UIN Siber Cirebon (Bangi, Malaysia) — Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperluas jejaring akademik internasional. Langkah tersebut diwujudkan melalui keberangkatan tim akademik ke Malaysia pada 27 Juli 2026 untuk menjalin dan memperkuat kerja sama dengan Universiti Islam Melaka (UNIMEL) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).
Kunjungan akademik ini menjadi bagian dari strategi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendorong internasionalisasi perguruan tinggi. Selain memperluas jejaring, kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Membuka Pintu Kolaborasi Akademik Internasional
Kerja sama dengan perguruan tinggi di Malaysia menjadi peluang bagi Program Studi Sejarah Peradaban Islam untuk mengembangkan berbagai program akademik yang berorientasi global.
Kolaborasi dapat diarahkan pada penelitian bersama, seminar internasional, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, kuliah tamu, hingga pengembangan kegiatan akademik lainnya.
Bagi mahasiswa, jejaring internasional juga membuka kesempatan untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas. Mereka dapat mengenal perspektif akademik dari negara lain sekaligus memahami sejarah dan perkembangan peradaban Islam dalam konteks Asia Tenggara.
Sementara bagi dosen, kerja sama ini dapat menjadi ruang untuk memperluas jaringan penelitian dan menghasilkan karya ilmiah bersama mitra internasional.
Tim SPI Wakili Fakultas Ushuluddin dan Adab
Delegasi yang berangkat ke Malaysia terdiri atas akademisi dan unsur pendukung dari Fakultas Ushuluddin dan Adab. Mereka membawa kompetensi di bidang sejarah, studi Islam, serta pengembangan kelembagaan.
Tim tersebut terdiri atas, Prof. Didin Nurul Rosidin, M.A., Ph.D. , Aah Syafaah, M.Ag., Dr. Zaenal Masduqi, M.Ag., Anwar Nuris, M.Si.. Salma Mumtazah, S.Hum.
Kehadiran delegasi tersebut menjadi representasi komitmen FUA dalam membangun komunikasi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi mitra di tingkat internasional.
Setiap anggota tim diharapkan dapat berkontribusi sesuai bidang keahlian masing-masing sehingga kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada kunjungan, tetapi berkembang menjadi program yang konkret dan berkelanjutan.
Dari Sejarah Islam Menuju Kolaborasi Masa Kini
Program Studi Sejarah Peradaban Islam memiliki posisi strategis dalam memahami perjalanan masyarakat dan peradaban Islam, termasuk hubungan historis dan intelektual antara Indonesia dan Malaysia.
Karena itu, kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi Malaysia memiliki nilai akademik yang kuat. Kedekatan sejarah dan budaya kedua negara dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan kajian bersama mengenai sejarah Islam, peradaban Melayu, pendidikan Islam, budaya, serta perkembangan masyarakat Muslim di Asia Tenggara.
Kolaborasi tersebut juga dapat memperkaya perspektif mahasiswa. Sejarah tidak hanya dipelajari sebagai rekaman masa lalu, tetapi dapat menjadi sumber pembelajaran untuk memahami persoalan masyarakat masa kini dan merancang masa depan yang lebih baik.
Memperkuat Tridharma dan Reputasi Global
Kerja sama internasional juga menjadi bagian penting dalam penguatan mutu perguruan tinggi. Melalui kemitraan dengan UNIMEL dan UKM, FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki peluang untuk mengembangkan program pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang melibatkan akademisi dari kedua negara.
Kolaborasi penelitian dapat diarahkan pada isu-isu strategis sejarah dan peradaban Islam. Seminar dan publikasi internasional dapat menjadi ruang pertukaran gagasan. Sementara kegiatan pengabdian dapat dikembangkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Lebih jauh, kerja sama ini dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan budaya akademik yang terbuka terhadap perkembangan global.
Dari Cirebon untuk Dunia
Keberangkatan Tim Program Studi Sejarah Peradaban Islam ke Malaysia menjadi langkah penting dalam perjalanan internasionalisasi FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Namun, internasionalisasi bukan sekadar tentang berkunjung ke luar negeri. Internasionalisasi berarti membangun jejaring, bertukar pengetahuan, menciptakan kolaborasi, dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan bersama.
Dari Cirebon, akademisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membuka ruang dialog dengan dunia. Dari sejarah dan peradaban Islam, lahir semangat untuk membangun masa depan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian.
Kolaborasi dengan UNIMEL dan UKM diharapkan menjadi awal dari semakin banyak kerja sama internasional yang produktif. Dengan demikian, Program Studi Sejarah Peradaban Islam tidak hanya menjaga warisan intelektual masa lalu, tetapi juga ikut menyiapkan generasi yang berwawasan global, berakar pada nilai keislaman, dan siap berkontribusi bagi masyarakat dunia.




