UIN Siber Cirebon – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif terus diperkuat melalui berbagai langkah kolaboratif. Salah satunya dilakukan oleh Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) melalui kegiatan wawancara dan diskusi bersama guru Sekolah Luar Biasa (SLB) sebagai bagian dari persiapan pendampingan bagi mahasiswi disabilitas netra yang akan memasuki dunia perkuliahan untuk pertama kalinya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 27 Juli 2026, di SLB Negeri Pangeran Cakrabuana Kabupaten Cirebon. Wawancara dihadiri oleh Kepala SLB Negeri Pangeran Cakrabuana, Abdullah, Amelia Dwi Handayani, M.I.Kom., selaku dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam sekaligus Tim Dosen Pendamping Disabilitas PSGAD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, serta relawan PSGAD.
Kegiatan ini bertujuan menghimpun informasi, pengalaman, dan strategi pendampingan yang tepat agar proses transisi mahasiswi disabilitas netra dari jenjang sekolah menuju pendidikan tinggi dapat berlangsung lebih optimal, nyaman, dan mendukung kemandirian belajar.
Menyusun Strategi Pendampingan yang Tepat
Wawancara berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai aspek pendampingan akademik maupun sosial yang dibutuhkan mahasiswa disabilitas netra ketika memasuki lingkungan kampus. Diskusi menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, di antaranya penggunaan materi pembelajaran dalam format digital yang kompatibel dengan screen reader, pemanfaatan platform pembelajaran yang aksesibel seperti Google Classroom dan Google Meet, serta pengenalan lingkungan kampus secara bertahap agar mahasiswa mampu membangun orientasi ruang secara mandiri.

Selain itu, peserta juga menekankan pentingnya membangun lingkungan akademik yang inklusif melalui dukungan dosen, tenaga kependidikan, relawan, maupun mahasiswa lain agar seluruh sivitas akademika memiliki pemahaman yang sama mengenai layanan ramah disabilitas.
Amelia Dwi Handayani, M.I.Kom., selaku Dosen Pendamping PSGAD, menjelaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pendampingan yang efektif.
“Pendampingan yang baik dimulai dari pemahaman terhadap kebutuhan mahasiswa. Melalui kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, dan relawan, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif sehingga mahasiswa disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, mandiri, dan meraih prestasi,” ujarnya.
Sinergi Sekolah dan Perguruan Tinggi
Kepala SLB Negeri Pangeran Cakrabuana, Abdullah, menyambut baik inisiatif PSGAD dalam membangun komunikasi dengan pihak sekolah sebelum mahasiswa memulai perkuliahan. Menurutnya, sinergi seperti ini menjadi langkah strategis untuk memastikan proses adaptasi mahasiswa berlangsung lebih lancar.
Melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik, sekolah dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik, kebutuhan, serta strategi pembelajaran yang selama ini diterapkan kepada peserta didik disabilitas netra, sehingga perguruan tinggi memiliki bekal yang lebih komprehensif dalam memberikan layanan pendidikan yang setara.
Wujud Komitmen Membangun Kampus Ramah Disabilitas

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PSGAD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat layanan pendampingan bagi mahasiswa penyandang disabilitas sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, aksesibel, dan berkeadilan.
Melalui kolaborasi berkelanjutan antara sekolah, perguruan tinggi, dan relawan, diharapkan tercipta sistem pendampingan yang mampu mendukung mahasiswa disabilitas untuk belajar secara mandiri, percaya diri, serta berpartisipasi aktif dalam seluruh aktivitas akademik maupun kemahasiswaan.


