Prof. Yayah Nurhidayah dan Prof. Wartoyo Terima KMA Guru Besar dari Menteri Agama RI, Tambah Energi Baru bagi Transformasi Akademik UIN Siber Cirebon
UIN Siber Cirebon (Jakarta, Kemenag) – Prestasi akademik kembali ditorehkan Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dua dosen terbaik kampus tersebut resmi menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Pengangkatan Guru Besar Rumpun Ilmu Keagamaan Tahap III Tahun 2026 yang diserahkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dalam seremoni di Ballroom Hotel Grand Mercure Jakarta, Senin (13/7/2026).
Penambahan dua profesor baru ini menjadi tonggak penting bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat kualitas pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mempercepat langkah kampus sebagai Cyber Islamic University pertama di Indonesia yang berdaya saing global.
Dua akademisi yang resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar tersebut adalah:
- Prof. Dr. Yayah Nurhidayah, M.Si. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Islam.
- Prof. Dr. Wartoyo, M.Si. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi dan Perbankan Syariah.
Keduanya menjadi bagian dari 119 akademisi Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) se-Indonesia yang menerima Keputusan Menteri Agama pada Tahap III Tahun 2026.
Tonggak Baru Penguatan Mutu Akademik
Prosesi penyerahan KMA berlangsung khidmat mulai pukul 14.00 WIB. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., bersama para pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan dari seluruh Indonesia.
Pengangkatan Guru Besar merupakan bentuk pengakuan negara atas dedikasi, kapasitas akademik, integritas ilmiah, serta kontribusi dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi.
Guru Besar Perkuat Akreditasi dan Daya Saing Kampus
Dalam laporannya, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., menegaskan bahwa bertambahnya jumlah Guru Besar memiliki dampak strategis terhadap pengembangan perguruan tinggi.
Menurutnya, kehadiran profesor baru akan memperkuat kualitas akreditasi institusi, meningkatkan kapasitas penelitian, sekaligus membuka peluang pembukaan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Guru Besar bukanlah garis akhir perjalanan akademik. Justru jabatan ini menjadi titik awal untuk menghasilkan riset yang lebih berkualitas, memperkuat inovasi, dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi,” tegas Prof. Amien Suyitno.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., menyebut Guru Besar sebagai salah satu faktor paling penting dalam mendorong transformasi perguruan tinggi melalui penguatan Tridharma Perguruan Tinggi.
Lima Pesan Menteri Agama untuk Guru Besar Baru
Dalam arahannya, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menyampaikan lima pesan penting kepada seluruh Guru Besar yang baru menerima KMA.
Kelima pesan tersebut meliputi:
- meningkatkan kapasitas keilmuan yang sejalan dengan peningkatan keimanan kepada Allah SWT;
- menjaga integritas, rendah hati, dan menjadikan ilmu sebagai sarana pengabdian;
- menjadi teladan moral dan intelektual (uswah hasanah) di lingkungan akademik maupun masyarakat;
- menghadirkan manfaat nyata melalui hilirisasi hasil riset dan pengabdian;
- menjadi cendekiawan yang menjadikan ilmu sebagai jalan ibadah kepada Allah SWT.
“Jadilah cendekiawan, bukan sekadar ilmuwan. Cendekiawan itu menjadikan ilmu sebagai jalan menuju Allah. Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin dekat pula ia kepada Sang Pencipta,” pesan Menteri Agama.
Rektor: Momentum Memperkuat Cyber Islamic University
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas pencapaian dua dosen terbaik yang berhasil meraih jabatan akademik tertinggi tersebut.
Menurutnya, kehadiran dua Guru Besar baru menjadi energi besar bagi penguatan kualitas akademik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
“Kami mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. Yayah Nurhidayah, M.Si., dan Prof. Dr. Wartoyo, M.Si., atas amanah sebagai Guru Besar. Ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kehadiran dua profesor baru akan semakin memperkuat budaya akademik, kualitas riset, publikasi ilmiah, serta inovasi pendidikan di lingkungan kampus,” ujar Prof. Aan Jaelani.
Ia menambahkan bahwa bertambahnya jumlah Guru Besar merupakan indikator meningkatnya kualitas sumber daya manusia sekaligus reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional.
“Sebagai Cyber Islamic University, kami terus membangun ekosistem pendidikan tinggi berbasis teknologi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam moderat. Kehadiran para Guru Besar akan memperkuat transformasi tersebut melalui riset yang inovatif, kolaborasi internasional, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan solusi nyata bagi berbagai persoalan bangsa,” tegasnya.
Dengan bertambahnya dua Guru Besar baru, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin optimistis melangkah sebagai perguruan tinggi Islam berbasis siber yang unggul, inovatif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia serta peradaban dunia.


