UIN Siber Cirebon – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membangun budaya akademik yang inklusif terus diwujudkan melalui berbagai program pengembangan kapasitas mahasiswa. Salah satunya dilakukan oleh Pusat Studi Gender Anak dan Disabilitas (PSGAD) melalui program Ruang Literasi bertema “Membaca Kesalingan, Membuka Kesadaran: Menyelami Gagasan Mubadalah Melalui Ruang Literasi” yang diselenggarakan secara daring melalui Google Meet pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Program ini menjadi wadah pembinaan intelektual bagi pengurus dan relawan PSGAD untuk memperkuat budaya literasi, memperluas wawasan akademis, serta membangun perspektif keadilan gender melalui pemahaman konsep mubadalah atau kesalingan. Melalui pendekatan literasi yang reflektif, peserta diajak memahami bahwa relasi antarmanusia perlu dibangun atas dasar saling menghargai, saling mendukung, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Kegiatan diawali dengan prakata dari Nur Azizah selaku Ketua Pelaksana, kemudian dibuka secara resmi oleh Rifaniola Azzahra, Ketua Relawan PSGAD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dalam sambutannya, Rifaniola menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk relawan yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial.
Menyelami Konsep Mubadalah melalui Diskusi Reflektif
Berbeda dari forum diskusi pada umumnya, Ruang Literasi diawali dengan silent reading selama satu jam terhadap bahan bacaan yang telah dipersiapkan panitia. Setelah itu, peserta mengikuti sesi diskusi interaktif dan refleksi bersama untuk mengulas gagasan mubadalah serta relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusi berkembang pada berbagai isu strategis, mulai dari pentingnya membangun relasi yang setara, pembagian peran yang adil, pencegahan kekerasan berbasis gender, hingga penciptaan ruang aman di lingkungan kampus. Peserta secara aktif menyampaikan hasil pembacaan, bertukar pandangan, dan mengaitkan konsep kesalingan dengan pengalaman maupun tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sosial.
Ketua Relawan PSGAD, Rifaniola Azzahra, menekankan bahwa literasi harus menjadi ruang pembelajaran yang mampu mengubah cara berpikir sekaligus mendorong tindakan nyata.
“Ruang Literasi bukan sekadar forum membaca, tetapi ruang bertumbuh yang membentuk cara berpikir kritis, memperkuat nilai kesalingan (mubadalah), serta menumbuhkan komitmen relawan untuk menghadirkan keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan dalam setiap bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Membentuk Relawan yang Kritis, Inklusif, dan Berdaya
Melalui program ini, PSGAD berharap para relawan tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan memahami literatur akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai kesetaraan, keadilan, dan kemanusiaan dalam aktivitas organisasi maupun pengabdian kepada masyarakat.
Ruang Literasi menjadi salah satu inovasi PSGAD dalam membangun ekosistem pembelajaran yang partisipatif sekaligus memperkuat kapasitas intelektual relawan agar mampu menjadi agen perubahan yang adaptif terhadap berbagai isu sosial. Program ini sekaligus menegaskan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, kritis, dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan.
Mendukung Pencapaian SDGs
Pelaksanaan Ruang Literasi PSGAD sejalan dengan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan budaya literasi dan pembelajaran sepanjang hayat, SDG 5 (Kesetaraan Gender) dengan memperkuat pemahaman mengenai relasi yang setara dan adil, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui pengembangan perspektif inklusif terhadap kelompok rentan, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui upaya menciptakan ruang aman, budaya dialog, dan penguatan nilai kemanusiaan di lingkungan perguruan tinggi.


