UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 97 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan program pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tempe di Desa Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, melalui fasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) sekaligus observasi proses produksi tempe. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026) ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa dalam mendukung penguatan legalitas usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada proses administrasi penerbitan NIB, tetapi juga memberikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung pengelolaan usaha pangan lokal yang menjadi salah satu potensi ekonomi Desa Kedungjaya.
Dampingi UMKM Memperoleh Legalitas Usaha
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke lokasi usaha tempe milik warga untuk melakukan koordinasi sekaligus wawancara singkat mengenai profil usaha dan kelengkapan dokumen yang diperlukan dalam proses penerbitan NIB melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Mahasiswa kemudian mendampingi pelaku UMKM mengisi data hingga Nomor Induk Berusaha berhasil diterbitkan. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperoleh legalitas resmi sehingga memiliki peluang lebih besar dalam mengembangkan usaha, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan.
Selain memberikan pendampingan teknis, mahasiswa juga menyampaikan edukasi mengenai pentingnya legalitas usaha sebagai salah satu fondasi pengembangan UMKM yang berkelanjutan.
Belajar Langsung Proses Produksi Tempe
Setelah proses penerbitan NIB selesai, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan mengamati secara langsung seluruh tahapan produksi tempe. Mulai dari proses pemilihan dan pencucian kedelai, perebusan, perendaman, pengupasan kulit, pencampuran ragi, pembungkusan, hingga fermentasi sebelum produk dipasarkan kepada masyarakat.
Observasi tersebut memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa mengenai tata kelola usaha pangan tradisional, sekaligus memperkaya pemahaman tentang pentingnya menjaga kualitas produksi agar mampu bersaing di pasar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya, baik dari sisi legalitas, produksi, maupun pemasaran.
Mendorong UMKM yang Lebih Berkembang
Ketua RW 1 Desa Kedungjaya mengapresiasi pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN karena memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha di wilayahnya.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari mahasiswa KKN, terutama dalam proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Selama ini kami belum memahami cara mengurus legalitas usaha. Selain itu, mahasiswa juga menunjukkan perhatian terhadap proses produksi tempe yang kami jalankan. Semoga dengan adanya NIB, usaha kami dapat berkembang, lebih dipercaya oleh konsumen, dan memiliki peluang yang lebih besar untuk maju,” ungkapnya.
Melalui program ini, KKN Kelompok 97 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap semakin banyak UMKM desa yang memiliki legalitas usaha sekaligus mampu meningkatkan kualitas produk dan daya saingnya. Pendampingan tersebut juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Mendukung Pencapaian SDGs
Pendampingan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi UMKM tempe di Desa Kedungjaya mencerminkan kontribusi nyata KKN Kelompok 97 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan legalitas dan daya saing UMKM, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong transformasi administrasi usaha melalui sistem OSS, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat desa.


