UIN Siber Cirebon – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mewujudkan visi sebagai World Class Cyber University terus diperkuat melalui berbagai kolaborasi internasional. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan International Seminar 2026 bertajuk “Future-Ready Cyber Universities” yang berlangsung di Digital Library Cyber Building UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang digagas oleh International Office UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tersebut menghadirkan Daniel Dobrev, Head of Trade and Economic Office Kedutaan Besar Bulgaria di Jakarta, sebagai narasumber utama. Seminar ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring internasional sekaligus membuka peluang kerja sama akademik, riset, dan inovasi digital antara UIN Siber Cirebon dengan berbagai institusi global.
Perkuat Langkah Menuju Kampus Siber Berkelas Dunia
Sekretaris International Office UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Ivo Dinastar Yanuar, S.S., M.Appling., dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar internasional ini merupakan bagian dari roadmap internasionalisasi kampus yang terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, UIN Siber Cirebon sebagai PTKIN Siber pertama di Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang mampu menjawab tantangan global sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam memperluas jejaring internasional UIN Siber Cirebon. Kami ingin membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai negara, termasuk Bulgaria, dalam bidang pendidikan, penelitian, pertukaran akademik, hingga pengembangan teknologi digital,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan kerja sama internasional merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan reputasi global perguruan tinggi sekaligus mendukung transformasi UIN Siber Cirebon menjadi kampus siber yang adaptif terhadap perkembangan dunia.
Daniel Dobrev: Masa Depan Perguruan Tinggi Ada pada Kolaborasi dan Digitalisasi
Dalam pemaparannya, Daniel Dobrev menegaskan bahwa perguruan tinggi masa depan harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Menurutnya, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus menjadi bagian dari strategi institusi pendidikan tinggi di seluruh dunia.
Daniel menjelaskan beberapa poin penting yang menjadi perhatian perguruan tinggi global saat ini, antara lain:
- Transformasi pembelajaran berbasis teknologi digital.
- Penguatan kerja sama internasional lintas negara.
- Pengembangan riset kolaboratif berbasis inovasi.
- Peningkatan mobilitas dosen dan mahasiswa secara global.
- Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam dunia pendidikan.
- Penguatan literasi digital dan kompetensi abad ke-21.
- Hilirisasi hasil penelitian agar berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan pendidikan tinggi Islam berbasis teknologi di tingkat internasional.
“Saya melihat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki infrastruktur digital yang sangat potensial untuk berkembang menjadi universitas siber yang berdaya saing global. Kolaborasi internasional akan menjadi kunci penting dalam mempercepat transformasi tersebut,” ujar Daniel Dobrev.
Peluang Kerja Sama Internasional Terbuka Lebar
Melalui seminar tersebut, kedua belah pihak menjajaki berbagai peluang kerja sama yang mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Pada bidang pendidikan, kolaborasi diarahkan pada pengembangan program visiting lecturer, kuliah tamu internasional, hingga pembelajaran berbasis hybrid yang memungkinkan mahasiswa memperoleh perspektif global tanpa batas geografis.
Di bidang penelitian, kerja sama diarahkan pada pelaksanaan joint research terkait transformasi digital, tata kelola perguruan tinggi, dan inovasi teknologi.
Sementara dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi diharapkan mampu mendorong hilirisasi berbagai inovasi digital yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Wakil Rektor III: Internasionalisasi Adalah Investasi Masa Depan Kampus
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., menegaskan bahwa internasionalisasi menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan daya saing lulusan.
Menurutnya, mahasiswa saat ini tidak cukup hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga harus memiliki wawasan global, kemampuan berkolaborasi lintas budaya, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia internasional.
“Seminar internasional ini merupakan investasi masa depan bagi kampus dan mahasiswa. Melalui jejaring global, mahasiswa UIN Siber Cirebon akan memiliki akses yang lebih luas terhadap ilmu pengetahuan, riset internasional, pertukaran budaya, dan berbagai peluang pengembangan diri di tingkat dunia,” ungkap Prof. Hajam.
Ia berharap kegiatan serupa terus diperluas sehingga semakin banyak mahasiswa dan dosen yang memperoleh pengalaman internasional sebagai bekal menghadapi era globalisasi dan transformasi digital.
Dukung SDGs dan Visi Indonesia Emas 2045
Pelaksanaan International Seminar 2026 juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
- SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
- SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
- SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.
- SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui penguatan kerja sama internasional dan transformasi digital, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang modern, inklusif, inovatif, dan berdaya saing global.
Seminar internasional bersama Kedutaan Besar Bulgaria ini menjadi bukti bahwa UIN Siber Cirebon tidak hanya membangun kampus berbasis teknologi, tetapi juga membangun jembatan kolaborasi dunia untuk mencetak generasi Muslim unggul yang siap berkiprah di tingkat internasional.


