UIN Siber Cirebon – Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di MTs Islamic Centre resmi dimulai melalui kegiatan penyerahan dan pembukaan PLP pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–10.30 WIB tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan persekolahan sekaligus memperoleh pengalaman langsung dalam proses pendidikan dan pembelajaran.
Kegiatan ini diikuti mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta pihak MTs Islamic Centre yang terdiri atas kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Dalam pembukaan tersebut, mahasiswa mendapatkan arahan mengenai sikap, tanggung jawab, serta nilai yang perlu diterapkan selama menjalankan PLP di madrasah.
PLP Jadi Ruang Pembentukan Calon Pendidik
PLP tidak hanya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempraktikkan keterampilan mengajar, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan calon pendidik yang profesional dan berkarakter. Selama berada di madrasah, mahasiswa akan berinteraksi secara langsung dengan guru, peserta didik, serta seluruh warga sekolah.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami bahwa dunia pendidikan memiliki dinamika yang lebih luas daripada sekadar proses penyampaian materi di dalam kelas. Mahasiswa juga perlu memahami karakter peserta didik, membangun komunikasi yang baik, serta menunjukkan sikap disiplin dan bertanggung jawab.
Melalui pengalaman langsung tersebut, mahasiswa dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata di lingkungan pendidikan. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan calon pendidik di era pendidikan yang terus berkembang.
Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Landasan
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), M. Sa’i, S.S., M.Pd., menekankan pentingnya penerapan Kurikulum Berbasis Cinta selama mahasiswa melaksanakan PLP. Pendekatan ini menempatkan kasih sayang, kepedulian, penghargaan, keteladanan, dan penghormatan terhadap peserta didik sebagai bagian penting dalam proses pendidikan.
Mahasiswa diarahkan untuk memahami bahwa seorang guru tidak hanya berperan menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menjadi pembimbing, motivator, sekaligus teladan bagi peserta didik. Karena itu, sikap dan perilaku mahasiswa selama berada di madrasah menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.
Kurikulum Berbasis Cinta juga mendorong mahasiswa untuk membangun interaksi yang positif dengan peserta didik. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu mendengarkan, membimbing dengan sabar, memberikan motivasi, serta menghargai perbedaan karakter dan kemampuan setiap peserta didik.
Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman
Penerapan nilai-nilai cinta dalam pendidikan diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, positif, dan inklusif. Mahasiswa PLP tidak hanya dituntut mengejar ketuntasan materi, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi, kebutuhan, serta perkembangan peserta didik.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Kampus Inklusif yang mendorong pendidikan untuk memberikan ruang tumbuh bagi setiap individu. Peserta didik dipandang sebagai pribadi yang memiliki potensi dan karakter berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang humanis dan penuh kepedulian.
Melalui PLP di MTs Islamic Centre, mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan mampu membawa nilai-nilai tersebut ke dalam praktik kependidikan sehari-hari. Pengalaman ini menjadi bekal untuk membangun kompetensi sekaligus karakter sebagai calon pendidik yang profesional, bertanggung jawab, dan mampu memberikan keteladanan.
Dengan demikian, pembukaan PLP di MTs Islamic Centre bukan sekadar tanda dimulainya kegiatan praktik lapangan, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan orientasi pendidikan yang lebih manusiawi. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, mahasiswa diharapkan memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang transfer pengetahuan, melainkan juga tentang membangun hubungan yang positif, menumbuhkan karakter, menghargai peserta didik, dan menghadirkan lingkungan belajar yang penuh kepedulian.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penguatan kapasitas calon pendidik dan penciptaan lingkungan pembelajaran yang inklusif, aman, serta mendukung perkembangan peserta didik.


