UIN Siber Cirebon – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mewujudkan kampus yang inklusif dan ramah bagi seluruh sivitas akademika terus diperkuat. Melalui Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) LP2M, kampus ini menggelar Peninjauan Fasilitas Ramah Disabilitas yang melibatkan Relawan Pengabdian pada Kamis (16/7/2026) di berbagai titik lingkungan kampus.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Relawan Pengabdian untuk Akselerasi Kampus Berdampak Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Program yang berlangsung sejak 14 Juli hingga 22 Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu inovasi pengabdian mahasiswa yang tidak hanya memberikan pengalaman profesional, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan tata kelola kampus.
Melalui program ini, mahasiswa ditempatkan di berbagai unit strategis universitas untuk mendukung pelayanan, pengembangan kelembagaan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi visi Impactful University (Kampus Berdampak).
Mengawal Terwujudnya Kampus yang Inklusif
Dalam kegiatan tersebut, Relawan PSGAD bersama Relawan Pengabdian melakukan peninjauan menyeluruh terhadap berbagai fasilitas penunjang bagi penyandang disabilitas di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Fasilitas yang menjadi fokus peninjauan meliputi:
- Jalur kursi roda (aksesibilitas mobilitas);
- Kamar mandi khusus penyandang disabilitas;
- Jalur pemandu (guiding block);
- Bidang miring (ramp);
- Area parkir khusus penyandang disabilitas;
- Fasilitas umum lainnya yang mendukung akses pendidikan yang setara.
Selain melakukan pendataan, tim relawan juga mengevaluasi kondisi, fungsi, dan tingkat kelayakan setiap fasilitas sebagai bahan rekomendasi dalam pengembangan infrastruktur kampus yang semakin ramah, aman, nyaman, dan mudah diakses oleh seluruh sivitas akademika.
Wujud Nyata Komitmen Kampus Berdampak
Ketua PSGAD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Masriah, M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen universitas dalam membangun budaya pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program Relawan Pengabdian untuk Akselerasi Kampus Berdampak merupakan langkah strategis universitas dalam memperkuat budaya pengabdian yang berorientasi pada kebermanfaatan. Peninjauan fasilitas ramah disabilitas ini menjadi bagian dari komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menghadirkan kampus yang inklusif serta menjamin terpenuhinya hak-hak penyandang disabilitas dalam memperoleh akses pendidikan yang layak,” ungkap Dr. Masriah.
Ia menjelaskan bahwa kampus inklusif tidak cukup diwujudkan melalui kebijakan semata, tetapi harus didukung dengan sarana dan prasarana yang benar-benar mudah diakses oleh seluruh warga kampus.
“Lingkungan belajar yang baik adalah lingkungan yang memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang tanpa diskriminasi. Karena itu, hasil peninjauan ini diharapkan menjadi dasar evaluasi sekaligus acuan dalam pengembangan infrastruktur kampus yang lebih responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas,” tambahnya.
Mahasiswa Menjadi Agen Perubahan
Ketua Relawan PSGAD Periode 2026–2027, Rifaniola Azzahra, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para relawan dalam mengimplementasikan nilai-nilai kepedulian sosial melalui aksi nyata.
Menurutnya, relawan tidak hanya bertugas melakukan pendataan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan rekomendasi yang konstruktif untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kampus.
“Kami ingin menghadirkan kontribusi nyata melalui hasil peninjauan ini. Harapannya, rekomendasi yang disusun dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat budaya inklusi di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kampus yang baik adalah kampus yang mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan kesempatan yang sama bagi seluruh sivitas akademika,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu mempererat kolaborasi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta pimpinan universitas dalam menciptakan lingkungan belajar yang semakin inklusif dan berkeadilan.
Mewujudkan Pendidikan Tinggi Tanpa Hambatan
Program peninjauan fasilitas ramah disabilitas ini menjadi salah satu bentuk implementasi nyata komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, kesetaraan, dan pengurangan kesenjangan.
Sebagai Cyber Islamic University pertama di Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, inklusivitas, dan keadilan.
Melalui sinergi antara LP2M, PSGAD, serta para Relawan Pengabdian untuk Akselerasi Kampus Berdampak Tahun 2026, diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis yang mampu memperkuat pembangunan infrastruktur kampus yang lebih aksesibel, ramah disabilitas, dan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan bahwa kampus bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang bersama yang terbuka bagi semua, tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik, sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.


