Pendaftaran UM-PTKIN 2026 Dimulai, Seleksi Modern dan Ramah Difabel
UIN Siber Cirebon (Jakarta, Kemenag) — Kementerian Agama Republik Indonesia resmi membuka pendaftaran Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Tahun 2026 bagi calon mahasiswa dari seluruh Indonesia. Seleksi nasional ini menjadi jalur penting bagi lulusan SMA/SMK/MA sederajat untuk melanjutkan pendidikan tinggi Islam melalui sistem seleksi yang modern, transparan, dan berbasis digital.
Pendaftaran UM-PTKIN 2026 dibuka mulai 13 April hingga 30 Mei 2026 dan dapat diakses secara daring melalui sistem resmi panitia nasional. Seleksi ini diperuntukkan bagi lulusan tahun 2024, 2025, dan 2026 dari berbagai jenjang pendidikan sederajat.
Pelaksanaan ujian akan berlangsung pada 8–14 Juni 2026 menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) berbasis komputer tanpa kertas (paperless) di 58 PTKIN dan 1 PTN yang tersebar di seluruh Indonesia. Peserta juga diberikan kebebasan memilih lokasi ujian sesuai kebutuhan masing-masing.
Jadwal Lengkap UM-PTKIN 2026
Berikut tahapan penting UM-PTKIN 2026:
- 13 April 2026
Pendaftaran dan pembayaran resmi dibuka pukul 08.00 WIB. - 1 Mei 2026
Peserta mulai dapat mencetak kartu ujian. - 13 Mei 2026
Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Abd. Aziz, secara resmi mengumumkan pembukaan UM-PTKIN dalam konferensi pers di Jakarta. - 30 Mei 2026
Batas akhir pendaftaran pukul 15.00 WIB dan pembayaran pukul 23.59 WIB. - 3 Juni 2026
Tahap finalisasi data peserta ditutup. - 8–14 Juni 2026
Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer. - 30 Juni 2026
Pengumuman hasil seleksi UM-PTKIN 2026.
Tes Skolastik dan Literasi Jadi Fokus Penilaian
Dalam pelaksanaannya, UM-PTKIN 2026 menghadirkan model seleksi yang tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, literasi, dan karakter calon mahasiswa.
Peserta dapat memilih hingga tiga program studi, baik pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri maupun Perguruan Tinggi Negeri tertentu yang bekerja sama dalam sistem seleksi nasional.
Tes yang diujikan meliputi:
- Tes Bakat Skolastik
- Tes Literasi Membaca
- Literasi Keislaman
- Penalaran dan kemampuan akademik berbasis komputer
Panitia nasional juga memastikan layanan ramah difabel tersedia untuk mendukung akses pendidikan tinggi yang inklusif bagi seluruh peserta.
UIN Siber Cirebon Siap Sambut Generasi Digital Berdaya Saing Global
Sebagai PTKIN berbasis siber pertama di Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut aktif mengajak generasi muda memanfaatkan momentum UM-PTKIN 2026 untuk melanjutkan studi di kampus Islam digital yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kepala Admisi dan Promosi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Basiran, M.A., menyampaikan bahwa UM-PTKIN menjadi peluang besar bagi calon mahasiswa untuk memilih kampus yang sesuai dengan kebutuhan era transformasi digital.
“UM-PTKIN 2026 menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk masuk ke perguruan tinggi Islam yang berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan zaman. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon hadir sebagai kampus Islam berbasis siber yang terus mengembangkan layanan akademik digital, inovatif, dan inklusif,” ungkap Basiran.
Ia juga menambahkan bahwa UIN Siber Cirebon terus memperkuat sistem layanan penerimaan mahasiswa baru berbasis teknologi agar proses pendaftaran semakin mudah diakses masyarakat luas.
Sekretaris Admisi: PMB Harus Modern, Cepat, dan Transparan
Sementara itu, Sekretaris Admisi dan Promosi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Oktavianus Bere, S.Sos., menegaskan bahwa transformasi digital dalam layanan PMB menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan publik pendidikan tinggi yang profesional.
“Kami ingin memastikan seluruh proses PMB di UIN Siber Cirebon berjalan modern, transparan, cepat, dan ramah bagi seluruh calon mahasiswa, termasuk peserta dari luar daerah maupun penyandang disabilitas,” ujarnya.
Menurutnya, sistem seleksi elektronik berbasis komputer yang diterapkan dalam UM-PTKIN 2026 menunjukkan komitmen PTKIN dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang efisien dan akuntabel.
Pendidikan Tinggi Islam Semakin Modern dan Inklusif
Pembukaan UM-PTKIN 2026 menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan tinggi Islam terus berkembang menuju sistem yang lebih modern, inklusif, dan berorientasi masa depan.
Dengan sistem seleksi berbasis digital, layanan aksesibel bagi difabel, serta kesempatan memilih program studi yang luas, PTKIN diharapkan mampu melahirkan generasi muda unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap tantangan global dan perkembangan teknologi.
Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi Islam berbasis digital, UM-PTKIN 2026 menjadi gerbang strategis menuju masa depan akademik yang lebih kompetitif dan berdaya saing global.


