UIN Siber Cirebon (Jombang) – Ketua Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, H. Amin Iskandar, M.Ag., mengikuti Mu’tamar Turats Nabawi (MUTUN) dan Annual Meeting Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA) 2026 yang berlangsung pada 5–7 Oktober 2026 di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Kegiatan yang dikemas dalam International Conference on Hadith Studies ini menjadi forum akademik untuk memperkuat pengembangan studi hadis dengan tetap berpijak pada tradisi keilmuan pesantren.
Mengusung tema “The Development of Hadith Studies in Pesantren: From the Tradition of Transmission to Contemporary Knowledge Production”, konferensi ini membahas perkembangan studi hadis di lingkungan pesantren, mulai dari tradisi transmisi keilmuan hingga kontribusinya dalam menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer.
Perkuat Tradisi Keilmuan Hadis di Pesantren
Pembukaan MUTUN dan Annual Meeting ASILHA 2026 dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin menyampaikan kalimat ra’isiyah sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng.

Kehadiran pimpinan pesantren dalam forum ini mempertegas peran pesantren sebagai salah satu pusat transmisi dan pengembangan ilmu hadis di Indonesia. Tradisi sanad, kajian kitab, dan kesinambungan pembelajaran antargenerasi menjadi bagian penting dalam menjaga otoritas serta keberlanjutan keilmuan hadis.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan keynote speech oleh Syed Abdul Majid Ghouri, B.A., M.A., Ph.D., kemudian Plenary Session yang menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar hadis, yakni Dr. H. Mohammad Anang Firdaus, M.Pd.; Prof. Dr. Hj. Ema Marhumah, M.Pd.; Prof. Dr. H. Mohamad Anton Athoillah, M.M.; serta Syed Abdul Majid Ghouri.
Padukan Tradisi Pesantren dan Kajian Akademik
Pada hari pertama, Senin (5/10/2026), peserta mengikuti Sesi Paralel I, program Sambung Sanad dan Ijazah Shahih Bukhari, serta Bahtsul Masail Fiqhiyah-Haditsiyah. Rangkaian agenda tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan studi hadis tidak terlepas dari tradisi keilmuan pesantren yang menempatkan sanad, transmisi ilmu, kajian kitab, dan diskusi intelektual sebagai fondasi pembelajaran.

Memasuki hari kedua, Selasa (6/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan bedah buku Tadrij al-Masaid fi Takhrij al-Maqashid, Sesi Paralel II dan III, serta Annual Meeting ASILHA. Pertemuan tahunan ini menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi akademisi serta pengelola program studi ilmu hadis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan, tantangan, dan arah pengembangan keilmuan hadis.
Rangkaian kegiatan ditutup pada Rabu (7/10/2026) melalui agenda Sambung Sanad dan Ijazah Kitab al-Muwatta’, dilanjutkan dengan penutupan serta Deklarasi MUTUN–ASILHA.
Perluas Jejaring Akademik Jurusan Ilmu Hadis

Keikutsertaan H. Amin Iskandar, M.Ag., menjadi bagian dari upaya Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Cirebon dalam memperluas jejaring akademik serta mengikuti perkembangan studi hadis di tingkat nasional dan internasional.
Forum MUTUN dan Annual Meeting ASILHA membuka peluang pertukaran gagasan dan pengalaman antarperguruan tinggi, sekaligus memperkuat kesempatan kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Tema konferensi tahun ini juga relevan dengan perkembangan pendidikan tinggi Islam. Tradisi transmisi hadis melalui sanad dan pesantren merupakan warisan intelektual yang perlu dipelihara. Pada saat yang sama, tradisi tersebut perlu terus dikembangkan melalui pendekatan akademik dan produksi pengetahuan yang mampu menjawab persoalan kontemporer.
Bagi Jurusan Ilmu Hadis UIN Siber Cirebon, partisipasi dalam forum ini diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik serta menjadi inspirasi dalam pengembangan pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, dan kerja sama kelembagaan. Dengan demikian, studi hadis dapat terus berkembang sebagai bidang keilmuan yang berakar pada tradisi Islam, kokoh secara akademik, dan responsif terhadap dinamika zaman.
Melalui keikutsertaan dalam MUTUN dan Annual Meeting ASILHA 2026, UIN Siber Cirebon menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan ilmu hadis melalui kolaborasi akademik dan penguatan tradisi keilmuan Islam yang berkelanjutan.


