UIN Siber Cirebon – Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menggelar kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Pada tahun ini, FUA resmi menyambut 161 mahasiswa baru yang terbagi ke dalam enam jurusan.
Kegiatan PBAK kali ini menjadi sorotan karena mengusung tema besar bertajuk “Pionera”. Ketua Pelaksana PBAK FUA, Dede Rosadi, menjelaskan bahwa tema tersebut memiliki filosofi yang mendalam.
Inovasi dan Kehadiran Praktisi Media Digital
Penyelenggaraan PBAK tahun ini juga membawa warna baru. Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) FUA, Didin Kamaluddin, menyampaikan bahwa konsep acara mengambil “jalan tengah”, yakni mempertahankan tradisi lama yang masih relevan sekaligus menghadirkan sejumlah pembaruan agar kegiatan berjalan lebih inovatif.
Sebagai bentuk nyata dari inovasi tersebut, panitia secara khusus menghadirkan Anwar Kurniawan, M.A., seorang kolumnis sekaligus praktisi media digital, sebagai narasumber utama. Kehadiran beliau diharapkan mampu membuka wawasan mahasiswa baru dalam menghadapi tantangan era digital, sekaligus memperkuat kemampuan literasi dan berpikir kritis mereka di ruang publik dan media maya.
Semangat membara juga disuntikkan oleh Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FUA, Dyvan Valeda Zafirah. Mewakili Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tingkat fakultas, Dyvan mengajak mahasiswa baru untuk mengubah pola pikir. Ia menegaskan bahwa FUA bukanlah tempat bagi mahasiswa yang penakut atau pemalu.
“FUA ini notabene melahirkan banyak pemikir kritis, jadi tidak sewajarnya mahasiswa FUA memiliki sifat pemalu atau penakut. Kita harus berkembang mengikuti perkembangan zaman dengan memperkuat kapasitas intelektual dan membangun jiwa yang tangguh,” tegas Dyvan di hadapan para mahasiswa baru.
Visi Kampus Siber dan Daya Saing Global
Acara ini juga dihadiri langsung oleh Dekan FUA, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., yang secara resmi memperkenalkan jajaran pimpinan fakultas sekaligus menyambut kedatangan mahasiswa baru. Dalam arahannya, Dr. Anwar menekankan identitas transformasi kampus sebagai UIN Siber.
Beliau memaparkan bahwa saat ini seluruh layanan di kampus, baik pelayanan administratif maupun proses pembelajaran, telah berbasis digital. Hal ini tentunya sangat selaras dengan materi yang dibawakan oleh praktisi digital pada sesi sebelumnya.
“Harapan kami, apa yang dicanangkan oleh panitia PBAK harus menyesuaikan dan sejalan dengan visi fakultas. Ke depannya, mulai dari pembelajaran, bimbingan, hingga munaqosah (sidang skripsi) hendaknya berbasis siber,” papar Dr. Anwar.
Lebih lanjut, Dekan FUA menegaskan bahwa fakultas memiliki target untuk mampu bersaing tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di kancah internasional. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa mahasiswa FUA yang saat ini tengah menempuh Kuliah Kerja Nyata (KKN) di luar negeri.
“Mari bersama bergabung dan membangun FUA agar sejajar dengan perguruan tinggi lain di luar negeri. Saat ini, empat jurusan di FUA sudah meraih akreditasi Unggul, dan mudah-mudahan jurusan yang lain bisa segera menyusul,” pungkasnya dengan penuh optimisme.


