UIN Siber Cirebon — Ratusan peserta didik Raudhatul Athfal (RA) se-Kota Cirebon mengikuti kegiatan peragaan manasik haji yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) se-Kota Cirebon pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Bertempat di lapangan MAN 1 Kota Cirebon, kegiatan berlangsung pukul 07.00 hingga 11.30 WIB dengan menghadirkan pengalaman pembelajaran agama yang interaktif dan menyenangkan bagi anak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PLP) FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mendampingi peserta didik RA Baiturrahim Cirebon di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Yayu Mega Purnamasari. Kehadiran mahasiswa menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung proses pembelajaran sekaligus membantu kelancaran pelaksanaan manasik haji.
Mengenalkan Rukun Islam Kelima melalui Praktik Langsung

Manasik haji merupakan kegiatan edukatif yang bertujuan memperkenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima kepada anak sejak usia dini. Melalui simulasi, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengenal tahapan ibadah haji secara langsung, mulai dari niat ihram, wukuf, tawaf, sai, hingga tahalul.
Dengan mengenakan pakaian ihram, anak-anak mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Pendampingan mahasiswa PLP membantu peserta didik memahami instruksi, menjaga ketertiban, serta mengikuti setiap tahapan dengan aman dan nyaman.
Salah satu mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon, Sopi, mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi calon pendidik.
“Pendampingan ini menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai calon pendidik. Kami tidak hanya membantu mengondisikan anak-anak di lapangan terbuka, tetapi juga belajar bagaimana menanamkan pemahaman rukun Islam kelima ini secara menyenangkan agar membekas di ingatan mereka,” ujarnya.
Mahasiswa PLP Berkontribusi dalam Pendampingan Anak Usia Dini
Kegiatan manasik haji memberikan ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa PLP untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, pendampingan, dan pengelolaan kegiatan pendidikan. Mahasiswa belajar memahami karakteristik anak usia dini serta menerapkan pendekatan yang sabar, komunikatif, dan menyenangkan dalam proses pembelajaran.

Apresiasi juga disampaikan Kepala RA Baiturrahim Cirebon, Rustinah, atas kontribusi mahasiswa PLP dalam mendampingi peserta didik selama kegiatan berlangsung.
“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon. Bimbingan dan kesabaran mereka dalam mendampingi anak-anak melewati setiap replika rukun haji membuat anak-anak tetap ceria dan bisa menyerap edukasi spiritual ini dengan sangat baik,” tuturnya.
Pengalaman tersebut turut dirasakan Rina Sakinahtul Khoirot, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Menurutnya, praktik lapangan di lembaga pendidikan anak usia dini memberikan perspektif baru dalam memahami pengelolaan kegiatan pendidikan.
“Meskipun saya bukan dari jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), melainkan dari Manajemen Pendidikan Islam, saya justru mendapatkan ruang belajar yang luar biasa luas selama PLP di RA Baiturrahim. Menghadapi anak-anak dalam acara manasik haji sekota ini mengajarkan saya bahwa manajemen kegiatan dan pendekatan psikologis di lapangan adalah ilmu berharga yang melengkapi teori yang saya pelajari di bangku kuliah,” ungkapnya.
Sinergi Pendidikan untuk Menanamkan Nilai Spiritual Sejak Dini

Kolaborasi antara IGRA se-Kota Cirebon, RA Baiturrahim, mahasiswa PLP FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan DPL menjadi wujud sinergi dalam mendukung pendidikan agama yang bermakna bagi anak usia dini.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendorong pembelajaran yang inklusif, bermakna, dan mendukung pengembangan karakter sejak dini.
Melalui peragaan manasik haji, peserta didik tidak hanya mengenal tahapan ibadah, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang memperkuat pemahaman keagamaan, kedisiplinan, kebersamaan, dan nilai-nilai spiritual. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal awal dalam menumbuhkan generasi yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman agama yang kuat.


