UIN Siber Cirebon— Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa khidmat di Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Kelompok KKN 106 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersinergi bersama Karang Taruna dan masyarakat Desa Sindangjawa dalam rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan yang dilaksanakan pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 20.00–23.00 WIB di Makam Pahlawan Desa Sindangjawa.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara mahasiswa KKN dan masyarakat sekaligus menumbuhkan kembali semangat nasionalisme serta penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan bangsa.
Pawai Obor, Simbol Semangat Kebersamaan
Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai obor yang diikuti oleh mahasiswa KKN 106 bersama masyarakat Desa Sindangjawa. Dengan membawa obor dan berjalan bersama menuju area Makam Pahlawan Desa Sindangjawa, peserta menunjukkan semangat kebersamaan dalam menyambut peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Pawai obor tidak hanya menjadi bagian dari tradisi dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN 106 dalam kegiatan tersebut turut memperkuat kolaborasi dengan Karang Taruna serta berbagai unsur masyarakat desa.
Setibanya di makam pahlawan, kegiatan dilanjutkan dengan seremonial pembukaan. Suasana kemudian berlangsung semakin khidmat melalui pelaksanaan tahlil bersama sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa dan masyarakat.
Mengenang Jasa Pahlawan melalui Doa dan Tabur Bunga
Setelah pelaksanaan tahlil, rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi tabur bunga di atas makam para pahlawan Desa Sindangjawa. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat bagi generasi saat ini agar tidak melupakan sejarah dan perjuangan para pendahulu.
Ketua Kelompok KKN 106, Fadhil Hisyam Adiputra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar perayaan kemerdekaan. Menurutnya, kegiatan pawai obor dan doa bersama menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat sekaligus menumbuhkan penghormatan terhadap jasa para pahlawan.
“Kegiatan pawai obor dan tahlil bersama di makam pahlawan ini bukan hanya bentuk perayaan kemerdekaan, tetapi juga momen penting untuk mempererat silaturahmi antara mahasiswa KKN 106 dan warga Desa Sindangjawa serta menumbuhkan kembali rasa penghormatan atas jasa para pahlawan,” ujar Fadhil.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Ketua Karang Taruna Desa Sindangjawa, Yuda, serta Kuwu Desa Sindangjawa, H. Yayat Supriyatna, S.Pd. Sinergi antara mahasiswa, Karang Taruna, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan rangkaian kegiatan berjalan tertib dan penuh kebersamaan.
Menanamkan Nilai Nasionalisme kepada Generasi Muda
Kegiatan yang menggabungkan pawai obor, doa bersama, dan tabur bunga tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang mengedepankan nilai sosial, kebangsaan, dan spiritual. Mahasiswa KKN 106 tidak hanya hadir untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga mengambil bagian dalam kehidupan sosial masyarakat melalui kegiatan yang telah menjadi bagian dari tradisi peringatan kemerdekaan di desa.
Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan perlu terus dirawat melalui kepedulian sosial, gotong royong, serta penghargaan terhadap sejarah bangsa. Bagi generasi muda, mengenang jasa para pahlawan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari perjuangan panjang para pendahulu.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan karakter dan nilai kebangsaan secara informal, serta SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan kohesi sosial, kebersamaan, dan partisipasi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, KKN 106 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama masyarakat Desa Sindangjawa menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan yang dekat dengan kehidupan warga. Pawai obor dan doa di pusara menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga diwariskan melalui kebersamaan, penghormatan terhadap sejarah, dan kepedulian antargenerasi.


