UIN Siber Cirebon — Komitmen menghadirkan program pengabdian yang tepat sasaran terus diwujudkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 45 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Melalui Forum Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Literasi Masyarakat Desa Mayung”, mahasiswa bersama pemerintah desa dan masyarakat menyusun arah program kerja berdasarkan aspirasi serta kebutuhan riil warga. Kegiatan berlangsung pada Rabu (22/7/2026) pukul 20.00–22.00 WIB di Desa Mayung, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
Forum tersebut dihadiri oleh Kuwu Desa Mayung Bapak Sued, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bapak Barokah, para Ketua RW, tokoh masyarakat, perwakilan warga, serta mahasiswa KKN Tematik Kelompok 45 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan ini menjadi ruang dialog partisipatif untuk menggali potensi desa sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sebagai dasar penyusunan program kerja KKN yang edukatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Mengawali Program KKN dengan Mendengar Aspirasi Masyarakat
Berbeda dengan pendekatan yang hanya berorientasi pada pelaksanaan program, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 45 memilih memulai pengabdian dengan mendengarkan langsung suara masyarakat. Melalui diskusi dua arah, setiap peserta diberi kesempatan menyampaikan kondisi lingkungan, kebutuhan, hingga harapan terhadap kontribusi mahasiswa selama menjalankan KKN.
Berbagai isu strategis mengemuka dalam forum tersebut, mulai dari kebutuhan tenaga pendidik Al-Qur’an, peningkatan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, pemeliharaan fasilitas umum, hingga pendampingan bagi petani dalam menghadapi serangan hama tanaman. Seluruh masukan tersebut kemudian dipetakan sebagai dasar penyusunan program kerja yang relevan dengan kondisi Desa Mayung.
Pendekatan ini sejalan dengan semangat Participatory Action Research (PAR) yang diterapkan dalam pelaksanaan KKN Tematik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yakni menjadikan masyarakat sebagai mitra aktif dalam proses identifikasi masalah hingga perumusan solusi.
Literasi Menjadi Benang Merah Program Pengabdian
Dalam forum tersebut, mahasiswa tidak memaknai literasi sebatas kemampuan membaca dan menulis. Penguatan literasi dipandang sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat di berbagai bidang kehidupan.
Melalui aspirasi yang disampaikan warga, mahasiswa memetakan sejumlah fokus penguatan literasi, di antaranya literasi keagamaan melalui penambahan pendidik Al-Qur’an, literasi lingkungan melalui edukasi menjaga kebersihan dan fasilitas umum, literasi kesehatan melalui peningkatan kesadaran pola hidup sehat, hingga literasi pertanian melalui pendampingan bagi petani dalam menghadapi permasalahan hama tanaman.
Dengan pendekatan tersebut, program kerja KKN diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata sekaligus memberikan dampak yang dapat dirasakan setelah masa pengabdian berakhir.
Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan Program
Kuwu Desa Mayung, Bapak Sued, mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang menjadikan forum diskusi sebagai langkah awal penyusunan program.
“Saya berharap forum ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para Ketua RW dan seluruh peserta yang hadir untuk menyampaikan berbagai persoalan yang ada di lingkungannya. Dengan begitu, mahasiswa KKN dapat memahami kondisi masyarakat secara langsung dan bersama-sama mencari solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhan Desa Mayung,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Mayung, Bapak Barokah, berharap sinergi antara pemerintah desa dan mahasiswa terus terjalin selama pelaksanaan KKN.
“Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan di desa, tetapi benar-benar menjadi mitra bagi masyarakat. Melalui sinergi antara pemerintah desa, BPD, dan mahasiswa, berbagai permasalahan yang telah disampaikan dalam forum ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua KKN Tematik Kelompok 45 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Bayu, menegaskan bahwa seluruh program kerja akan disusun berdasarkan hasil dialog bersama masyarakat.
“Forum Group Discussion ini kami selenggarakan sebagai langkah awal untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung. Kami ingin memastikan bahwa setiap program kerja yang akan dilaksanakan selama KKN berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat, sehingga tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan solusi yang edukatif, kolaboratif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Wujud Pengabdian Berbasis Partisipasi

Forum Group Discussion menjadi fondasi penting bagi pelaksanaan KKN Tematik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di Desa Mayung. Melalui kolaborasi yang dibangun sejak awal, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami dinamika sosial masyarakat serta merancang solusi yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Pendekatan partisipatif ini mempertegas komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan pengabdian masyarakat yang berdampak, berorientasi pada kebutuhan warga, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Keterkaitan dengan SDGs
Kegiatan ini mendukung beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
- SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas): melalui penguatan berbagai bentuk literasi masyarakat.
- SDG 11 – Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan): dengan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa berbasis kebutuhan lokal.
- SDG 16 – Peace, Justice and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh): melalui dialog partisipatif antara pemerintah desa, BPD, mahasiswa, dan masyarakat.
- SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): melalui kolaborasi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menyusun program pengabdian yang berkelanjutan.


