UIN Siber Cirebon – Memahami perbankan syariah akan lebih menarik ketika materi pelajaran dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini diterapkan Muhammad Daffa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, saat melaksanakan ujian praktik mengajar di kelas X.2 SMA Negeri Tengah Tani, Selasa (20/10/2026).
Dalam ujian yang berlangsung pukul 08.45–11.40 WIB tersebut, Daffa menyampaikan materi Bank Syariah dengan memanfaatkan alat peraga edukatif sebagai media pendukung pembelajaran. Penggunaan media ini menjadi bagian dari upayanya menyajikan materi secara lebih menarik dan membantu peserta didik memahami konsep perbankan syariah.
Ujian praktik mengajar ini juga menjadi sarana evaluasi kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmu kependidikan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kegiatan belajar mengajar secara langsung.
Mengenalkan Prinsip Bank Syariah di Ruang Kelas
Materi Bank Syariah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal penerapan prinsip-prinsip Islam dalam kegiatan ekonomi dan layanan keuangan. Pembahasan ini penting agar siswa memahami bahwa nilai-nilai Islam juga dapat diterapkan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Dalam pembelajaran tersebut, materi diarahkan pada pemahaman mengenai konsep dasar perbankan syariah, prinsip yang mendasarinya, serta perbedaannya dengan perbankan konvensional.
Melalui pembelajaran yang kontekstual, siswa diharapkan dapat menghubungkan pengetahuan di kelas dengan layanan keuangan yang dijumpai di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran Pendidikan Agama Islam tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga memperluas wawasan siswa tentang praktik ekonomi yang sesuai dengan prinsip syariah.
Alat Peraga Edukatif Bantu Pembelajaran Lebih Menarik
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam praktik mengajar Muhammad Daffa adalah pemanfaatan alat peraga edukatif. Media pembelajaran yang tepat dapat membantu memperjelas materi, menarik perhatian siswa, dan mendukung pemahaman terhadap konsep yang dipelajari.
Penggunaan alat peraga juga menunjukkan pentingnya kreativitas calon pendidik dalam memilih cara penyampaian materi sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pembelajaran tidak hanya mengandalkan penjelasan lisan, tetapi dapat didukung media yang membantu siswa memahami informasi secara lebih konkret.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa berlatih menciptakan proses pembelajaran yang komunikatif dan mudah diikuti. Pemilihan media yang sesuai menjadi salah satu keterampilan penting bagi calon guru dalam menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna.
Guru Pamong Evaluasi Kompetensi Mengajar
Pelaksanaan ujian praktik mengajar Muhammad Daffa diamati dan dinilai oleh guru pamong, Nunung Nuridayati dan Wahyono. Penilaian mencakup penyampaian materi, pemanfaatan media pembelajaran, pengelolaan kelas, serta interaksi mahasiswa dengan peserta didik.
Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), karena mahasiswa mendapat kesempatan untuk mempraktikkan teori kependidikan sekaligus mengenali aspek yang perlu ditingkatkan.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kegiatan PLP menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi pedagogis, kreativitas, dan tanggung jawab profesional.
Melalui praktik mengajar dan evaluasi guru pamong, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi tantangan dunia pendidikan. Pengalaman ini juga menjadi bekal untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi mampu membangun pemahaman, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata.



