UIN Siber Cirebon – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat budaya akademik sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu sosial terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas mahasiswa. Salah satunya dilakukan oleh Relawan Pusat Studi Gender dan Anak Disabilitas (PSGAD) melalui Workshop Kepenulisan bertajuk “Meningkatkan Kapasitas Kepenulisan sebagai Sarana Edukasi dan Advokasi Isu Gender, Anak, Disabilitas, serta Pencegahan Kekerasan Seksual” yang berlangsung di Gedung LP2M Lantai 3 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pada 23 Juli 2026.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya PSGAD dalam membekali para relawan dengan kemampuan menulis yang tidak hanya memenuhi kaidah akademik, tetapi juga mampu menjadi media edukasi, penelitian, dan advokasi terhadap isu-isu strategis seperti kesetaraan gender, perlindungan anak, pemenuhan hak penyandang disabilitas, serta pencegahan kekerasan seksual.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan sambutan dari Siti Fadillah selaku Koordinator Divisi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) PSGAD, Rifaniola Azzahra selaku Ketua Relawan PSGAD, serta arahan dari dr. Hj. Masriah selaku Ketua PSGAD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Selanjutnya, peserta mengikuti pemaparan materi yang disampaikan oleh Imelda Tri Adhari, S.Sos., mengenai teknik penulisan karya ilmiah yang efektif, mulai dari menentukan topik, mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data dan referensi, menyusun kerangka tulisan, hingga menghasilkan karya ilmiah yang sesuai dengan standar akademik.
Menguatkan Literasi Akademik dan Advokasi Sosial
Workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, dan berbagi pengalaman kepenulisan. Para relawan tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai teknik menulis, tetapi juga diajak melihat bahwa tulisan memiliki peran strategis sebagai instrumen perubahan sosial.
Narasumber Imelda Tri Adhari, S.Sos. menegaskan bahwa kemampuan menulis merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa, khususnya relawan yang bergerak dalam isu-isu sosial.
“Menulis bukan sekadar menuangkan ide, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan advokasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui tulisan yang berbasis data dan disusun secara sistematis, relawan dapat turut menyuarakan isu-isu gender, anak, disabilitas, dan pencegahan kekerasan seksual secara lebih luas,” ujarnya.
Materi yang disampaikan juga mendorong peserta untuk lebih kritis dalam mengidentifikasi persoalan sosial, kemudian mengolahnya menjadi karya ilmiah maupun artikel populer yang mampu menjangkau masyarakat luas.
Mendorong Budaya Riset dan Pengembangan Kompetensi Mahasiswa
Ketua Relawan PSGAD, Rifaniola Azzahra, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas kepenulisan menjadi salah satu langkah penting dalam membangun relawan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus memiliki kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan.
Sementara itu, Ketua PSGAD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dr. Hj. Masriah, menekankan pentingnya sinergi antara kemampuan akademik dan kepekaan sosial agar relawan mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan kampus maupun masyarakat.
Melalui workshop ini, para relawan diharapkan mampu menghasilkan berbagai karya tulis yang berkualitas, berbasis data, serta memiliki nilai edukatif dan advokatif. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat budaya literasi, riset, dan pengabdian masyarakat melalui pengembangan kompetensi mahasiswa yang berdaya saing serta responsif terhadap berbagai persoalan sosial.
Keterkaitan dengan SDGs
Kegiatan ini mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas literasi akademik dan keterampilan kepenulisan mahasiswa.
- SDG 5 – Gender Equality (Kesetaraan Gender) dengan mendorong edukasi dan advokasi isu kesetaraan gender serta pencegahan kekerasan seksual.
- SDG 10 – Reduced Inequalities (Berkurangnya Kesenjangan) melalui penguatan pemahaman mengenai hak-hak anak dan penyandang disabilitas.
- SDG 16 – Peace, Justice and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui peningkatan kesadaran terhadap perlindungan kelompok rentan dan budaya kampus yang aman serta inklusif.


