Diktis Kemenag RI Dorong PTKIN Jadi Pusat Studi Islam Dunia dan Tingkatkan Mahasiswa Asing
UIN Siber Cirebon (Jakarta, Kemenag) — Semangat internasionalisasi pendidikan tinggi Islam terus digelorakan di tengah momentum Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2026. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Sahiron, menegaskan bahwa seluruh PTKIN harus memperkuat konsolidasi untuk menyongsong agenda besar menjadikan Indonesia sebagai pusat studi Islam dunia.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional PMB PTKIN yang digelar di Jakarta. Kegiatan ini diikuti pimpinan PTKIN se-Indonesia, termasuk UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang dihadiri langsung oleh Rektor, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., didampingi Kepala Admisi dan Promosi Basiran, M.A., serta Sekretaris Admisi dan Promosi Oktavianus Bere, S.Sos.
Internasionalisasi PTKIN Jadi Mandat Strategis Nasional
Dalam arahannya, Prof. Sahiron mengapresiasi kerja keras seluruh rektor dan tim tata kelola PTKIN dalam menyukseskan PMB nasional. Namun, menurutnya, tantangan PTKIN saat ini tidak lagi sekadar berskala nasional, melainkan harus mampu menghadirkan rekognisi global.
“Internasionalisasi pendidikan tinggi kini bukan lagi sekadar opsi, tetapi sudah menjadi mandat strategis nasional. Indonesia harus mampu menjadi pusat studi Islam dunia,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan Indonesia mampu menarik hingga 100 ribu mahasiswa asing secara nasional. Sementara saat ini, jumlah mahasiswa internasional di lingkungan PTKIN masih berkisar 1.200 orang.
“Saat ini mahasiswa asing di PTKIN sekitar 1.200 orang. Kita ingin angka ini terus meningkat melalui sinergi antara Kementerian Agama, Kemendiktisaintek, dan Kementerian Keuangan,” ujarnya.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah tengah menyiapkan skema beasiswa internasional prestisius yang mengadopsi model lembaga dunia seperti DAAD, AMINEF, dan British Council.
Forum Rektor PTKIN Dorong Program Nyata Internasionalisasi
Ketua Forum Rektor PTKIN, Masnun Tahir, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis Kementerian Agama RI dalam mempercepat internasionalisasi PTKIN.
Menurutnya, internasionalisasi harus diwujudkan melalui program konkret yang berdampak langsung terhadap kualitas akademik dan daya saing global perguruan tinggi Islam negeri.
“Kerja sama internasional harus ditransformasikan menjadi program nyata seperti double degree S3, joint publication, professor exchange, dan summer course. Itu menjadi instrumen strategis membangun ekosistem akademik yang kompetitif,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa PMB merupakan gerbang awal dalam melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas serta wawasan global.
Distingsi Program Studi Jadi Kunci Daya Saing PTKIN
Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Abd. Aziz, dalam paparannya terkait SPAN dan progres UM-PTKIN menekankan pentingnya setiap PTKIN memiliki distingsi atau keunggulan program studi.
“Setiap program studi di PTKIN harus memiliki tanda pengenal atau distingsi yang kuat agar masyarakat mengetahui keunggulan kuliah di PTKIN dibandingkan kampus lainnya,” ujarnya.
Ia juga memastikan pelaksanaan PMB PTKIN 2026 tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas, objektivitas, transparansi, dan keadilan akses bagi seluruh calon mahasiswa.
Rektor UIN Siber Cirebon: PMB dan Internasionalisasi Harus Berjalan Beriringan
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menegaskan bahwa keikutsertaan UIN Siber Cirebon dalam rakornas ini menjadi bagian dari langkah strategis memperkuat internasionalisasi kampus berbasis digital.
“Sebagai PTKIN berbasis siber pertama di Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen memperkuat transformasi digital dan internasionalisasi kampus. PMB bukan hanya soal penerimaan mahasiswa baru, tetapi juga momentum membangun reputasi global kampus Islam berbasis teknologi,” ungkap Prof. Aan Jaelani.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan kualitas akademik, kolaborasi internasional, inovasi digital, serta pelayanan pendidikan berbasis teknologi menjadi prioritas utama dalam membangun Cyber Islamic University yang unggul dan kompetitif di tingkat global.
Admisi dan Promosi UIN Siber Cirebon Siap Perkuat Branding Kampus
Kepala Admisi dan Promosi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Basiran, M.A., menyampaikan bahwa forum nasional ini memberikan banyak penguatan strategi promosi dan branding kampus di era kompetisi pendidikan tinggi yang semakin dinamis.
“Kami terus memperkuat strategi promosi berbasis digital dengan menonjolkan distingsi program studi dan keunggulan UIN Siber Cirebon sebagai kampus Islam berbasis siber pertama di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Admisi dan Promosi, Oktavianus Bere, S.Sos., menambahkan bahwa transformasi digital dalam layanan PMB menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, adaptif, dan ramah bagi calon mahasiswa.
“Kami ingin memastikan layanan PMB UIN Siber Cirebon semakin modern, transparan, dan mudah diakses masyarakat luas, termasuk calon mahasiswa dari luar negeri,” katanya.
Momentum Rakornas PMB PTKIN 2026 ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi nasional dalam membangun perguruan tinggi Islam negeri yang unggul, inklusif, kompetitif, dan mampu menjadi pusat peradaban studi Islam dunia di era transformasi digital.


