UIN Siber Cirebon — Anak-anak RA An-Nawaa 3 mengikuti kegiatan Manasik Haji Anak yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) di MAN 1 Cirebon pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini berlangsung dengan penuh antusias dan menjadi pengalaman pembelajaran keagamaan yang menyenangkan bagi anak-anak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mendampingi peserta didik RA An-Nawaa 3. Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari dukungan dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif, edukatif, dan bermakna.
Mengenalkan Ibadah Haji melalui Pengalaman Langsung
Manasik haji menjadi sarana untuk memperkenalkan salah satu rukun Islam, yaitu ibadah haji, kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui simulasi dan praktik langsung, peserta didik diajak mengenal tahapan pelaksanaan ibadah haji dengan cara yang sederhana dan sesuai dengan usia serta tahap perkembangan mereka.
Sejak pagi, anak-anak RA An-Nawaa 3 tampak bersemangat mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Dengan pendampingan guru dan mahasiswa PPL, mereka mengikuti arahan secara tertib sembari menikmati suasana belajar di luar lingkungan kelas.
Pembelajaran melalui praktik langsung membantu anak-anak memahami materi keagamaan secara lebih konkret. Pengalaman ini juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengenal tata cara ibadah sekaligus membangun kedekatan dengan nilai-nilai spiritual melalui kegiatan yang menyenangkan.
Tanamkan Nilai Keagamaan dan Karakter Sejak Usia Dini
Selain mengenalkan tata cara ibadah haji, kegiatan manasik juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak. Peserta didik belajar tentang kesabaran, kedisiplinan, ketertiban, serta pentingnya mengikuti aturan selama kegiatan berlangsung.
Interaksi bersama teman-teman dari berbagai lembaga RA turut memberikan pengalaman sosial yang berharga. Anak-anak belajar bersosialisasi, membangun kebersamaan, dan mengikuti kegiatan secara terarah.
Salah satu pendamping kegiatan menyampaikan bahwa manasik haji diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada anak-anak.
“Kegiatan manasik haji ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada anak-anak. Selain mengenalkan tata cara ibadah haji secara sederhana, kegiatan ini juga menjadi salah satu cara untuk menanamkan nilai-nilai agama sejak usia dini,” ungkapnya.
Mahasiswa PPL Berkontribusi dalam Pembelajaran Anak Usia Dini

Keterlibatan mahasiswa PPL UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi pengalaman berharga dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan pendampingan, komunikasi, dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Mahasiswa PPL yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Dea Ristiva Amalia, Maryam Zahwa, dan Rizki Nurmaulida dari Program Studi PIAUD, serta Nabila Fitriya dari Program Studi MPI.
Kepala RA An-Nawaa 3, Hj. Sumiati, S.Pd.I., bersama panitia manasik haji, Mila Sabartiningsih, S.Pd., turut mendukung pelaksanaan kegiatan agar berjalan lancar dan memberikan pengalaman terbaik bagi peserta didik.
Melalui kegiatan Manasik Haji Anak yang diselenggarakan IGRA di MAN 1 Cirebon, RA An-Nawaa 3 bersama mahasiswa PPL UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berupaya menghadirkan pembelajaran agama yang kreatif dan bermakna.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran inklusif dan pengembangan karakter sejak dini. Pengalaman manasik haji diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak untuk mengenal nilai-nilai keagamaan, membangun akhlak positif, serta menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat.


