UIN Siber Cirebon – Komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membangun lingkungan kampus yang sehat, inklusif, dan peduli terhadap kesehatan mental terus diwujudkan melalui penguatan kapasitas relawan. Salah satunya melalui Pelatihan Konseling Sebaya: Keterampilan Komunikasi Dasar Pertemuan 1 yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada Sabtu, 12 Juli 2026, di Ruang LP2M Lantai 1 Sekretariat PSGAD.
Mengusung tema “Sinergi dalam Simpati, Kuat dalam Empati: Menjadi Sahabat Sebaya yang Beretika”, pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membekali relawan PSGAD dengan keterampilan komunikasi dasar sebagai fondasi memberikan dukungan psikososial kepada sesama mahasiswa secara etis, empatik, dan bertanggung jawab.
Kegiatan dipandu oleh Amalia Markhamah selaku Ketua Pelaksana, dibuka secara resmi oleh Rifaniola Azzahra selaku Ketua Relawan PSGAD, serta menghadirkan Annisa Pharastika, mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI), sebagai pemateri.
Membangun Relawan yang Empatik dan Beretika
Pelatihan diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai prinsip-prinsip komunikasi efektif, teknik active listening (mendengarkan aktif), membangun empati, serta penerapan komunikasi dalam proses konseling sebaya.
Selain memperoleh materi konseptual, para peserta juga mengikuti sesi diskusi dan praktik sederhana yang dirancang untuk melatih kemampuan berkomunikasi dalam berbagai situasi yang berpotensi dihadapi relawan saat mendampingi teman sebaya.
Pendekatan interaktif yang digunakan membuat peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan komunikasi yang lebih aplikatif sebagai bekal dalam menjalankan peran sebagai relawan pendamping.
UIN Siber Dorong Budaya Kampus yang Peduli Kesehatan Mental
Pelaksanaan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat budaya kampus yang mendukung kesehatan mental serta membangun ekosistem mahasiswa yang saling peduli.
Melalui penguatan kompetensi relawan PSGAD, kampus berupaya menghadirkan ruang aman (safe space) bagi mahasiswa untuk saling mendukung, berbagi pengalaman, dan memperoleh pendampingan awal sebelum mendapatkan layanan profesional apabila diperlukan.
Ketua Relawan PSGAD, Rifaniola Azzahra, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter relawan yang mampu menjadi pendengar yang baik sekaligus memberikan dukungan positif kepada teman sebaya.
“Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi relawan untuk memahami pentingnya komunikasi yang efektif, membangun empati, dan menghadirkan dukungan yang positif sebagai sahabat sebaya yang beretika,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, khususnya saat sesi diskusi dan praktik komunikasi yang memberikan kesempatan kepada relawan untuk mengasah kemampuan mendengarkan, memahami perspektif orang lain, serta membangun hubungan interpersonal yang sehat.
Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan layanan pendampingan mahasiswa yang humanis, inklusif, dan berbasis penguatan kapasitas relawan. Pelatihan ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian pembinaan konseling sebaya yang mampu melahirkan relawan-relawan kompeten, berempati, dan siap berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat secara psikologis.
SDGs yang Relevan
- SDG 3 – Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) karena mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan psikososial mahasiswa.
- SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi relawan dalam komunikasi, empati, dan pendampingan sebaya.
- SDG 16 – Peace, Justice and Strong Institutions melalui penguatan budaya kampus yang inklusif, aman, dan saling mendukung.


