UIN Siber Cirebon — Pembelajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab membutuhkan strategi yang tepat, bertahap, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), metode pembelajaran bahasa Arab juga terus berkembang.
Persoalan tersebut menjadi topik utama dalam Podcast Internasional PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang digelar Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Kamis, 20 Agustus 2026.
Podcast menghadirkan Dr. Rabie Mohamed Mohamed Hefny, akademisi dari Karabük University, Türkiye, sebagai narasumber. Diskusi dipandu dua host, Muhammad Kelvin Firmansah dan Salman Farhani, dengan membahas pembelajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Format podcast membuat pembahasan berlangsung lebih santai, dialogis, dan dekat dengan mahasiswa. Berbagai persoalan pembelajaran bahasa Arab dikaji dari perspektif akademik sekaligus praktik.
Bahasa Arab Perlu Dipelajari Secara Bertahap
Dr. Rabie menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab tidak dapat menggunakan satu pendekatan untuk semua peserta didik.
Setiap jenjang memiliki kebutuhan berbeda. Peserta didik tingkat dasar membutuhkan fondasi bahasa yang kuat, sementara pembelajar tingkat menengah dan lanjut membutuhkan materi serta aktivitas yang semakin kompleks.
Karena itu, guru perlu memperhatikan usia, latar belakang, kemampuan awal, tujuan belajar, dan tingkat kemahiran peserta didik.
Pembelajaran juga tidak cukup hanya berfokus pada kaidah bahasa. Peserta didik perlu mendapatkan kesempatan untuk menggunakan bahasa Arab secara langsung melalui aktivitas menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Mulai dari Kosakata atau Komunikasi?
Salah satu pembahasan menarik dalam Podcast Internasional PBA adalah bagaimana memulai pembelajaran bahasa Arab bagi pemula.
Apakah pembelajaran harus diawali dengan kosakata? Atau nahwu dan sharaf? Ataukah peserta didik langsung diajak berbicara?
Diskusi tersebut mengarah pada pentingnya pendekatan yang membuat peserta didik aktif menggunakan bahasa. Guru perlu memilih strategi berdasarkan karakter peserta didik, bukan sekadar mengikuti satu metode secara kaku.
Motivasi juga menjadi faktor penting. Bagi sebagian pembelajar non-Arab, bahasa Arab dianggap memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Karena itu, proses pembelajaran perlu dirancang menarik agar peserta didik tetap percaya diri dan tidak mudah kehilangan minat.
Tantangan dari Sekolah hingga Perguruan Tinggi
Podcast juga membahas kesinambungan pembelajaran bahasa Arab dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Pada tingkat dasar, pembelajaran diarahkan untuk membangun fondasi. Di tingkat menengah, kemampuan dikembangkan menjadi lebih kompleks. Sementara di perguruan tinggi, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan bahasa Arab untuk kepentingan akademik, penelitian, dan komunikasi ilmiah.
Salah satu tantangan yang perlu diperhatikan adalah kesenjangan kemampuan ketika peserta didik berpindah jenjang. Karena itu, pemetaan kemampuan dan desain pembelajaran yang berkelanjutan menjadi penting.
Guru Tetap Memegang Peran Utama
Perkembangan teknologi tidak menghilangkan peran guru. Justru, guru memiliki peran penting sebagai fasilitator yang mengarahkan proses pembelajaran.
Guru perlu membantu peserta didik mengembangkan kemampuan reseptif dan produktif secara seimbang. Peserta didik tidak hanya memahami bahasa Arab, tetapi juga mampu menggunakannya dalam komunikasi nyata.
Metode pembelajaran juga perlu mempertimbangkan bahasa pertama peserta didik, lingkungan belajar, tujuan pembelajaran, dan tingkat kemahiran.
AI Membuka Peluang Baru Pembelajaran Bahasa Arab
Hal yang menarik dalam podcast internasional ini adalah pembahasan mengenai kecerdasan buatan atau AI dalam pembelajaran bahasa Arab.
AI dapat membantu menyediakan materi, latihan bahasa, interaksi, hingga umpan balik. Namun, teknologi tetap harus digunakan secara bijak.
Dr. Rabie menekankan pentingnya peran guru dalam menentukan tujuan pembelajaran, memilih materi, mengarahkan penggunaan teknologi, serta memastikan proses belajar sesuai kebutuhan peserta didik.
Pembahasan ini sangat relevan dengan karakter PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang mengembangkan pembelajaran bahasa Arab dalam ekosistem pendidikan digital.
Membawa PBA UIN Siber Cirebon ke Ruang Akademik Global
Kehadiran akademisi dari Türkiye memberikan pengalaman internasional bagi mahasiswa PBA. Melalui podcast yang komunikatif, mahasiswa dapat melihat pembelajaran bahasa Arab dari perspektif yang lebih luas.
Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen PBA FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membangun ruang akademik yang interaktif, berbasis teknologi, dan berwawasan internasional.
Podcast Internasional PBA bersama Dr. Rabie menjadi pengingat bahwa pembelajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab membutuhkan proses yang berkelanjutan: membangun fondasi, mengembangkan keterampilan, memanfaatkan teknologi, dan mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia global.
Dengan menggabungkan pengalaman akademisi internasional, kreativitas mahasiswa, teknologi digital, dan pendekatan pembelajaran yang tepat, PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menyiapkan calon pendidik bahasa Arab yang kompeten, adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global.


