UIN Siber Cirebon Kenalkan Warisan Budaya dan Potensi UMKM Lokal kepada Delegasi PSGA PTKI se-Indonesia melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)
UIN Siber Cirebon (Kemenag) – Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia di Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya menghadirkan forum ilmiah dan diskusi akademik, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya serta potensi ekonomi kreatif lokal melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbentuk City Tour.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 30 Juni–3 Juli 2026, para peserta diajak mengunjungi Kawasan Wisata Batik Trusmi, salah satu ikon industri batik terbesar di Cirebon, sekaligus mengunjungi sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memproduksi berbagai makanan khas Cirebon.
Kegiatan ini menjadi media pembelajaran lapangan yang mengintegrasikan nilai pengabdian kepada masyarakat, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi lokal, serta penguatan jejaring antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Mengenal Lebih Dekat Batik Trusmi sebagai Warisan Budaya
Di kawasan Batik Trusmi, para peserta memperoleh penjelasan mengenai sejarah perkembangan batik khas Cirebon, filosofi berbagai motif batik, hingga proses pembuatan batik secara tradisional yang masih dilestarikan oleh para perajin. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu sentra batik terbesar di Indonesia dengan ribuan pelaku industri kreatif yang terus menjaga warisan budaya Cirebon.
Peserta juga berkesempatan menyaksikan secara langsung proses membatik, mengenal motif legendaris Mega Mendung, Paksi Naga Liman, serta berbagai motif khas Cirebon lainnya yang telah dikenal hingga mancanegara. Selain menjadi pusat produksi batik, kawasan ini juga berkembang sebagai destinasi wisata edukasi dan ekonomi kreatif.
Dukung UMKM dan Kuliner Khas Cirebon
Usai mengunjungi sentra batik, rombongan melanjutkan kegiatan ke sentra UMKM makanan khas Cirebon. Di lokasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai produk unggulan daerah, seperti empal gentong, tahu gejrot, nasi lengko, sirup Tjampolay, kerupuk, sambal khas Cirebon, hingga aneka makanan olahan yang diproduksi pelaku UMKM setempat.
Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk melihat bagaimana pelaku UMKM mengembangkan produk lokal yang memiliki daya saing sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Budaya dan Ekonomi Lokal
City Tour menjadi bagian dari implementasi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dikemas secara edukatif. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai sejarah dan budaya Cirebon, tetapi juga memahami pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pelaku UMKM, dan pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Semangat tersebut sejalan dengan tema Konsolidasi Nasional PSGA, yaitu membangun ekosistem pendidikan tinggi keagamaan Islam yang adil gender, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.
Promosikan Potensi Lokal ke Tingkat Nasional
Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya menjadi tuan rumah forum akademik nasional, tetapi juga menjadi duta promosi budaya dan ekonomi kreatif daerah. Kehadiran peserta dari berbagai PTKI di Indonesia diharapkan dapat memperluas promosi Batik Trusmi dan produk-produk UMKM Cirebon sehingga semakin dikenal di tingkat nasional bahkan internasional.
Kegiatan City Tour sekaligus menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghubungkan dunia akademik dengan masyarakat melalui pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi lokal, serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.


