UIN Siber Cirebon – Sebanyak 10 mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon resmi memulai kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di MAN 1 Kabupaten Cirebon, Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam memahami sekaligus mempraktikkan proses pendidikan di lingkungan madrasah.
Pelaksanaan PLP berlangsung secara luring selama kurang lebih dua bulan, mulai 9 September hingga 3 November 2026. Selama kegiatan, mahasiswa akan berkoordinasi dengan pihak madrasah, guru pamong, serta Wakasek Bidang Kurikulum untuk memahami berbagai aktivitas pendidikan dan mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik.
Hubungkan Teori Perkuliahan dengan Praktik Pendidikan
PLP menjadi salah satu sarana penting bagi mahasiswa FITK untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata di lingkungan pendidikan. Melalui keterlibatan secara langsung di madrasah, mahasiswa dapat memahami bagaimana proses pembelajaran direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Indah Rizki Anugrah, M.Pd., menekankan pentingnya pendampingan agar mahasiswa mampu menerapkan pengetahuan akademik dalam situasi nyata.
“Mahasiswa perlu dibimbing agar mampu menerapkan apa yang telah dipelajari di perkuliahan dalam kondisi nyata di lapangan.”
Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami dinamika pembelajaran sekaligus mengenali berbagai tantangan yang dihadapi pendidik dalam menjalankan tugasnya.
Belajar dari Guru dan Karakter Peserta Didik
Selama mengikuti PLP, mahasiswa tidak hanya berfokus pada praktik pembelajaran, tetapi juga mempelajari berbagai aspek kehidupan madrasah. Mahasiswa akan mengenal lingkungan sekolah, berinteraksi dengan peserta didik, serta memahami proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Guru pamong memiliki peran penting dalam memberikan arahan dan pendampingan selama mahasiswa menjalankan kegiatan PLP. Melalui interaksi dengan guru, mahasiswa dapat belajar mengenai pengelolaan kelas, karakter peserta didik, hingga pemilihan model dan bahan ajar yang sesuai.
Kepala MAN 1 Kabupaten Cirebon, H. Soif, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memanfaatkan keberadaan guru pamong sebagai sumber pembelajaran selama berada di madrasah.
“Mahasiswa perlu belajar dari guru pamong, memahami karakter peserta didik, serta menyesuaikan model dan bahan ajar dengan perkembangan pembelajaran.”
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan kompetensi pedagogik sekaligus kemampuan adaptasi mahasiswa dalam menghadapi karakteristik peserta didik yang beragam.
Bentuk Calon Pendidik yang Profesional
Selain kompetensi pedagogik, pelaksanaan PLP juga menjadi ruang pengembangan kompetensi sosial, kedisiplinan, komunikasi, adaptasi, dan tanggung jawab. Mahasiswa dituntut mampu mengikuti tata tertib serta membangun komunikasi yang baik dengan warga madrasah.
Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai aktivitas pendidikan diharapkan memberikan pemahaman yang lebih utuh bahwa profesi pendidik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan materi, tetapi juga membutuhkan kemampuan membangun relasi, memahami peserta didik, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung.
Ketua PLP, Wafiq Azizah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus mengembangkan diri.
“PLP menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung di lingkungan madrasah sekaligus mengembangkan diri sebagai calon pendidik.”
Dengan adanya sinergi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan MAN 1 Kabupaten Cirebon, pelaksanaan PLP diharapkan dapat memberikan pengalaman pendidikan yang bermakna bagi mahasiswa. Bimbingan DPL, guru pamong, dan pihak madrasah menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu menghadapi dinamika dunia pendidikan secara profesional.
Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung pengembangan kompetensi calon pendidik melalui pengalaman belajar berbasis praktik. Melalui PLP, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga belajar membangun sikap profesional dan tanggung jawab sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.


