UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Seminar Edukasi Pengelolaan Sampah dan Pengenalan Rocket Stove di RT/RW 001/001, Desa Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan sekaligus memperkenalkan teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengurangi dampak pencemaran.
Seminar menyasar masyarakat Desa Bobos, khususnya ibu rumah tangga, pemuda, serta perangkat desa. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang tepat dan berkelanjutan.
Edukasi Pengelolaan Sampah Sejak dari Rumah
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai jenis-jenis sampah, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga limbah yang memerlukan penanganan khusus. Narasumber juga menjelaskan dampak negatif dari kebiasaan membuang maupun membakar sampah secara sembarangan yang dapat mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan masyarakat.
Selain itu, masyarakat diajak memahami langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti memilah sampah berdasarkan jenisnya, mengurangi timbulan sampah, serta membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan mulai dari lingkungan rumah tangga.
Mengenal Rocket Stove sebagai Solusi Ramah Lingkungan
Pada sesi berikutnya, peserta diperkenalkan dengan Rocket Stove, yaitu teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pembakaran yang lebih efisien dibandingkan pembakaran terbuka.
Materi yang disampaikan meliputi pengertian Rocket Stove, prinsip kerja, manfaat, keunggulan, serta contoh desain dan bahan yang digunakan dalam pembuatannya. Teknologi ini diperkenalkan sebagai salah satu solusi yang mampu menghasilkan pembakaran lebih optimal dengan asap yang lebih sedikit sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.
Narasumber Abdul Aziz menjelaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari perubahan pola pikir masyarakat.
“Sampah bukan hanya menjadi persoalan kebersihan, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran setiap individu untuk memilah dan mengelolanya dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Ebiem Resdin Rahmanudin menjelaskan bahwa Rocket Stove dapat menjadi salah satu alternatif teknologi sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat.
“Rocket Stove merupakan salah satu alternatif teknologi sederhana yang dapat membantu mengurangi dampak pembakaran sampah secara terbuka. Dengan pembakaran yang lebih efisien, asap yang dihasilkan juga lebih sedikit sehingga lebih ramah terhadap lingkungan,” jelasnya.
Membangun Kesadaran Bersama untuk Desa yang Lebih Bersih
Kegiatan yang didampingi oleh Dr. Indah Nursuprianah, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.
Melalui seminar tersebut, mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya memberikan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah, tetapi juga memperkenalkan inovasi sederhana yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan meningkatnya pengetahuan dan partisipasi masyarakat, Desa Bobos diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah yang lebih baik.
Mendukung Pencapaian SDGs
Seminar Edukasi Pengelolaan Sampah dan Pengenalan Rocket Stove mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kesehatan lingkungan, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui edukasi pemilahan dan pengurangan sampah, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengenalan teknologi pembakaran yang lebih efisien dan ramah lingkungan.


