UIN Siber Cirebon – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat langkah menuju perguruan tinggi berdaya saing internasional melalui Seminar bertajuk “Transforming Lecturer Competencies for an Internationally Oriented University: Advancing Innovative Pedagogy, High-Impact Research, and International Research Collaboration” yang diselenggarakan di Digital Library, Gedung Siber Lantai 5, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) 8 Program Studi Berdampak Internasional serta implementasi PERKIN PENDIS dalam memperkuat kemitraan strategis, khususnya yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan agenda keberlanjutan (sustainability). Seminar juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam menghadirkan pembelajaran inovatif, menghasilkan penelitian berdampak, serta membangun kolaborasi riset internasional.
Perguruan Tinggi Dituntut Menembus Batas Lokal
Seminar dibuka oleh Kepala Bagian Umum Biro Administrasi Keuangan dan Umum (AKU) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Zainal Arifin, S.Ag., yang hadir mewakili Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Dalam sambutannya, Zainal menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini tidak lagi cukup berorientasi pada capaian lokal, melainkan harus mampu membangun reputasi global melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.“Perguruan tinggi harus menembus batas-batas lokal untuk mencapai visi sebagai universitas yang berorientasi internasional. Transformasi tersebut dimulai dari peningkatan kompetensi dosen sebagai penggerak utama pendidikan tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga pilar utama yang perlu diperkuat untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat global, yakni pedagogi inovatif, penelitian berdampak tinggi, dan kolaborasi penelitian internasional.
Menurutnya, pembelajaran yang inovatif akan mendorong mahasiswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan perspektif global, sementara penelitian harus mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi target publikasi. Di sisi lain, kemitraan riset internasional menjadi pintu untuk meningkatkan reputasi akademik institusi.
“Semoga pemikiran-pemikiran yang lahir dari ruang diskusi ini dapat menjadi katalisator bagi kemajuan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menuju universitas berkelas dunia,” tambahnya.
Penguatan Wawasan Internasional bagi Sivitas Akademika
Sementara itu, Sekretaris International Office and Partnership LPPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Ivo Dinasta Yanuar, S.S., M.AppLing., menyampaikan bahwa materi yang disampaikan narasumber akan memberikan perspektif baru mengenai strategi internasionalisasi perguruan tinggi.

Menurutnya, seminar tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkaya wawasan sivitas akademika dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan global.
“Materi pembahasan yang akan disampaikan oleh narasumber kali ini akan sangat memberikan informasi yang kaya dan tentunya akan berguna bagi kita semua ke depannya,” ungkapnya.
Membangun Universitas Berorientasi Internasional Dimulai dari Mindset
Narasumber utama seminar, I Made Andi Arsana, Ph.D., Ketua Program Studi Magister Teknik Geomatika Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada sekaligus mantan Kepala Kantor Urusan Internasional UGM periode 2014–2023, memaparkan materi bertajuk “Paving The Way Towards an Internationally-Recognized University.”
Ia menekankan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya dimulai dari program kerja, tetapi dari perubahan pola pikir seluruh sivitas akademika.

Menurutnya, terdapat sejumlah prinsip yang perlu dibangun untuk mewujudkan universitas berorientasi internasional, di antaranya memahami kompleksitas Indonesia, mengenali peran strategis Indonesia di tingkat global, mengubah tantangan menjadi peluang, serta menerapkan prinsip “Think Big, Start Small, Act Now” dalam menjalankan program internasional.
Selain itu, ia mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan jejaring menjadi kemitraan strategis, mempromosikan keunikan Indonesia sebagai kekuatan akademik, memanfaatkan teknologi untuk mengatasi keterbatasan, mengoptimalkan ketidakpastian menjadi peluang, hingga menanamkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki kontribusi terhadap internasionalisasi institusi.
Dalam paparannya, I Made juga memperkenalkan model siklus kolaborasi dengan semangat “We Start from UINSSC to Global”, sebagai pendekatan bertahap dalam membangun jejaring akademik internasional.
Strategi Mengajar Generasi Z di Era Digital
Pada sesi kedua, I Made membawakan materi “Understanding Gen Z for Teaching Purpose” yang mengulas strategi pembelajaran bagi Generasi Z di era digital.
Ia menjelaskan bahwa dosen perlu memahami karakteristik setiap generasi sekaligus menemukan irisan kebutuhan belajar yang relevan. Pembelajaran juga perlu dirancang dengan pendekatan starting from the end, yakni menentukan tujuan akhir pembelajaran sebelum menyusun strategi mengajar.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya penggunaan analogi sederhana dalam menjelaskan konsep yang kompleks, pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari proses belajar, penyajian materi melalui visualisasi dan animasi, serta menghubungkan materi dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Selain itu, pembelajaran bagi Generasi Z perlu mengakomodasi partisipasi aktif meskipun bersifat anonim, menyediakan umpan balik yang cepat dan konstruktif, menerapkan unsur gamifikasi, serta mengombinasikan berbagai metode pembelajaran agar proses belajar menjadi lebih menarik dan efektif.
Seminar ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta yang membahas berbagai strategi implementasi internasionalisasi perguruan tinggi, pengembangan jejaring akademik, serta inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas dosen sebagai fondasi utama dalam mewujudkan universitas yang unggul, inovatif, berdaya saing global, dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.


