi pelajaran tentang bagaimana dakwah dapat dikemas secara estetis dan diterima secara global,” jelasnya.

Keikutsertaan dalam Festival Turath Islami Malaysia menjadi bagian dari upaya FDKI UIN Siber Cirebon membangun jejaring keilmuan internasional sekaligus mempertemukan khazanah turath Islam dengan pendekatan dakwah kontemporer. Pengalaman lintas negara tersebut diharapkan memperkuat kompetensi mahasiswa dalam memahami Islam, komunikasi dakwah, dan dinamika masyarakat secara moderat, inklusif, serta berwawasan global.
Kegiatan ini juga mendukung SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan penguatan kompetensi lintas budaya, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui pengembangan kerja sama dan jejaring akademik internasional.


