Perkuat Komitmen Kampus Informatif dan Transparan di Era Digital
UIN Siber Cirebon (Yogyakarta, Kemenag) — Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. menunjukkan komitmen kuat terhadap penguatan keterbukaan informasi publik dengan mengirimkan delegasi resmi dari PPID Universitas dalam kegiatan Penyusunan Daftar Informasi Publik PTKIN Zona Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.
Kegiatan nasional tersebut berlangsung pada 8–10 Mei 2026 di Grand Mercure Yogyakarta Adi Sucipto dan diikuti oleh pengelola PPID serta humas PTKIN dari wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Delegasi yang dikirim oleh Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon terdiri dari Mohamad Arifin yang juga menjabat sebagai Pranata Humas Ahli Muda, serta Agung Ahdiansyah.
Keikutsertaan delegasi PPID UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi bagian dari langkah strategis universitas dalam memperkuat tata kelola informasi publik yang transparan, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
UIN Siber Cirebon Perkuat Budaya Keterbukaan Informasi Publik
Forum nasional yang digelar Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam tersebut membahas penguatan implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 di lingkungan PTKIN, termasuk penyusunan Daftar Informasi Publik (DIP), pengelolaan website PPID, strategi pelayanan informasi publik, hingga penguatan komunikasi kelembagaan di era digital.
Sebagai kampus berbasis Cyber Islamic University, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berupaya menghadirkan layanan informasi publik yang cepat, terbuka, akurat, dan mudah diakses masyarakat.
Rektor Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. menilai keterbukaan informasi publik merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tinggi.
Mohamad Arifin: Momentum Penguatan Tata Kelola Informasi Publik PTKIN
Koordinator PPID Pelaksana Universitas Mohamad Arifin menyampaikan bahwa keikutsertaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam forum nasional tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola informasi publik yang lebih adaptif dan profesional.
“Kegiatan ini sangat strategis bagi penguatan layanan informasi publik di PTKIN, khususnya dalam menghadapi tantangan komunikasi digital saat ini. Kami mendapatkan banyak penguatan terkait implementasi UU Keterbukaan Informasi Publik, penyusunan daftar informasi publik, hingga pengelolaan website PPID yang lebih informatif dan responsif,” ujarnya.
Menurutnya, keterbukaan informasi publik bukan hanya kewajiban administratif, tetapi bagian dari pelayanan publik yang harus dijalankan secara profesional dan berintegritas.
“UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen menjadi kampus yang informatif, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui forum ini, kami juga dapat berbagi praktik baik dengan PTKIN lain dalam membangun budaya komunikasi publik yang sehat dan akuntabel,” tambahnya.
Agung Ahdiansyah: PPID Harus Responsif dan Humanis
Sementara itu, Agung Ahdiansyah menilai kegiatan tersebut memberikan wawasan baru dalam penguatan pelayanan informasi publik di lingkungan perguruan tinggi.
“Banyak hal yang kami pelajari dalam kegiatan ini, terutama terkait pengelolaan informasi publik yang efektif, pelayanan pemohon informasi, dan penguatan website PPID agar lebih mudah diakses masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun pelayanan informasi yang cepat, humanis, dan berbasis digital.
“Ke depan, PPID UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon harus semakin responsif dan mampu memberikan layanan informasi yang profesional serta mudah dijangkau publik. Ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi,” tambahnya.
Komitmen UIN Siber Cirebon Menjadi PTKIN Informatif
Keikutsertaan delegasi PPID dalam forum nasional ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung transformasi tata kelola perguruan tinggi yang modern, transparan, dan akuntabel.
Melalui penguatan fungsi PPID dan humas universitas, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong terciptanya budaya keterbukaan informasi publik yang sejalan dengan prinsip good university governance.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat branding UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi Islam negeri berbasis digital yang unggul dalam pelayanan publik, komunikasi kelembagaan, dan transformasi informasi di era digital.




