UIN Siber Cirebon — Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Rekognisi Program Studi Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Nailurrif’ah, menghadirkan pembelajaran matematika yang aktif dan bermakna bagi peserta didik kelas XI SMA Plus Al-Anwariyah. Kegiatan yang dimulai pada 3 September 2026 ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa dalam praktik pembelajaran sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah berbasis pesantren.
Pelaksanaan kegiatan mengajar tersebut berlangsung di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Hj. Indah Nursuprianah, M.Si. Nailurrif’ah sendiri merupakan mahasiswa Tadris Matematika yang juga berstatus sebagai guru di SMA Plus Al-Anwariyah. Pengalaman ini menjadi kesempatan untuk mengintegrasikan kompetensi akademik dengan praktik pembelajaran secara langsung.
Pembelajaran Materi Lingkaran melalui Metode Diskusi Kelompok
Dalam kegiatan pembelajaran matematika kelas XI, materi yang dipelajari adalah Lingkaran, meliputi unsur-unsur lingkaran, panjang busur, luas juring, serta garis singgung persekutuan dua lingkaran. Pembelajaran dilaksanakan di kelas putra dan putri dengan pendekatan yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik.

Untuk membantu peserta didik memahami konsep secara lebih mendalam, pembelajaran dirancang menggunakan metode diskusi kelompok dengan memanfaatkan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD). LKPD tersebut dilengkapi kode QR yang mengarahkan peserta didik pada video penjelasan materi, diagram unsur-unsur lingkaran, serta lembar rumus sebagai panduan dalam menyelesaikan soal.
Melalui metode ini, peserta didik tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memahami konsep, berdiskusi, dan membangun pemahaman bersama. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan dan dibahas di papan tulis untuk memperkuat pemahaman terhadap materi yang dipelajari.
Mendorong Keaktifan dan Pemahaman Konsep Matematika

Suasana pembelajaran berlangsung dinamis dan interaktif. Peserta didik saling bertukar pendapat, mencermati petunjuk dalam LKPD, serta menyelesaikan persoalan matematika bersama anggota kelompoknya. Berbagai soal latihan diberikan, mulai dari menentukan panjang busur dan luas juring hingga menghitung panjang garis singgung persekutuan luar dan dalam dengan menerapkan teorema Pythagoras.
Lingkungan pesantren yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan nilai-nilai religius turut mendukung terciptanya suasana belajar yang tertib, nyaman, dan saling menghargai. Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.
Integrasi Pendidikan Akademik dan Nilai Pesantren
SMA Plus Al-Anwariyah yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Anwariyah memiliki karakteristik pendidikan yang memadukan pembelajaran umum dengan penguatan nilai keagamaan dan kebangsaan. Hal tersebut tercermin melalui mata pelajaran Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah) yang menanamkan nilai akhlak dan moderasi beragama.
Selain itu, kegiatan English Club menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris serta meningkatkan keberanian dalam berkomunikasi. Perpaduan berbagai kegiatan tersebut mendukung pembentukan peserta didik yang memiliki kompetensi akademik, karakter yang baik, dan keterampilan komunikasi.
PLP Rekognisi sebagai Bekal Profesional Calon Pendidik

Pengalaman mengajar di SMA Plus Al-Anwariyah memberikan pembelajaran berharga bagi Nailurrif’ah dalam menghubungkan materi matematika dengan karakteristik dan kehidupan peserta didik di lingkungan pesantren. Praktik ini juga menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan pedagogis, merancang strategi pembelajaran, serta memahami dinamika proses belajar mengajar secara langsung.
Melalui pelaksanaan PLP rekognisi, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman praktik yang relevan dengan dunia pendidikan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran matematika di sekolah sekaligus memperkuat kesiapan profesional calon pendidik.
Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendorong pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas serta memperluas kesempatan belajar bagi semua. Dengan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan karakter, praktik PLP rekognisi menjadi bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang bermakna dan berkelanjutan.


