UIN Siber Cirebon – UPT Ma’had Al-Jami’ah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Workshop Telaah Substansi Modul Ma’had Al-Jami’ah untuk Penguatan Mutu Akademik di Grand Tryas Hotel Cirebon, Rabu (28/10/2026). Berlangsung selama tiga hari hingga 30 Oktober 2026, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas bahan ajar, menyelaraskan kurikulum, serta memperkuat integrasi pembelajaran Ma’had ke dalam sistem digital kampus.
Workshop yang diikuti para tutor Ma’had Al-Jami’ah ini membahas modul pembelajaran Al-Qur’an, Kitab Kuning, Praktik Ibadah, dan Manajemen Program Ma’had Mukim. Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Dr. Muhsin Riyadi, M.A., menekankan bahwa penelaahan modul merupakan langkah strategis untuk menjaga mutu pendidikan karakter dan keilmuan Islam sekaligus mendukung transformasi digital pembelajaran.

Perkuat Standar Mutu dan Kualitas Bahan Ajar
Prof. Dr. Ria Yulia Gloria, M.Pd., dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), menjelaskan bahwa telaah berfokus pada verifikasi dan validasi modul serta penyelarasan kurikulum. Penyusunan bahan ajar perlu memperhatikan sistematika penulisan, capaian pembelajaran yang terukur, kesesuaian evaluasi formatif, dan kepatuhan terhadap etika akademik.

“Bahasa yang digunakan dalam modul wajib komunikatif, baku, dan mudah dimengerti. Jangan sampai ada kendala dalam tata bahasa yang justru membingungkan mahasiswa,” ujar Prof. Ria.
Ia juga menekankan pentingnya penyusunan modul yang sistematis agar mahasiswa dapat belajar secara mandiri dan memahami tujuan pembelajaran dengan jelas.
Selaraskan Modul dengan RPS dan Moderasi Beragama
Narasumber berikutnya, H. Toheri, S.Si., M.Pd., membahas penyusunan modul berdasarkan Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) atau rancangan pembelajaran Ma’had. Ia turut mengapresiasi draf modul Qira’ah Sab’ah yang dinilai memiliki rumusan capaian pembelajaran dan tata letak visual yang baik.

“Penyusunan modul Ma’had harus diturunkan secara konsisten dari Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) agar seluruh capaian materi pembelajaran memiliki struktur yang logis dan terukur,” ungkap Toheri.
Ia juga menyoroti pentingnya integrasi indikator Indeks Keberagamaan atau Moderasi Beragama Kementerian Agama, termasuk materi akidah, ibadah, dan keterampilan praktis keislaman seperti tahlil serta praktik menjadi imam salat.
Perkuat Integrasi Digital bersama PUSTIKOM
Sebagai bagian dari penguatan digitalisasi akademik, workshop ini turut melibatkan unsur UPT Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PUSTIKOM), yakni Riyanto, S.T., M.Kom., selaku Kepala UPT PUSTIKOM, dan Faisal Al Zamar, S.Kom. Keterlibatan PUSTIKOM mendukung pembahasan integrasi bahan ajar ke dalam sistem pembelajaran digital kampus.
Tiga mata kuliah wajib Ma’had yang masing-masing dirancang untuk 16 kali pertemuan diprioritaskan untuk diintegrasikan ke dalam Aplikasi Sahaja yang dikembangkan oleh tim PUSTIKOM. Sementara itu, modul program peminatan seperti Tahfiz dan Kaligrafi serta materi Ma’had Mukim akan diselaraskan secara bertahap.
Pemaparan materi dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang dipandu Makhmud Jazuli, M.Pd.I. Para tutor membahas perumusan capaian pembelajaran, penyelarasan kurikulum bagi mahasiswa mukim dan nonmukim, serta pembobotan materi dalam sistem digital.

Melalui workshop ini, UPT Ma’had Al-Jami’ah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memperkuat upaya peningkatan mutu bahan ajar dan tata kelola pembelajaran. Sinergi antara Ma’had, LPM, dan PUSTIKOM diharapkan mendukung proses belajar yang lebih terstruktur, terukur, dan adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa serta perkembangan teknologi pendidikan.


