UIN Siber Cirebon – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Syarifah Mudaim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menerima kunjungan kerja benchmarking dan silaturahmi dari UPZ UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai 2 Gedung Rektorat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antarlembaga, berbagi praktik baik, serta mendiskusikan strategi pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
Delegasi UPZ UIN Sunan Gunung Djati Bandung dipimpin oleh Dr. Fathurrahman, Lc., M.Ag. selaku Wakil Ketua UPZ, didampingi Dr. Imam Sucipto, S.Sy., M.Ag., Siti Kholylah Alamsyah, S.Pd., M.Pd., serta Najib Prassojo Ziyad, S.Sos. Kehadiran rombongan disambut oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., bersama jajaran pengurus UPZ Syarifah Mudaim yang dipimpin oleh Syifauzakia, M.Pd. selaku Ketua. Jalannya kegiatan dipandu oleh Amelia Dwi Handayani, M.Kom., yang bertugas sebagai Master of Ceremony (MC) sehingga seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, hangat, dan komunikatif.
Memperkuat Kolaborasi melalui Benchmarking
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Hajam, M.Ag. menyampaikan bahwa pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi memerlukan inovasi, akuntabilitas, serta kolaborasi antarlembaga agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.
“Kami menyambut baik kunjungan benchmarking dari UPZ UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Forum ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk saling belajar, bertukar pengalaman, serta memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat optimal bagi sivitas akademika maupun masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antarlembaga zakat di perguruan tinggi menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat kepercayaan para muzaki sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan pendayagunaan dana zakat.
Berbagi Praktik Baik Pengelolaan Zakat
Pada kesempatan tersebut, Ketua UPZ Syarifah Mudaim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Syifauzakia, M.Pd., memaparkan berbagai strategi yang telah diterapkan dalam meningkatkan penghimpunan zakat profesi dari dosen dan tenaga kependidikan.
Ia menjelaskan bahwa optimalisasi penghimpunan zakat dilakukan melalui pendekatan edukatif, transparansi pengelolaan, penguatan layanan kepada muzaki, serta pelaporan yang akuntabel sehingga mampu membangun kepercayaan sivitas akademika.
“Keberhasilan pengelolaan zakat tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghimpunan dana, tetapi juga oleh kepercayaan yang dibangun melalui tata kelola yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kemanfaatan. Karena itu, forum seperti ini menjadi ruang yang sangat berharga untuk saling bertukar pengalaman dan praktik terbaik,” ungkap Syifauzakia.
Paparan tersebut menjadi salah satu alasan utama kunjungan benchmarking, mengingat UPZ Syarifah Mudaim dinilai berhasil mengoptimalkan penghimpunan zakat profesi di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Empat Pilar Kolaborasi Pengelolaan Zakat
Sementara itu, Wakil Ketua UPZ UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Fathurrahman, Lc., M.Ag., menyampaikan bahwa kunjungan benchmarking ini didasari oleh semangat membangun kolaborasi yang berkelanjutan antar-UPZ perguruan tinggi.
Menurutnya, silaturahmi tersebut berlandaskan pada empat pilar utama atau empat sila, yaitu silaturahim sebagai upaya membangun relasi, silatul qalbi untuk mempererat ikatan hati, silatul fikri sebagai ruang berbagi gagasan dan solusi, serta silatul amal yang diwujudkan melalui kolaborasi program nyata.
“Kami melihat UPZ Syarifah Mudaim memiliki praktik pengelolaan zakat yang baik, khususnya dalam optimalisasi zakat profesi. Karena itu kami datang bukan hanya untuk belajar, tetapi juga membangun kemitraan agar ke depan dapat saling menguatkan dalam menghadirkan program-program yang memberikan manfaat lebih luas,” tuturnya.
Komitmen Meningkatkan Kualitas Layanan Zakat

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai aspek pengelolaan zakat, mulai dari strategi penghimpunan zakat profesi, penguatan kelembagaan, sistem administrasi dan pelaporan, hingga pengembangan program pendayagunaan zakat bagi sivitas akademika dan masyarakat.
Melalui kegiatan benchmarking ini, kedua institusi sepakat bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas tata kelola zakat di lingkungan perguruan tinggi. Pertukaran pengalaman dan inovasi diharapkan mampu memperkuat peran UPZ sebagai lembaga yang profesional, terpercaya, dan semakin berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.


