UIN Siber Cirebon (Pekalongan) — Kabar membanggakan datang dari kontingen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang berlaga dalam Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (PORSI) Jawara II PTKIN se-Jawa dan Madura. Sa’adatul Badriyah, mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), berhasil meraih Juara II Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Prestasi tersebut diraih dalam kompetisi yang berlangsung di UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan, pada 11 September 2026. Torehan Sa’adatul Badriyah sekaligus menjadi medali kedua bagi kontingen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam PORSI Jawara II.
Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu menunjukkan kemampuan terbaik di tingkat Jawa dan Madura. Tidak hanya dalam bidang akademik, mahasiswa juga mampu berprestasi dalam bidang keislaman dan seni membaca Al-Qur’an.
Perpaduan Suara Indah, Tajwid, dan Ketekunan
Menjadi juara dalam cabang MTQ bukan perkara mudah. Peserta dituntut mampu membaca ayat suci Al-Qur’an dengan suara yang indah, penguasaan tajwid, lagu, serta penerapan Qira’at Sab’ah sesuai ketentuan perlombaan.
Di balik penampilan Sa’adatul Badriyah, terdapat proses panjang yang membutuhkan latihan, kedisiplinan, dan konsistensi. Kemampuan menjaga kualitas bacaan juga harus berjalan beriringan dengan aktivitas perkuliahan dan tanggung jawab sebagai mahasiswa.
Bagi Sa’adatul, pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.
PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Terus Dorong Mahasiswa Berprestasi
Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.Sos., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Sa’adatul Badriyah.
Menurutnya, Juara II MTQ tingkat Jawa dan Madura menjadi capaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa PAI memiliki potensi yang dapat dikembangkan di berbagai bidang.
“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Sa’adatul Badriyah. Juara II MTQ pada tingkat Jawa-Madura merupakan capaian yang luar biasa. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa PAI mampu memadukan keunggulan akademik dengan nilai-nilai Al-Qur’an,” ungkap Dr. Maryam.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa PAI lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, baik dalam bidang akademik, keislaman, maupun keterampilan lainnya.
Kampus Apresiasi Perjuangan Mahasiswa
Apresiasi juga disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hajam, M.Ag.
Menurutnya, prestasi Sa’adatul Badriyah menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi yang beragam. Karena itu, kampus perlu terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan minat melalui berbagai kegiatan kompetitif.
“Prestasi Sa’adatul Badriyah dalam MTQ menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki potensi yang sangat beragam. Kami tentu mengapresiasi perjuangan dan kerja kerasnya. Semoga capaian ini menjadi energi positif bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengikuti berbagai kompetisi dan terus mengukir prestasi,” ujar Prof. Hajam.
Ia menambahkan bahwa prestasi mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik yang produktif dan kompetitif. Mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, spiritualitas, kreativitas, dan kemampuan sosial.
Didampingi Official, Sa’adatul Tampil Maksimal
Dalam kompetisi MTQ, Sa’adatul Badriyah mendapatkan pendampingan dari Muhadist Rifai’i, M.Pd.I. sebagai official MTQ.
Menurut Muhadist, persiapan menghadapi kompetisi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca Al-Qur’an. Kesiapan mental, penguasaan materi, ketenangan, dan kemampuan menjaga konsentrasi juga menjadi bagian penting dalam menghadapi perlombaan.
“Prestasi ini merupakan hasil dari proses yang tidak sebentar. Menjaga suara, nada, hafalan, dan kualitas bacaan membutuhkan konsistensi serta kedisiplinan. Sa’adatul telah menunjukkan kesungguhan dan keberanian untuk tampil dalam kompetisi tingkat Jawa-Madura,” kata Muhadist.
Ia berharap capaian tersebut menjadi pijakan bagi Sa’adatul untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.
Prestasi yang Menginspirasi
PORSI Jawara II mengusung tema “Energi Juara Harmoni Nusantara”. Ajang ini menjadi ruang bagi mahasiswa PTKIN se-Jawa dan Madura untuk berkompetisi sekaligus mempererat silaturahmi.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, prestasi Sa’adatul Badriyah menjadi bagian dari semangat kontingen untuk terus memberikan penampilan terbaik.
Juara II MTQ yang diraih Sa’adatul bukan sekadar sebuah penghargaan. Prestasi ini menjadi bukti bahwa proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh dapat menghasilkan sesuatu yang membanggakan.
Dari panggung PORSI Jawara II Pekalongan, Sa’adatul Badriyah membawa pesan sederhana namun kuat: prestasi tidak selalu lahir dari bakat besar, tetapi dari kemauan untuk berlatih, konsisten menjalani proses, dan berani memberikan kemampuan terbaik.
Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon lainnya untuk terus berkarya, berprestasi, dan membawa nama baik almamater di berbagai ajang kompetisi.



