UIN Siber Cirebon – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat layanan pendampingan psikososial di lingkungan kampus terus diwujudkan melalui pengembangan kapasitas relawan. Salah satunya melalui Pelatihan Konseling Sebaya Pertemuan 2 yang mengusung tema “Sinergi dalam Simpati, Kuat dalam Empati: Menjadi Sahabat Sebaya yang Beretika melalui Kesadaran Diri dan Komunikasi Efektif.” Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat (19/7/2026) di Ruang LP2M Lantai 1 Sekretariat PSGAD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Pelatihan yang diikuti para relawan PSGAD tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan konselor sebaya agar memiliki kompetensi komunikasi, empati, dan kesadaran diri yang memadai dalam memberikan dukungan kepada sesama mahasiswa. Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Pelaksana Amalia Markhamah, kemudian dibuka secara resmi oleh Rifaniola Azzahra selaku Ketua Relawan PSGAD.
Materi pelatihan disampaikan oleh Rosnia Dwi Rahayu, mahasiswi Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) sekaligus Demisioner PSGAD Periode 2025–2026, yang membagikan pengalaman sekaligus pemahaman mengenai pentingnya komunikasi efektif dalam praktik konseling sebaya.
Membentuk Relawan yang Peduli dan Beretika
Pada pertemuan kedua ini, peserta memperoleh materi mengenai pentingnya mengenali potensi diri, membangun rasa percaya diri, serta mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif sebagai bekal menjadi sahabat sebaya yang mampu memberikan dukungan secara tepat dan beretika.
Materi disampaikan melalui metode pemaparan, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab yang memberikan ruang kepada peserta untuk berbagi pengalaman dan memahami berbagai situasi yang kerap dihadapi dalam pendampingan sebaya.
Suasana pelatihan berlangsung aktif dan partisipatif. Para relawan menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti setiap sesi, mulai dari diskusi hingga praktik sederhana mengenai komunikasi yang empatik dan efektif.
Kesadaran Diri Menjadi Pondasi Konseling Sebaya
Ketua Pelaksana, Amalia Markhamah, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang agar relawan tidak hanya memahami teori konseling, tetapi juga mampu mengembangkan karakter sebagai pendamping sebaya yang bertanggung jawab.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali relawan dengan kemampuan memahami diri sendiri terlebih dahulu sebelum mendampingi orang lain. Kesadaran diri, rasa percaya diri, dan komunikasi yang efektif merupakan pondasi penting agar relawan mampu menjadi sahabat sebaya yang peduli, empatik, dan beretika,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Relawan PSGAD, Rifaniola Azzahra, menegaskan bahwa pelatihan berkelanjutan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem dukungan psikososial yang sehat di lingkungan kampus.
“Kami berharap setiap pertemuan pelatihan dapat memperkuat kapasitas relawan sehingga mereka mampu memberikan dukungan positif kepada teman sebaya, membangun komunikasi yang sehat, serta menjadi agen yang menumbuhkan budaya saling peduli di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” ungkapnya.
Pemateri, Rosnia Dwi Rahayu, menambahkan bahwa kemampuan berkomunikasi secara efektif tidak hanya bermanfaat dalam proses konseling, tetapi juga menjadi bekal penting dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjadi sahabat sebaya berarti mampu hadir sebagai pendengar yang baik, memahami tanpa menghakimi, dan membangun komunikasi yang memberikan rasa aman bagi orang lain. Semua itu berawal dari kemampuan mengenali diri sendiri dan mengelola komunikasi secara tepat,” jelasnya.
UIN Siber Perkuat Budaya Peduli melalui Relawan PSGAD
Pelaksanaan Pelatihan Konseling Sebaya menjadi bagian dari komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, sehat, dan saling mendukung. Melalui penguatan kompetensi relawan PSGAD, kampus mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, empati, serta kemampuan memberikan dukungan psikososial kepada sesama.
Program ini diharapkan mampu memperkuat budaya saling peduli di lingkungan kampus sekaligus mendukung terciptanya layanan konseling sebaya yang profesional, humanis, dan berkelanjutan.
SDGs yang Relevan
- SDG 3 – Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): Meningkatkan kapasitas relawan dalam memberikan dukungan psikososial dan mendorong kesehatan mental di lingkungan kampus.
- SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas): Mengembangkan kompetensi komunikasi, empati, dan keterampilan konseling sebaya melalui pelatihan berkelanjutan.
- SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Memperkuat kolaborasi antara PSGAD, mahasiswa, dan sivitas akademika dalam membangun budaya saling peduli dan mendukung kesejahteraan bersama.


