UIN Siber Cirebon — Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama tumbuh di SMA Negeri Tengah Tani pada Jumat (11/09/2026) melalui kegiatan donor darah yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Kegiatan donor darah ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial di lingkungan sekolah. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa tindakan sederhana dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan orang lain.
Guru dan Mahasiswa PLP Ikut Berdonor
Sejumlah guru dan tenaga kependidikan SMA Negeri Tengah Tani turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang sedang melaksanakan praktik di sekolah tersebut juga mengambil bagian sebagai peserta donor.
Keterlibatan mahasiswa PLP memberikan warna tersendiri dalam kegiatan sosial tersebut. Kehadiran mereka tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas akademik dan pembelajaran, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi serta berkontribusi dalam kehidupan sosial di lingkungan sekolah.
Salah seorang guru yang mengikuti donor darah menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini penting untuk terus dilakukan. Menurutnya, donor darah dapat menjadi sarana sederhana untuk menanamkan kepedulian dan semangat membantu sesama.
Ia berharap kegiatan donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak warga sekolah yang tergerak untuk berbagi dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Mahasiswa PLP Belajar Peduli di Lingkungan Sekolah
Bagi mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, keikutsertaan dalam donor darah menjadi pengalaman pembelajaran yang tidak diperoleh hanya dari ruang kelas.
Salah seorang mahasiswa PLP yang mengikuti kegiatan tersebut mengatakan bahwa donor darah merupakan kesempatan untuk memberikan manfaat kepada orang lain sekaligus belajar membangun kepedulian sosial.
“Saya mengikuti donor darah karena ingin ikut berkontribusi dan membantu orang lain yang membutuhkan. Kegiatannya sederhana, tetapi manfaatnya bisa sangat besar. Selama PLP, kami tidak hanya belajar tentang pembelajaran di sekolah, tetapi juga belajar membangun kepedulian dan berinteraksi dengan lingkungan sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, calon pendidik perlu memiliki keteladanan, bukan hanya kemampuan akademik dan keterampilan mengajar.
“Sebagai mahasiswa PLP dan calon pendidik, saya merasa penting untuk ikut terlibat dalam kegiatan positif seperti ini. Semoga apa yang kami lakukan dapat menjadi contoh bahwa kepedulian kepada sesama bisa dimulai dari hal kecil,” tambahnya.
Pendidikan Karakter Dimulai dari Kepedulian
Kegiatan donor darah di SMA Negeri Tengah Tani menunjukkan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membangun karakter dan kepedulian sosial. Nilai solidaritas, gotong royong, kemanusiaan, dan tanggung jawab dapat tumbuh melalui kegiatan nyata yang melibatkan warga sekolah.
Bagi mahasiswa PLP, pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter sebagai calon pendidik. Mereka belajar bahwa menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga memberikan contoh sikap positif kepada peserta didik dan lingkungan sekitar.
Keterlibatan guru, tenaga kependidikan, dan mahasiswa PLP dalam donor darah menjadi gambaran bahwa lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang tumbuhnya semangat kemanusiaan.
Dari SMA Negeri Tengah Tani, pesan sederhana itu kembali ditegaskan: berbagi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Satu tindakan kecil yang dilakukan dengan tulus dapat menjadi harapan bagi orang lain.


