UIN Siber Cirebon – Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang tergabung dalam Mahasiswa Pencinta Kelestarian Alam (MAHAPEKA) menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan dengan terlibat dalam upaya membantu pemadaman kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Jawa Barat. Sejak 22 Oktober 2026, sebanyak 10 anggota MAHAPEKA berpartisipasi sebagai relawan dalam upaya penanganan kebakaran yang mengancam kelestarian ekosistem hutan.
Keterlibatan mahasiswa ini menjadi wujud pengabdian terhadap lingkungan sekaligus menegaskan bahwa peran organisasi pencinta alam tidak terbatas pada kegiatan pendakian dan petualangan alam bebas. Lebih dari itu, kepedulian terhadap alam diwujudkan melalui aksi nyata, solidaritas, dan tanggung jawab bersama ketika lingkungan menghadapi ancaman.
Sepuluh Mahasiswa MAHAPEKA Terlibat dalam Aksi Kerelawanan

Sebanyak 10 anggota MAHAPEKA terlibat dalam kegiatan relawan pemadaman kebakaran hutan. Mereka berasal dari berbagai program studi di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yakni Gilang Fatih dari Hukum Tata Negara (HTN), Elsya dan Sinta Balqis dari Pariwisata Syariah, Ruzbihan dari Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Fatih dan Aziz Al Ghifari dari Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Ananda Nur Hidayat dari Sejarah Peradaban Islam (SPI), Dio Akbar dari Pendidikan Agama Islam (PAI), Fadhli Abdurrahman dari Ilmu Hadis (ILHA), serta M. Rayzif Syidik Syah dari Aqidah dan Filsafat Islam (AFI).
Keterlibatan mahasiswa lintas program studi tersebut mencerminkan semangat solidaritas dan kepedulian terhadap persoalan lingkungan. Melalui kegiatan ini, anggota MAHAPEKA mengambil bagian dalam upaya menjaga kelestarian kawasan hutan yang memiliki fungsi penting bagi keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan keanekaragaman hayati.
Dalam pelaksanaannya, para relawan membantu proses penanganan kebakaran dengan mengikuti arahan serta berkoordinasi dengan petugas yang berwenang. Keselamatan relawan menjadi perhatian utama mengingat kegiatan pemadaman kebakaran hutan memiliki risiko yang perlu ditangani secara hati-hati.
Menjaga Ekosistem Gunung Ciremai dari Ancaman Kebakaran

Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai memiliki peran ekologis penting, termasuk dalam menjaga habitat satwa, keanekaragaman hayati, dan kelestarian sumber daya air. Kebakaran hutan berpotensi menimbulkan kerusakan pada berbagai komponen ekosistem sehingga upaya penanganan dan pencegahan menjadi perhatian bersama.
Bagi MAHAPEKA, keterlibatan dalam kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab organisasi terhadap alam. Kepedulian lingkungan tidak cukup disampaikan melalui kampanye atau slogan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan yang sesuai dengan kemampuan, kondisi lapangan, dan arahan petugas.
Ketua Umum MAHAPEKA menegaskan pentingnya membuktikan kepedulian terhadap alam melalui tanggung jawab nyata.
“Jangan hanya mengaku mencintai alam ketika keindahannya bisa kita nikmati. Cinta terhadap alam juga harus dibuktikan melalui tanggung jawab ketika kelestariannya terancam. Hutan bukan sekadar tempat untuk kita datangi, melainkan ruang kehidupan yang wajib kita jaga bersama,” ujarnya.
Kolaborasi dan Keselamatan Menjadi Prioritas

Penanganan kebakaran hutan membutuhkan koordinasi dan kerja sama berbagai pihak. Dalam kegiatan ini, MAHAPEKA berupaya membantu sesuai kapasitas relawan serta mengikuti arahan petugas berwenang agar keterlibatan mahasiswa tetap terarah dan memperhatikan aspek keselamatan.
Semangat kerelawanan juga harus disertai kesadaran terhadap risiko di lapangan. Kondisi api, arah angin, medan, perlengkapan, serta instruksi petugas merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penanganan kebakaran hutan. Karena itu, keselamatan manusia harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Aksi MAHAPEKA menjadi pengingat bahwa perlindungan alam merupakan tanggung jawab bersama. Mahasiswa, masyarakat, organisasi, dan berbagai pemangku kepentingan dapat mengambil peran melalui tindakan yang sesuai dengan kapasitas masing-masing, termasuk meningkatkan kesadaran pencegahan kebakaran dan menjaga lingkungan.
Melalui keterlibatan ini, mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui pengabdian nyata. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh menjadi bagian dari karakter mahasiswa yang peduli, tangguh, dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan alam.


