UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 123 Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) melaksanakan kegiatan pembuatan rocket stove sebagai salah satu alternatif alat pembakaran sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Desa Dawuan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung pada 11–14 Agustus 2026 sebagai bagian dari program kerja KKN yang mengusung tema pelestarian lingkungan.
Pembuatan rocket stove dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan pengelolaan sampah di lingkungan desa. Melalui kegiatan tersebut, KKN Kelompok 123 berupaya memberikan kontribusi sederhana dalam membantu mengurangi penumpukan sampah sekaligus mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik.
Gotong Royong Membuat Alat Pengelolaan Sampah
Proses pembuatan rocket stove dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari persiapan lokasi, alat, dan bahan, perakitan komponen, hingga penyelesaian serta pengecekan alat. Seluruh proses dikerjakan secara gotong royong oleh mahasiswa KKN Kelompok 123 dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Rocket stove yang dibuat ditujukan untuk pembakaran sampah tertentu yang aman untuk dibakar. Penggunaannya tetap perlu memperhatikan jenis sampah serta aspek keamanan dan lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif, seperti polusi udara maupun risiko kebakaran.
Ketua Kelompok KKN 123, Syauqi, menjelaskan bahwa pembuatan alat tersebut berangkat dari perhatian mahasiswa terhadap persoalan sampah yang terdapat di Desa Dawuan.
“Kami melihat pengelolaan sampah menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, kami mencoba membuat rocket stove sebagai salah satu alternatif untuk membantu pengelolaan sampah di TPS Desa Dawuan. Harapannya, alat ini bisa memberikan manfaat meskipun sederhana.”
Langkah Sederhana untuk Lingkungan Berkelanjutan
Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan sebuah alat, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam persoalan lingkungan yang ada di masyarakat. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan budaya gotong royong sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Kuwu Desa Dawuan turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Kelompok 123 yang ikut memikirkan persoalan pengelolaan sampah di wilayahnya.
“Kami mengapresiasi mahasiswa KKN yang mau ikut memikirkan persoalan sampah di Desa Dawuan. Mudah-mudahan alat yang dibuat ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan masyarakat juga semakin sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan.”
Program tersebut sejalan dengan SDGs 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, terutama dalam mendorong lingkungan permukiman yang lebih bersih dan berkelanjutan. Upaya pengelolaan sampah juga berkaitan dengan SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui peningkatan kepedulian terhadap pengurangan dan pengelolaan sampah.
Selain itu, pelaksanaan kegiatan secara bersama-sama antara mahasiswa dan masyarakat mencerminkan semangat kolaborasi yang mendukung SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui langkah sederhana tersebut, KKN Kelompok 123 UIN SSC diharapkan dapat meninggalkan kontribusi yang bermanfaat bagi Desa Dawuan, sekaligus mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.


