UIN Siber Cirebon – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertema “Kaderisasi Konselor Karier di Pondok Pesantren An-Nida Sinergi PEKA Malaysia dan BKI UINSSC”.
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren An-Nida Cirebon ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kerja sama internasional antara Indonesia dan Malaysia dalam pengembangan konseling Islam dan pemberdayaan santri di era digital.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Datin Dr. Siti Taniza Toha, Presiden Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA), Muhammad Saffuan Abdullah, KB., PA., Pengasas & Pengarah Urusan Latihan dan Perundingan PEKA, serta Dr. Hj. Rina Rindanah, S.Ag., M.Pd., dosen BKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sekaligus pengasuh Pondok Pesantren An-Nida Cirebon.
Para peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari penguatan kompetensi konseling, praktik konseling komunitas, pemberdayaan masyarakat, hingga perencanaan karier dan pengembangan potensi santri di tengah transformasi digital.
Pesantren sebagai Pusat Penguatan Karakter Santri
Pimpinan Pondok Pesantren An-Nida Cirebon, Dr. H. Wawan Ahmad Ridwan, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya PKM Internasional tersebut.
Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis tidak hanya dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga dalam mempersiapkan santri menghadapi tantangan masa depan.
“Santri perlu mendapatkan pendampingan yang mampu membantu mereka mengenali potensi diri, menentukan arah masa depan, serta memiliki keterampilan untuk berkontribusi bagi masyarakat. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.
FDKI Dorong Konseling Berbasis Pengabdian
Dekan FDKI, Dr. Naila Farah, M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi fakultas dalam menghadirkan keilmuan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Konseling tidak hanya berada dalam ruang akademik, tetapi harus hadir sebagai solusi bagi masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, ilmu yang dikembangkan di kampus dapat diterapkan secara nyata untuk pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Penguatan Jejaring Internasional
Wakil Dekan I FDKI, Dr. Arief Rachman, S.Sos., M.Si., menilai bahwa kerja sama internasional dengan PEKA Malaysia menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas akademik dan pengalaman praktis dosen maupun mahasiswa.
“Kolaborasi internasional seperti ini memberikan wawasan baru dalam pengembangan keilmuan konseling, sekaligus memperluas jejaring global,” jelasnya.
Senada, Wakil Dekan II FDKI, Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen fakultas dalam membangun budaya akademik yang inovatif dan berdampak sosial.
“Pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi untuk memberikan manfaat nyata,” tegasnya.
Kaprodi BKI: Kaderisasi Konselor Jadi Kebutuhan Strategis
Ketua Program Studi BKI, Bambang Setiawan, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan kompetensi konselor Islam yang adaptif terhadap perubahan zaman.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan konselor yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melakukan pendampingan berbasis kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sekretaris Prodi BKI menambahkan bahwa sinergi dengan PEKA Malaysia menjadi ruang penting dalam pertukaran ilmu dan praktik konseling lintas negara.
Kegiatan PKM Internasional ini ditutup dengan penyerahan sertifikat, diskusi interaktif, serta dokumentasi bersama. Seluruh rangkaian berlangsung mulai pukul 13.00 WIB dengan suasana kolaboratif dan penuh antusiasme.
Melalui kegiatan ini, FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pengabdian berbasis keilmuan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, penguatan santri, dan kolaborasi global berkelanjutan.
Relevansi SDGs:
SDGs 4 (Quality Education), SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth), SDGs 16 (Peace, Justice and Strong Institutions), dan SDGs 17 (Partnerships for the Goals).


