UIN Siber Cirebon — UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui Pusat Admisi dan Promosi menerima kunjungan benchmarking dari UIN Madura dalam rangka memperkuat tata kelola penerimaan mahasiswa baru (PMB), transformasi layanan admisi berbasis digital, serta strategi promosi dan branding perguruan tinggi. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (21/7/2026) di Ruang Rapat Lantai 7 Gedung Siber UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini menjadi forum berbagi praktik baik antarperguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN).
Rombongan UIN Madura dipimpin oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dr. Mulyadi, M.Pd., yang hadir bersama tim untuk mempelajari berbagai inovasi layanan yang telah diterapkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Melalui kegiatan ini, kedua institusi saling bertukar pengalaman dan gagasan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada calon mahasiswa serta memperkuat tata kelola kelembagaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Berbagi Praktik Baik Sistem Admisi Berbasis Digital
Dalam sesi pemaparan, Kepala Pusat Admisi dan Promosi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Basiran, S.Ag., M.A., menjelaskan bahwa kampus terus mengembangkan sistem admisi yang terintegrasi untuk mendukung proses penerimaan mahasiswa baru secara lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Sistem tersebut mengintegrasikan berbagai tahapan layanan, mulai dari proses pendaftaran, pembayaran, verifikasi data, hingga penentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) berdasarkan indikator yang telah ditetapkan. Digitalisasi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus meminimalkan potensi kesalahan administrasi.
Menurut Basiran, keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada sinergi antarsatuan kerja.
“Perbedaan tugas antarunit bukanlah sebuah pertentangan, melainkan pembagian fungsi strategis. Sinergi antara Pusat Admisi, Pustikom, dan fakultas menjadi pondasi utama dalam menjaga keselarasan data mulai dari proses pendaftaran hingga registrasi ulang,” ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi yang kuat menjadi faktor penting dalam menghadirkan layanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada kepuasan calon mahasiswa.
UIN Madura Apresiasi Inovasi UIN Siber Cirebon
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Mulyadi, M.Pd., selaku Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Madura, menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang telah dikembangkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam pengelolaan admisi dan pelayanan akademik.
Menurutnya, benchmarking menjadi media yang efektif untuk memperkaya wawasan sekaligus mengadopsi praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.
“Kami melihat banyak inovasi yang telah dikembangkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, mulai dari sistem admisi yang terintegrasi hingga strategi promosi digital yang melibatkan mahasiswa. Pengalaman ini menjadi referensi yang sangat berharga bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan penerimaan mahasiswa baru di UIN Madura,” ungkap Dr. Mulyadi.
Ia berharap kolaborasi antarinstitusi dapat terus diperkuat sehingga mampu mendorong lahirnya inovasi pelayanan yang semakin berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Penguatan Strategi Promosi dan Branding Kampus
Selain membahas sistem admisi, forum benchmarking juga mengulas strategi promosi penerimaan mahasiswa baru yang diterapkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadapi persaingan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pengembangan Duta Kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Program tersebut melibatkan mahasiswa sebagai representasi kampus dalam mendukung promosi, pelayanan akademik, hingga berbagai kegiatan kelembagaan.
Melalui program ini, mahasiswa diberi ruang untuk menghasilkan konten digital yang kreatif dan informatif dengan tetap menjaga kualitas informasi serta citra institusi. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat komunikasi publik sekaligus meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses promosi kampus.
Strategi Afirmasi dan Komitmen Peningkatan Layanan
Dalam diskusi juga dibahas berbagai strategi untuk meningkatkan daya tarik seluruh program studi melalui pendekatan yang lebih inklusif. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan jalur afirmasi, pemberian dukungan bagi calon mahasiswa berprestasi, serta pembinaan akademik bagi mahasiswa baru.
Kedua perguruan tinggi juga sepakat bahwa evaluasi terhadap sistem admisi dan strategi promosi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pelayanan yang diberikan semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan benchmarking ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan UIN Madura menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan tata kelola perguruan tinggi yang modern, inovatif, dan berbasis teknologi. Sinergi tersebut diharapkan dapat melahirkan berbagai inovasi baru dalam sistem penerimaan mahasiswa baru sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.


