UIN Siber Cirebon (Palir) – Semangat membangun pertanian yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan terus digelorakan di Desa Palir, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama masyarakat dan para petani mengikuti penyuluhan serta praktik pembuatan pestisida hayati pada Senin (3/8/2026) di kediaman Bapak Sumantri, Desa Palir.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan edukasi, praktik lapangan, dan kolaborasi antara mahasiswa, petani, penyuluh pertanian, serta Kementerian Pertanian dalam mendorong pertanian yang lebih berkelanjutan.
Penyuluhan menghadirkan Penyuluh Pertanian Desa Palir, Ayu Teni Karthika, S.TP., bersama Koordinator Penyuluh Kecamatan Tengah Tani, Suari, A.Md., serta Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Dede Wardaya, yang memberikan materi sekaligus mendampingi praktik pembuatan pestisida hayati.
Belajar Mengolah Bahan Alami Menjadi Pestisida Ramah Lingkungan
Dalam sesi penyuluhan, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep pestisida hayati, manfaat penggunaannya, hingga teknik pembuatannya menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan.
Narasumber menjelaskan bahwa pestisida hayati menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan pestisida kimia karena mampu membantu mengendalikan hama tanpa merusak keseimbangan lingkungan.
Selain itu, pemanfaatan bahan lokal juga dinilai mampu mengurangi biaya produksi pertanian sekaligus mendorong masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya.
Diskusi Interaktif, Petani Sampaikan Tantangan di Lapangan
Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan interaktif. Para petani memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung mengenai berbagai kendala yang mereka hadapi, terutama serangan hama pada tanaman padi.
Melalui dialog bersama penyuluh dan tim Kementerian Pertanian, berbagai solusi dibahas, termasuk pemanfaatan pestisida hayati sebagai salah satu alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.
Mahasiswa KKN juga aktif mengikuti diskusi sebagai bagian dari proses belajar sekaligus memahami kebutuhan riil masyarakat di sektor pertanian.
Praktik Langsung Membuat Pestisida Hayati
Tidak hanya menerima materi, peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan pestisida hayati.
Bahan-bahan yang digunakan berasal dari tanaman yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar, seperti:
- Jahe
- Lengkuas
- Kunyit
- Bawang putih
- Sereh
- Daun sirih
- Daun sirsak
- Daun nimba
- Daun brenuk
- Brotowali
- Daun pepaya
- Air cucian beras
Seluruh bahan diiris, ditumbuk menggunakan alu dan lumpang, kemudian dicampurkan ke dalam ember berkapasitas 25 liter bersama air cucian beras sebagai media fermentasi.
Setelah difermentasi sesuai petunjuk teknis dari narasumber, larutan disaring sehingga menghasilkan pestisida hayati yang siap diaplikasikan pada tanaman sesuai dosis yang dianjurkan.
Praktik ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta sehingga mereka dapat menerapkannya secara mandiri di lahan pertanian masing-masing.
Mahasiswa KKN Hadir Mendampingi Masyarakat
Mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berperan aktif selama kegiatan berlangsung, mulai dari membantu menyiapkan alat dan bahan hingga mengikuti setiap tahapan praktik bersama para petani.
Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar memahami kondisi pertanian secara langsung serta membangun komunikasi dengan masyarakat.
Kolaborasi untuk Pertanian Berkelanjutan
Penyuluhan dan praktik pembuatan pestisida hayati menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, masyarakat Desa Palir, penyuluh pertanian, dan Kementerian Pertanian dalam mengembangkan sistem pertanian yang lebih sehat, hemat biaya, dan ramah lingkungan.
Kehadiran Koordinator Penyuluh Kecamatan Tengah Tani, Suari, A.Md., serta POPT Dede Wardaya semakin memperkaya wawasan peserta karena mereka memperoleh pengetahuan langsung dari tenaga teknis yang berpengalaman di bidang perlindungan tanaman.
Melalui kolaborasi ini diharapkan masyarakat semakin percaya diri memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai solusi pengendalian hama sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Mendukung SDGs dan Ketahanan Pangan
Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDG 2 – Zero Hunger (Tanpa Kelaparan): Mendukung pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan pestisida hayati.
- SDG 12 – Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Mendorong penggunaan bahan alami yang ramah lingkungan.
- SDG 13 – Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim): Mengurangi dampak penggunaan bahan kimia terhadap lingkungan.
- SDG 15 – Life on Land (Menjaga Ekosistem Daratan): Melindungi kesuburan tanah dan keanekaragaman hayati melalui praktik pertanian berkelanjutan.
Semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan terus berlanjut sehingga mampu menciptakan petani yang semakin mandiri, inovatif, serta siap menghadapi tantangan pertanian di masa depan.


