UIN Siber Cirebon – Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan hari kedua Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Computer Based Test (CBT) di Panitia Lokal (Panlok) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.(9/6/26).
Di tengah berlangsungnya ujian, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., turun langsung melakukan monitoring ke sejumlah ruang ujian untuk memastikan seluruh proses seleksi berjalan lancar, aman, nyaman, dan memberikan pengalaman terbaik bagi para peserta.
Tidak hanya melakukan pemantauan teknis, Rektor juga menyempatkan diri menyapa peserta satu per satu dengan penuh keramahan. Kehadiran orang nomor satu di UIN Siber Cirebon tersebut disambut antusias oleh para calon mahasiswa yang tengah mengikuti ujian.
Dengan senyum hangat, Prof. Aan Jaelani memberikan motivasi kepada peserta agar tetap tenang, percaya diri, dan fokus dalam mengerjakan soal ujian.
“Selamat mengikuti ujian. Kerjakan dengan tenang dan penuh percaya diri. Apa pun hasilnya nanti, kalian semua adalah generasi hebat yang sedang berjuang meraih masa depan. Semoga sukses dan mendapatkan hasil terbaik,” ujar Prof. Aan kepada peserta.
Pastikan Pelayanan Ramah Peserta dan Ramah Difabel
Dalam monitoring tersebut, Rektor didampingi jajaran pimpinan universitas dan panitia lokal UM-PTKIN. Selain mengecek kesiapan perangkat SSE-CBT, jaringan internet, dan ruang ujian, ia juga memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan yang prima, termasuk peserta yang membutuhkan layanan khusus.
Menurut Prof. Aan Jaelani, keberhasilan pelaksanaan UM-PTKIN tidak hanya diukur dari kelancaran sistem teknologi, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang dirasakan peserta selama berada di lingkungan kampus.
“Kami ingin seluruh peserta merasakan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon adalah kampus yang ramah, humanis, inklusif, dan memberikan pengalaman positif sejak proses seleksi. Pelayanan yang baik adalah bagian dari komitmen kami dalam membangun pendidikan yang berkeadilan dan berorientasi pada kemanusiaan,” tegasnya.
Kampus Siber yang Mengedepankan Sentuhan Humanis
Di tengah transformasi digital yang terus berkembang, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan bahwa teknologi dan nilai kemanusiaan dapat berjalan beriringan.
Pelaksanaan UM-PTKIN berbasis SSE-CBT menjadi bukti kesiapan kampus dalam mengelola sistem seleksi modern dan transparan. Namun di balik kecanggihan teknologi tersebut, sentuhan humanis tetap menjadi prioritas utama.
Kehadiran Rektor yang turun langsung ke ruang ujian menjadi simbol bahwa setiap peserta bukan sekadar nomor ujian, melainkan calon generasi penerus bangsa yang harus dihargai, dilayani, dan diberikan kesempatan terbaik untuk meraih cita-cita.
Berikan Pengalaman Positif bagi Calon Mahasiswa
Bagi banyak peserta, momen disapa langsung oleh Rektor menjadi pengalaman yang berkesan dan membangkitkan semangat selama mengikuti ujian.
Pendekatan yang dilakukan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini sekaligus memperkuat citra kampus sebagai perguruan tinggi Islam negeri berbasis siber pertama di Indonesia yang tidak hanya unggul dalam transformasi digital, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai keramahan, kepedulian, dan pelayanan prima.
Melalui monitoring langsung ini, Prof. Aan Jaelani menegaskan bahwa seluruh sivitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada seluruh peserta UM-PTKIN 2026.
Dengan dukungan sistem yang andal, sumber daya manusia yang profesional, serta budaya pelayanan yang humanis, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menunjukkan kesiapannya menjadi kampus unggul yang mampu melahirkan generasi berintegritas, berdaya saing global, dan berakhlak mulia.




