UIN Siber Cirebon (Jakarta) – Langkah internasionalisasi Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali mencatatkan tonggak penting. Bertempat di Ballroom Hotel Kempinski Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (12/7/2026), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universiti Utara Malaysia (UUM) dalam rangkaian kegiatan Mega Ayo Kuliah di Malaysia 2026 yang diselenggarakan oleh Education Malaysia Global Services (EMGS).
Penandatanganan ini menjadi bukti semakin kuatnya pengakuan internasional terhadap UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University yang aktif membangun jejaring global melalui kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. H. Hajam, M.Ag., didampingi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Dr. H. Didi Sukardi, S.H., M.H., serta Wakil Dekan I FEBI, Dr. Hj. Dewi Fatmasari, M.Si., yang juga menjadi penghubung utama dalam proses terjalinnya kerja sama kedua institusi.
Berawal dari Kolaborasi, Berujung Kemitraan Strategis
Keberhasilan penandatanganan MoU ini tidak diraih dalam waktu singkat. Menurut Dr. Hj. Dewi Fatmasari, M.Si., proses membangun kepercayaan dengan Universiti Utara Malaysia memerlukan waktu hampir satu tahun melalui berbagai aktivitas akademik yang dilaksanakan secara berkesinambungan.
Kolaborasi diawali pada tahun 2025 melalui Seminar Internasional FEBI, kemudian dilanjutkan dengan riset kolaboratif internasional bersama Prof. Azizi dari Universiti Utara Malaysia, serta berbagai program akademik lainnya seperti Visiting Lecturer, International Mobility Program, dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional.
“Kerja sama ini merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui berbagai kegiatan akademik bersama. Kami percaya bahwa kemitraan yang kuat lahir dari kolaborasi nyata, bukan hanya melalui penandatanganan dokumen. Alhamdulillah, setelah hampir satu tahun membangun komunikasi dan kepercayaan, hari ini UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Universiti Utara Malaysia resmi menjadi mitra strategis,” ungkap Dr. Dewi Fatmasari.
Bagian dari Agenda Internasionalisasi Malaysia
Penandatanganan MoU ini juga menjadi bagian dari agenda internasionalisasi Universiti Utara Malaysia dalam program Mega Ayo Kuliah di Malaysia 2026, sebuah kegiatan yang mempertemukan berbagai perguruan tinggi Malaysia dengan calon mitra dari Indonesia untuk mempromosikan Malaysia sebagai destinasi pendidikan tinggi bertaraf dunia.
Pada kesempatan tersebut, UUM menandatangani dua nota kesepahaman dengan perguruan tinggi Indonesia, yaitu Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Kerja sama ini mencakup berbagai bidang strategis, antara lain:
- Mobilitas mahasiswa dan dosen.
- Penelitian kolaboratif internasional.
- Publikasi ilmiah bersama.
- Pengembangan kurikulum.
- Pertukaran tenaga ahli.
- Pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
- Pelaksanaan berbagai program akademik dan pengabdian kepada masyarakat.
Prof. Hajam: Kolaborasi Harus Memberikan Dampak Nyata
Mewakili Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Hajam, M.Ag. menegaskan bahwa kerja sama internasional merupakan bagian penting dalam mewujudkan visi universitas sebagai World Class Cyber Islamic University.
“MoU ini bukan tujuan akhir, melainkan awal dari berbagai kolaborasi nyata yang akan memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Kami ingin memperluas kesempatan mahasiswa mengikuti program internasional, meningkatkan kualitas riset bersama, memperbanyak publikasi bereputasi, serta menghadirkan inovasi yang memberikan solusi bagi masyarakat,” ujar Prof. Hajam.
Ia menambahkan bahwa kemitraan strategis dengan Universiti Utara Malaysia akan memperkuat posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam jaringan pendidikan tinggi internasional sekaligus meningkatkan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi.
Dr. Didi Sukardi: Momentum FEBI Go Global
Dekan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Didi Sukardi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh sivitas akademika dalam membangun hubungan akademik yang berkelanjutan.
“Kami berharap implementasi kerja sama ini dapat melahirkan lebih banyak riset bersama, pertukaran mahasiswa, visiting professor, pengembangan kurikulum internasional, hingga program magang global yang mampu meningkatkan kompetensi lulusan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” jelasnya.
UUM: Perkuat Hubungan Strategis Indonesia–Malaysia
Sementara itu, Naib Canselor Universiti Utara Malaysia, Prof. Dr. Ahmad Martadha Mohamed, menyampaikan bahwa penandatanganan dua MoU dengan perguruan tinggi Indonesia mencerminkan komitmen berkelanjutan UUM dalam memperluas jejaring kerja sama internasional, khususnya dengan institusi pendidikan tinggi di Indonesia yang memiliki kedekatan sejarah, budaya, dan pendidikan.
“Universiti Utara Malaysia senantiasa berkomitmen memperluas kerja sama internasional yang berdampak tinggi. Hubungan strategis dengan perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya mempererat hubungan kedua negara, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan akademisi untuk mengikuti program mobilitas, penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, serta pertukaran kepakaran yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Prof. Ahmad Martadha Mohamed.
Ia menambahkan bahwa partisipasi UUM dalam Mega Ayo Kuliah di Malaysia 2026 juga bertujuan memperkenalkan berbagai program akademik, fasilitas pembelajaran, peluang beasiswa, dan pengalaman belajar di Malaysia kepada calon mahasiswa Indonesia.
Menuju Kampus Berkelas Dunia
Kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat jejaring internasional sekaligus meningkatkan reputasi sebagai perguruan tinggi Islam berbasis digital yang mampu bersaing di tingkat global.
Melalui kolaborasi ini, kedua universitas berkomitmen menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat, mulai dari penguatan kualitas pendidikan, riset inovatif, publikasi ilmiah bereputasi internasional, hingga pemberdayaan masyarakat melalui pengabdian bersama.
Bagi masyarakat, kemitraan ini diharapkan menghasilkan inovasi yang dapat menjawab berbagai tantangan pembangunan, memperluas akses pendidikan internasional, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia dalam membangun masa depan pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.







