UIN Siber Cirebon — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS+) Tahun 2026. Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan AICIS+ 2026 yang berlangsung pada Jumat-Sabtu, 21–22 Agustus 2026, di salah satu hotel di Kota Cirebon.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan AICIS+ berjalan optimal, mulai dari kesiapan akademik, teknis, koordinasi antarpihak, hingga target pelaksanaan kegiatan.
Kegiatan dipandu oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi bagi jajaran pimpinan dan tim terkait untuk menyatukan langkah dalam mempersiapkan AICIS+ 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., memberikan arahan mengenai kesiapan akademik, teknis, koordinasi, serta target pelaksanaan AICIS+ 2026. Arahan tersebut turut didampingi oleh Kasubdit pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Prof. Dr. H. Faqiuddin Abdul Kodir, M.Ag.
Prof. Sahiron menegaskan bahwa AICIS+ 2026 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon perlu dirancang sebagai ruang kolaborasi yang lebih luas. Tidak hanya melibatkan perguruan tinggi dan kalangan akademisi, tetapi juga dapat menggandeng madrasah berprestasi, pesantren, serta berbagai mitra strategis lainnya.
Menurutnya, madrasah dan pesantren memiliki potensi besar dalam memperkuat ekosistem pendidikan Islam. Terlebih, sejumlah madrasah dan pesantren telah memiliki prestasi serta penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.
“Dalam gelaran AICIS+ di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon juga perlu dilakukan kolaborasi dengan madrasah yang memiliki prestasi dan penghargaan, baik nasional maupun internasional, pesantren, serta mitra lainnya,” tegas Prof. Sahiron.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam arah persiapan AICIS+ 2026. Kolaborasi lintas lembaga diharapkan dapat menghadirkan perspektif yang lebih beragam sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik, pendidikan madrasah, pesantren, dan masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, AICIS+ 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi konferensi internasional, tetapi juga menjadi ruang bertemunya gagasan, pengalaman, inovasi, dan praktik terbaik dalam pengembangan pendidikan serta studi Islam.
Melalui rapat koordinasi ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus membangun kesiapan dan soliditas seluruh tim. Dengan dukungan berbagai pihak, AICIS+ 2026 diharapkan mampu menjadi perhelatan akademik yang inspiratif, inklusif, dan berdampak luas bagi pengembangan pendidikan Islam di tingkat nasional maupun internasional.






