Kolaborasi Strategis Kampus dan Industri Perkuat Kesiapan Kerja Mahasiswa di Era Digital
UIN Siber Cirebon — Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui UPT Pengembangan Karir terus memperkuat sinergi dengan dunia industri dalam mendukung kesiapan kerja mahasiswa. Kali ini, kampus siber pertama di Indonesia tersebut menggandeng BTPN Syariah dalam kegiatan Sosialisasi Program Magang Bestee BTPN Syariah 2026 melalui skema PRIMA Magang PTKI.(21/5/2026).
Program Bestee (Berdaya Bersama Sahabat Tepat Indonesia) hadir sebagai inovasi pemberdayaan berbasis pendampingan UMKM yang melibatkan mahasiswa secara langsung sebagai fasilitator masyarakat. Tidak hanya menawarkan pengalaman magang konvensional, program ini memberi kesempatan mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan, mendampingi pelaku usaha mikro sekaligus memahami praktik keuangan syariah secara nyata.
Mahasiswa Tidak Hanya Magang, Tapi Jadi Agen Pemberdayaan UMKM
Melalui program ini, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman profesional yang komprehensif, mulai dari memahami operasional perbankan syariah, membangun kemampuan komunikasi, kepemimpinan, hingga memperkuat jejaring profesional di dunia kerja.
Dalam implementasinya, peserta magang akan bertugas mendampingi nasabah UMKM dengan pendekatan pemberdayaan berbasis edukasi dan praktik langsung. Setiap mahasiswa akan bertanggung jawab mendampingi 10 nasabah dengan empat tahapan pertemuan, mulai dari asesmen, penyampaian materi, praktik, hingga evaluasi pendampingan.
Program ini juga didukung oleh Bestee Platform, sebuah sistem digital yang digunakan untuk memantau aktivitas pendampingan sekaligus meningkatkan kapasitas kewirausahaan para nasabah. Bagi mahasiswa, platform tersebut menjadi media pelaporan kegiatan magang secara berkala dan terintegrasi.
UIN Siber Cirebon Dorong Mahasiswa Adaptif dan Siap Hadapi Dunia Kerja
Kepala UPT Pengembangan Karir UIN Siber Cirebon, Wahyono, M.Pd.I., menilai program ini sebagai peluang strategis bagi mahasiswa untuk memperkuat kompetensi sekaligus membangun pengalaman kerja nyata sebelum lulus dari perguruan tinggi.
“Program Bestee dari BTPN Syariah ini bukan sekadar magang biasa, tetapi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami persoalan UMKM, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mengasah kepekaan terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Kami berharap mahasiswa UIN Siber dapat memanfaatkan peluang emas ini sebaik mungkin,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi langkah penting dalam menciptakan lulusan yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja berbasis digital.
Peserta Magang Berpeluang Dapat Konversi 20 SKS dan Akses Rekrutmen Awal
Selain pengalaman lapangan, mahasiswa peserta program juga akan memperoleh berbagai benefit menarik, di antaranya konversi hingga 20 SKS, pelatihan eksklusif, sertifikat resmi, reward apresiasi, hingga peluang memperoleh akses informasi rekrutmen karyawan lebih awal bagi peserta terbaik.
Adapun persyaratan peserta meliputi mahasiswa minimal semester 3 untuk jenjang D3 dan semester 5 untuk jenjang D4/S1. Proses seleksi akan dilakukan secara ketat guna memastikan kualitas peserta yang terlibat dalam program pendampingan masyarakat tersebut.
Program Berjalan Hingga Akhir Tahun 2026
Rangkaian program Magang Bestee BTPN Syariah 2026 dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun. Tahapan sosialisasi, pendaftaran, dan rekrutmen dilaksanakan mulai Mei hingga Juli 2026, dilanjutkan pengumuman peserta terpilih pada Agustus.
Selanjutnya, mahasiswa akan mengikuti pembekalan intensif pada September, termasuk pelatihan sertifikasi halal, observasi MMS, serta bonding bersama mentor sebelum memasuki fase pendampingan lapangan pada Oktober hingga November. Program akan ditutup pada Desember 2026 melalui penyelesaian laporan magang dan prosesi graduation peserta.
Komitmen UIN Siber Cirebon Bangun SDM Unggul dan Berdaya Saing
Kolaborasi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan BTPN Syariah ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang selaras dengan kebutuhan industri, transformasi digital, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi lulusan akademik, tetapi juga agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan UMKM dan ekonomi syariah Indonesia.


