UIN Siber Cirebon (Jakarta) – Tidak hanya memperkenalkan kampus, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan layanan langsung bagi masyarakat dalam ajang Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2026 Forum & Expo di Masjid Istiqlal, Jakarta, 30 Oktober hingga 1 November 2026. Melalui booth layanan informasi dan konsultasi, UIN Siber Cirebon mempertemukan layanan pendidikan tinggi, informasi publik, pengembangan karier, pemberdayaan UMKM, dan konsultasi sertifikasi halal dalam satu ruang pelayanan.
Partisipasi ini menjadi wujud kontribusi UIN Siber Cirebon dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan industri halal nasional. Pengunjung, mulai dari calon mahasiswa, masyarakat umum, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dapat memperoleh informasi serta layanan sesuai kebutuhan mereka.
Ada tiga fokus utama yang dihadirkan, yakni memperluas akses pendidikan tinggi, memperkenalkan produk UMKM binaan, dan meningkatkan literasi serta layanan sertifikasi halal. Ketiganya dirancang agar kehadiran perguruan tinggi tidak hanya dirasakan melalui kegiatan akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Perluas Akses Pendidikan dan Layanan Informasi
Melalui Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Jarak Jauh (UPT PJJ), pengunjung memperoleh informasi mengenai program studi, khususnya rumpun ekonomi syariah dan industri halal, serta kesempatan menempuh pendidikan melalui sistem perkuliahan jarak jauh. Model pembelajaran berbasis digital ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang pekerjaan untuk mengakses pendidikan tinggi.
Layanan informasi juga diperkuat melalui Pusat Inovasi Pembelajaran Digital (PIPD) yang memperkenalkan dukungan pembelajaran digital bagi program studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Layanan ini mencakup pengembangan bahan ajar digital, produksi video pembelajaran, serta pemanfaatan Learning Management System (LMS) sebagai platform pendukung proses perkuliahan. Melalui fasilitas tersebut, UIN Siber Cirebon berupaya menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan mudah diakses mahasiswa dari berbagai wilayah.
Sementara itu, UPT Career Development Center (CDC)/Karier memberikan informasi dan layanan terkait pengembangan kompetensi, perencanaan karier, serta kesiapan mahasiswa dan lulusan dalam menghadapi dunia kerja. Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan daya saing di dunia profesional.
Kehadiran berbagai unit tersebut menunjukkan bahwa booth UIN Siber Cirebon tidak hanya berorientasi pada pengenalan institusi, tetapi juga menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Produk UMKM dan Konsultasi Sertifikasi Halal
Pada sektor ekonomi umat, UIN Siber Cirebon memperkenalkan produk-produk UMKM binaan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan usaha masyarakat sekaligus membuka peluang pemasaran dan jejaring dengan konsumen maupun pelaku industri halal.
Pengunjung juga dapat berkonsultasi mengenai pengajuan sertifikasi halal melalui jalur self declare maupun reguler. Konsultasi ini membantu pelaku usaha memahami persyaratan, tahapan, dan mekanisme pengajuan sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua Pelaksana sekaligus Ketua LPH UIN Siber Cirebon, Dr. Mariyah Ulfah, M.E.Sy., menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam IES 2026 merupakan kesempatan strategis untuk mendekatkan layanan kampus kepada masyarakat.
“Bagi kami, kehadiran di IES 2026 bukan sekadar mengikuti pameran, tetapi menjadi ruang pelayanan, edukasi, dan kolaborasi. Kami ingin pelaku UMKM mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang sertifikasi halal, produk mereka semakin dikenal, dan masyarakat memperoleh akses informasi pendidikan yang lebih luas. Dengan demikian, kampus dapat hadir menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” ungkapnya.
Rektor: Kampus Harus Memberikan Dampak Nyata bagi Umat
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan ekonomi syariah memiliki urgensi strategis. Kampus harus mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia usaha.
“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi tempat menghasilkan pengetahuan, tetapi harus mampu menghadirkan solusi. Ekonomi syariah membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, literasi halal yang kuat, inovasi, serta pendampingan bagi pelaku usaha. Karena itu, kehadiran UIN Siber Cirebon dalam IES 2026 merupakan bagian dari upaya memperluas kontribusi kampus bagi penguatan ekonomi umat,” tegas Prof. Aan Jaelani.
Menurutnya, sinergi pendidikan, riset, layanan sertifikasi halal, dan pemberdayaan UMKM perlu terus diperkuat agar ekonomi syariah tumbuh secara inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Unit, Satu Misi Pelayanan
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, UIN Siber Cirebon menugaskan delegasi lintas unit dengan komposisi sebagai berikut:
UPT PJJ: Faqih Fadlullah, S.S.T., dan Slamet Pujijanto, S.Kom.
UPT PIPD: M. Muslikhudin, S.Kom., dan Muhammad Iqbal, S.Pd.
UPT Halal: Mariyah Ulfah, M.E.Sy., Dr. Evi Roviati, S.Si., M.Pd., dan Dr. Novianti Muspiroh, M.P., Dr. Yuyun Maryuningsih, M.Pd.
UPT CDC/Karier: Wahyono, S.Pd.I., M.Pd.I.
Humas: Mohamad Arifin, Gunadi, Nasukha, dan Bintang
Kolaborasi lintas unit ini menjadi kekuatan dalam menghadirkan pelayanan yang lebih lengkap dan terintegrasi. Melalui IES 2026, UIN Siber Cirebon ingin menunjukkan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan literasi halal, mendukung UMKM, dan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing.
Dari kampus untuk umat, UIN Siber Cirebon terus berupaya menghadirkan pendidikan dan layanan yang berdampak bagi masyarakat serta berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi syariah Indonesia.









